Mantra Sang Pengecut;
"Cinta tak harus memiliki," katamu dengan bibir gemetar, mencoba membungkus luka dengan selapis tipis kemuliaan semu.
Mari berhenti bersandiwara. Kalimat itu bukanlah sebait puisi suci; itu adalah bendera putih yang kamu kibarkan tepat di muka takdir. Itu adalah kebohongan besar yang kamu sebut obat, hanya agar kamu bisa tidur tanpa merasa seperti pecundang.
Mau tau mengapa? Sebab Cinta, pada hakikatnya, adalah insting untuk menggenggam, naluri untuk mendapatkan.
Bagaimana mungkin kamu menyebutnya cinta jika kamu rela membiarkan sumber cahayamu menerangi kamar orang lain?
Bagaimana bisa kamu merasa juga bahagia dengan "melihatnya bahagia" dengan orang lain, sementara kamu sendiri membusuk dalam sunyi yang kau ciptakan sendiri?
Itu bukan cinta yang luhur. Itu adalah penyangkalan yang sedang kamu rias sebagus gapura selamat jalan dibatas kota.
Jangan membangun narasi hanya agar kamu tidak perlu mengakui bahwa kamu telah gagal. Kamu menyebutnya "melepaskan demi kebaikan," padahal sebenarnya kamu hanya terlalu pengecut untuk bertarung, atau terlalu hancur untuk dipilih.
Kamu bilang kamu ikhlas, tapi matamu mencari-cari namanya di setiap sudut keramaian
Kamu bilang kamu rela, tapi dadamu sesak tiap kali melihat jemarinya bertaut dengan tangan yang bukan tanganmu.
"Cinta tak harus memiliki" adalah kebohongan terbesar yang diciptakan oleh mereka yang kalah dalam permainan hati.
Sebab, tidak ada satu pun orang di dunia ini yang menatap mata orang yang ia cintai lalu monolognya berkata, "Aku harap dia menjadi milik orang lain."
Jika kamu benar-benar mencinta, kamu tentunya ingin menjadi rumahnya, bukan sekadar halte tempatnya berteduh saat hujan sebelum ia melanjutkan perjalanan pulang ke orang lain.
Berhentilah memuja kehilangan seolah itu adalah sebuah pencapaian. Cinta yang tak mampu memiliki tetaplah sebuah luka; dan menyebutnya sebagai "keikhlasan" hanya akan membuat lukanya bernanah lebih lama.
Ganti kalimatmu, dan ucapkan dengan dada membusung, bahwa :
"CINTA HARUS MEMILIKI !"
~ be a real man bro..


















