Ada yg bilang dirinya gak kelihatan ramah karna udah dari sono nya, kelihatan judes emang dari orok, wajahnya udh template katanya tidak bisa diubah. Aku sepakat emang ada org org yg kalau diam wajahnya itu seperti cemberut. Sekali lagi kalau diam it's normal dan kita memaklumi. Tapi bagaimana kalau dalam keadaan merespon orang lain? Kita bertanya baik baik respon yg diberikan nyolot. Kita sekedar memberikan sesuatu dengan cara yg baik, responnya merendahkan. Kalau dalam kacamata kebencian bisa jd memang ada org yg gak bisa menutupi kebenciannya bahkan dalam keadaan harus profesional sekalipun. It's okay kalau emang ga bisa menutupi kebencian ke org lain, tapi ga perlu memberi pernyataan kalau emang sifat itu dari sono nya. Buktinya ke org yg disuka bisa baik, tapi ke orang yang gak disuka ga bisa profesional dan cenderung childish.
Melihat kondisi orang yang seperti itu sebenarnya secara sepintas dapat membaca bahwa orang ini punya luka batin yg tertutupi, dan entah kenapa dampaknya harus terkena kpd org org yg dia benci. Simpelnya saja orang yang bahagia tidak akan menyimpan ruang untuk membenci, tidak akan pernah.










