Care For Me by Patah (2026)


#interview with the vampire#iwtv#the vampire armand#assad zaman


seen from United States
seen from Germany

seen from Brazil
seen from China
seen from Yemen
seen from United States

seen from Canada
seen from Italy
seen from United States
seen from United States

seen from T1
seen from Yemen

seen from United States

seen from Germany
seen from Yemen

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Russia
seen from Russia
Care For Me by Patah (2026)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
341
Kepada patah yang tertahan di dalam dan patah yang sulit untuk disembunyikan.
Pasti sakit sekali ya, saat kali pertama patah itu terjadi. Ketika susunan hati tak lagi utuh, meradang ia, dan kadang terlihat kemarahannya, bengkak berurai tangisan.
Bagaimanapun mekanismenya, mari bertahan dan membaik bersama-sama. Sedikit demi sedikit, dengan durasi yang tak terkirakan pun tak mengapa.
Patah akan pulih... seiring terbentuknya gumpalan-gumpalan keikhlasan pada ujung-ujungnya, hingga menyatukan kembali bagian patah sebelumnya.
—21.02.2025
Luka mu menjelma luka ku
Cerita yang kita paksakan untuk usai. Tanpa akhir yang pernah kita rencanakan. Antara dua hati, sekarang menjadi "hati hati ".
Tak ada pertanda, hanya rasa yang perlahan memudar. Dari perasaan yang mulai membeku.
Tidak ada yang menang atau kalah dari pilihan ini, kita hanya dipaksa menyerah ditengah jalan.
Pada akhirnya, kita masing-masing berpijak di hati yang terluka, mengingat memori yang sebentar lagi menjelma trauma masing-masing kita.
Kita telah usai. Tak ada maaf dari cinta yang akhirnya mati.
Kita Adalah Dua Langit Tak Sejajar
Kita berlayar dalam perahu retak Aku mendayung, kamu melihat ombak Kupelajari arah angin dan langit Sementara kamu tetap duduk, memeluk sunyi
Aku jatuh cinta seperti hujan di padang kering Mengira kamu akan tumbuh dan menghijau Tapi kamu tetap jadi batu Menampung air, tapi tak pernah menyerapnya
Aku tak takut masa lalumu yang bergemuruh Aku hanya khawatir masa depan kita tak ada pelabuhan Kamu tak ingin bertualang lebih jauh dan aku tak mau berlabuh pada kemarin
Kita dua langit yang tak pernah sejajar Saling mengagumi, sama-sama tinggi, namun tak bisa menyatu Tak ada pelangi yang cukup kuat Untuk menyatukan senja dan fajar
Terima kasih telah jadi cuaca yang pernah singgah Meski tak selamanya terang, tak pula bencana Semoga suatu hari, saat hujan reda Kita bisa saling memaafkan, tanpa perlu bicara
Tunjukkan rasa khawatirmu sebagaimana rasa khawatir itu, bukan dalam bentuk kemarahanmu
- Sastrasa

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Seperti daun yang terkadang sengaja dipatahkan untuk menumbuhkan tanaman baru, aku berpikir bahwa aku sengaja dipatahkan untuk membuat diriku tumbuh menjadi manusia yang lebih baru, lebih baik lagi dari pola pikir, sikap, dan perilakunya.
Suka?;
Ternyata kau suka ya membaca tulisan-tulisanku yg setiap baitnya basah oleh luka, tercium amis darah dari kata-kata yg menganga. Kau suka jadi alasan kenapa setiap kalimatku penuh gemetar, seolah huruf-hurufnya digores bukan hanya dengan hati, tapi juga dengan jari yg luruh dan patah.
Jadi jika itu yang membuatmu tinggal, akan kuterima setiap sisa dari sayatanmu, dengan pena di tangan dan dada yang berlumur peluh.
Karena yang kau cintai dariku bukan diriku yang utuh, melainkan versi remukku yang menjelma dalam tulisan.
Maka jangan berhenti, terus saja lukai hatiku. Cabik saja pelan-pelan, biar aku sempat menuliskan rasanya.
Ku tau, kau tak pernah betah di tengah bahagiaku, karena bahagia tak bisa kau nikmati jika bukan atas kehancuran yang kau cipta. Kau hanya membaca ketika aku menangis, kau hanya peduli ketika aku nyaris mati.
Silakan, patahkan lagi, tak apa. Karena selama hatiku retak, kau akan selalu menemukan puisi tentang dirimu.
Dan selama kau menikmati deritaku, aku akan terus menjadi penulis favoritmu dalam cerita yang tak kunjung usai.
Patah hatiku bukan akhir, itu hanya awal dari bait baru yang diam-diam masih kutulis dengan namamu sebagai pemerannya.
Jika duka adalah satu-satunya bahasa yang membuatmu betah menetap di puisiku, maka biarlah aku jadi rumah yang hancur, asal kau tak pergi...
Sudah melangkah sejauh ini. Sudah berjuang sekeras ini. Jangan menyerah. Apalagi berbalik arah. Karena lebih baik lelah daripada patah..