Hai, capek ya?
istirahat dulu, gih. tumpahin semuanya, Allah rindu rintihan kalian.
#phm#ryland grace#rocky the eridian#project hail mary spoilers


seen from Jamaica

seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Canada

seen from United States

seen from Switzerland

seen from United States
seen from Japan
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from North Macedonia
seen from Singapore
seen from China
seen from United States
seen from Italy
Hai, capek ya?
istirahat dulu, gih. tumpahin semuanya, Allah rindu rintihan kalian.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Tidak ada yang benar-benar mendukungmu, kecuali diri kamu sendiri
Tidak ada yang betul-betul percaya kepadamu, melainkan diri kamu sendiri
Semua mendekat, karena ada sesuatu yang mereka inginkan darimu.
Saat mereka tidak mendapatkannya, kamu akan dijauhi, dihina, atau pun dicaci...
.
.
Agité
Aku pun masih heran. Hendak kemana perginya ia. Berlari tanpa arah tujuan. Kadang berjalan. Bahkan berhenti ketika ia letih, sembari merenung.
Ingin menyapa dan sekedar bertanya, tapi sudahlah. Aku rasa ia tak ingin diganggu. Wajahnya penuh kerut dan pikirnya terlihat melayang. Pandangannya pun kosong.
Hatinya mati. Tak bisa lagi merasakan apa yang orang lain rasa. Entah karena terlalu lama tak berinteraksi, atau karena rasa letih yang melanda.
Mungkin secangkir teh hangat dapat menyadarkan ia. Mengobati rasa perih yang sepertinya sedang menyelimuti. Menahan luka yang sedang deras berkucuran darah. Dan memberi rasa nyaman sejenak di tengah ramainya lalu lintas pemikirannya.
Namun tak ada yang berani. Karena semua orang menganggapnya kuat. Sudah terbiasa dengan beban hidupnya. Tapi siapa sangka. Tak ada yang tau sekarang arah pikirnya kemana.
Aku mencoba mendekat. Bertanya perihal kondisinya. Karena Aku pun tak yakin dia sedang baik-baik saja.
Sambil merenung dan menatap dengan tatapan sayu, ia mencoba berkata. Ternyata, terlalu lama mencoba mengerti perasaan orang, sampai ia lupa untuk mengerti perasannya sendiri. Terlalu lama mencoba membuat orang lain nyaman, sampai ia lupa menenangkan pikirannya sendiri. Terlalu lama fokus kepada orang lain, sampai ia lupa untuk mencintai dirinya sendiri. Bahkan ia tak tau bagaimana caranya..
Memang terlihat tak logis. Tapi ternyata itu yang sedang melanda dirinya.
Sepintas terlihat baik, berusaha sekuat tenaga untuk kebahagiaan orang lain. Namun ternyata menjadi penyakit ketika diri sendiri pun terzholimi..
Mungkin, tak ada salahnya. Untuk membiarkannya sendiri. Mencoba sendiri dan menyapa kembali hatinya yang telah lama terabaikan. Menanyakan apa inginnya. Mengapa, dan bagaimana caranya untuk bangkit kembali. Tapi sepertinya itu sulit. Jika memang sulit, semoga saja ada orang yang tepat untuk membantunya. Setidaknya kembali menyadarkan bahwa ia cukup berharga..
Atau, jika mungkin aku bisa, sepertinya aku akan. Berjalan bersama, bangkit bersama, dan kembali sadar bersama bahwa masih ada Allah swt., tuhan pencipta kita yang mau mendengar rintihan hati, menjawab ingin hati, dan membelai lembut hati meskipun sekotor apapun pemiliknya..
-رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ-
#9 Lemah Tapi Kuat
Ada ujiannya masing-masing
Berbeda, tak bisa disamakan
Sesuai porsi yang kita miliki
Ringan berat, tergantung bagaimana menyikapi
Pada hakikatnya sama, adil merata
Tak ada beban yang diberi tanpa kekuatan sepadan
Meski rasanya kita tak pantas, meski rasanya begitu berat dan keras
Allah tahu kekuatan kita, Allah lebih tahu kebaikan untuk tiap hamba-Nya
Kadang kita merasa lemah, padahal menurut Allah kita kuat melewatinya
Meski kita tak percaya diri, meski rasanya melelahkan sekali
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (QS. Al-Baqarah: 286).
Ditulis dimalam ke sepuluh bulan Syawwal 1441 H
Cilacap, 2 Juni 2020 (22.21)
Baiklah
Aku akan menulis ini dengan hati
Selembut yang aku bisa
Kelak, aku akan membacanya dan ingat bahwa kita pernah berbagi rasa
Aku tahu kau dan hidupmu tak pernah utuh. Sudah dari awal aku menebak-nebak, sampai kita sedekat ini.
Soal rasa, aku paham siapa yang masih bertahta. Siapa yang kau sebut cinta. Siapa dia, aku tahu namanya.
Dari cerita-ceritamu yang telah lalu, kesimpulanku sederhana sekali. Tak peduli jika kau membenci sisiku yang satu ini.
Kau begini semenjak ia pergi. Kau berubah dan lari tanpa arah. Mengharapkannya kembali, berkisah seorang diri, sampai entah bagaimana aku datang.
Aku datang sebagai penumpang. Tujuanku bukan kamu. Aku hanyalah tamu di malam bisu. Sama sepertimu, lukaku cukup deras. Berbisa. Waktu itu aku sangat menderita.
Jadi, tidak ada gunanya sekarang mengucap cinta. Aku memilihmu dengan tulus, kau memintaku dengan ragu. Bukan salahku jika bercanda aku tak mampu. Bukan salahku mengabaikanmu selalu. Pelarianmu ini suatu saat akan pergi juga. Tenanglah, beri aku waktu sebelum memutuskan reda. Sebentar saja. Sampai meniadakanmu kuanggap hal biasa.
Aku akan pergi nanti. Ketika seluruh tenagaku habis tapi sia-sia menunggumu menghabiskan tangis.
Sekarang biarkan aku bertahan dalam kecemburuan. Kau manusia dan aku tahu kau mengenalku sedalam apa.
-danisa

