Maya, apa kabar? Lama sekali kita tak bersua, maaf telah menjadikanmu usang seperti debu yang diabaikan hingga menebal dengan sendirinya
Typu

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from China

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Italy
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from China
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from Germany
seen from United States

seen from Italy
Maya, apa kabar? Lama sekali kita tak bersua, maaf telah menjadikanmu usang seperti debu yang diabaikan hingga menebal dengan sendirinya
Typu

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Baiklah
Aku akan menulis ini dengan hati
Selembut yang aku bisa
Kelak, aku akan membacanya dan ingat bahwa kita pernah berbagi rasa
Aku tahu kau dan hidupmu tak pernah utuh. Sudah dari awal aku menebak-nebak, sampai kita sedekat ini.
Soal rasa, aku paham siapa yang masih bertahta. Siapa yang kau sebut cinta. Siapa dia, aku tahu namanya.
Dari cerita-ceritamu yang telah lalu, kesimpulanku sederhana sekali. Tak peduli jika kau membenci sisiku yang satu ini.
Kau begini semenjak ia pergi. Kau berubah dan lari tanpa arah. Mengharapkannya kembali, berkisah seorang diri, sampai entah bagaimana aku datang.
Aku datang sebagai penumpang. Tujuanku bukan kamu. Aku hanyalah tamu di malam bisu. Sama sepertimu, lukaku cukup deras. Berbisa. Waktu itu aku sangat menderita.
Jadi, tidak ada gunanya sekarang mengucap cinta. Aku memilihmu dengan tulus, kau memintaku dengan ragu. Bukan salahku jika bercanda aku tak mampu. Bukan salahku mengabaikanmu selalu. Pelarianmu ini suatu saat akan pergi juga. Tenanglah, beri aku waktu sebelum memutuskan reda. Sebentar saja. Sampai meniadakanmu kuanggap hal biasa.
Aku akan pergi nanti. Ketika seluruh tenagaku habis tapi sia-sia menunggumu menghabiskan tangis.
Sekarang biarkan aku bertahan dalam kecemburuan. Kau manusia dan aku tahu kau mengenalku sedalam apa.
-danisa
Kisah Yang Telah Usang
Tiga pagi aku kembali mengingat perihal kisah kita, tentang hal-hal yang enggan pergi dari pikiran. Kenangan tak mau enyah dari kening. Kita telah usang. Kini, rajutan kisah telah temui jalan masing-masing.
Pada dasarnya kita tak pernah benar-benar bersama. Kita hanya berjalan beriringan sambil sesekali saling menguatkan. Selepas kita usai, tak banyak yang berubah. Bisa jadi karena aku tak sesering itu mengandalkanmu atau karena kepercayaanku belum sepenuhnya kamu miliki.
Jauh dari itu, kisah usang masih terpantri di hati meski sering kucoba untuk tak peduli. Lalu, bagaimana denganmu? Apakah kasih kita dahulu masih masih ada dalam sudut pikiranmu? Seusang apapun itu, bolehkah aku sedikit egois untuk memaksamu tetap menyimpan kisah kita?
MENGUTUK BAHAGIA
Beruntai catatan kaki kutinggal
semenjak kepergianmu yang ujungnya
selalu sama; jangan lupa pulang.
Tak kunjung kau balas
derita si sendirian ini.
Bila sampai ku di penghujung
waktu nanti,
tolong buang jauh
pena dan kata.
Kabur pandang yang usang
penat hati yang kuat.
Sampaikan salamku pada kedua
yang gembira itu, wahai Angin;
kini aku nelangsa murka
beralaskan dosa dan doa
akan keterpurukan yang
kusemogakan pada kalian.
— Bandung, A.
Bagaimana bisa jadi usang? Sementara kita adalah dua yang asing
katapurnamasworld

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Aku tidak lagi bisa menciptakan rindu. Kupikir kamu juga. Kita sudah usang pada perasaan yang sekadarnya, pada percakapan yang itu-itu saja, tanpa mata, tanpa duduk berdua di tempat yang sama.
Ini ada hati
Usang Penuh sarang Entah laba-laba atau sungkawa Tebak saja Ciut Bak tsunami kembali surut Gelombang yang kembali teredam Aku terseret hanyut Dulu begitu ramai Riuh Penuh Namun kini bersisa jelaga Ini ada hati Yang dulu kau selami Namun ditinggal pergi Tega menjurus sadis Setelah menengguk tuba, kau iris Memori ceria Diubah nestapa Ini ada hati Bukan peti mati
Aku adalah rumah yang belum pernah kau tinggali.