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Menahan rasa meletihkan
Pilu hati melihat kau bersamanya
Meski sudah pupus harapan,
Tapi perih tak kunjung pindah
Ya, kita teman kataku
Ya, sahabat katamu
Baru aku yang dapat melihat melampaui topeng mu, ucapmu
Baru aku yang mampu
Meski begitu permainanmu tetap mengikat hati
Sungguh tarik ulur kau ahli
Kau buat logika teradukkan nurani
Hingga otak ku tak berproses lagi
Aku tau kau paham
Bahwa hati ini masih kau dekap
Oleh karena itu maklumilah
Jikalau ku pergi beberapa saat
Tak lama, hanya sejenak
Agar ku tau posisi diri
Tak mau aku kau buat selir lagi
Letih hati, gundah batin.
Letih
“Karena hati bisa letih...” Kau berbisik sendiri Hanya dirimu yang dapat membuat dirimu tenang Kau ramu nostalgia Sendu dan bahagia Kau selipkan dalam sebuah amplop kecil Berisi kertas warna krem Di kertas itu tertulis: “Aku ingin ini sudah...” Aku lihat seseorang membuka amplop itu Aku bertanya padanya: “Ada apa?” Dia menjawab: “Hatinya telah letih...” Setelahnya, seseorang itu pergi Hilang ditelan waktu Namun kau masih ada Dan kudengar kau bicara dengan resahnya: “Karena hati bisa letih...” Ah, kau masih berbisik sendiri
Kali ini aku akan mementingkan kebahagianku bukan berarti aku tak perduli dengamu lagi hanya saja kau bukan lagi yang ku utamakan,letih menunjukan hal yang tak pernah kau sadari.