Kini,
Ada pertanyaan yang sedikit menggelitik disebuah post. "Jika waktu bisa kamu putar. Kamu akan kembali pada waktu mana?" Entah kenapa ketika aku membaca itu, fikiranku langsung melesat lepas menuju tahun 2007. Dimana, saat itu usiaku memasuki Sweet Seventeen. Yang katanya, itu usia sakral. Sakral. Sakral darimananya?
Memang, kala itu aku sedikit berfikir. Diusiaku yang memasuki 17, apa yang akan aku lakukan. Aku masih muda, bahkan bisa dikatakan belia. Obsesi fikiranku saat itu masih dipenuhi dengan Musik, Sastra, dan Cinta. Aku tidak pernah memikirkan sedikit pun nanti setelah lulus SMA aku mau kuliah di mana? Ambil jurusan apa? Terus kerja nanti apa? Tidak, tidak pernah sedikit pun aku memikirkan itu. Hanya yang tersebut saja yang aku terus fikirkan dan menjadi obsesiku.
Lalu, apa yang menjadi jawaban dari pertanyaan 'Post' itu? Kenapa aku ingin kembali di tahun 2007. Jawabannya, apa yang sudah terlampirkan:
Musik! Aku terlalu mengilai ini. Obsesi sejak masih bocah tengil. Cita tertinggiku adalah menjadi seorang musisi. Musisi yang nggak kaleng-kaleng. Paling tidak aku bisa memainkan lebih dari satu istrumen alat musik. Dan, Ya. Itu terwujud. Guitar, drum, keyboard, bass. Sudah hampir semua aku kuasai. Mengarang lagu pun sudah aku mulai sejak SMP. Aku juga memiliki sebuah band impian di jaman SMA. Band yang melambungkan mimpiku. Mimpi yang membunuhku ditengah badai.
Sastra! Aku mulai jatuh cinta ketika usia SD. Seorang pujangga menarikku dalam buaian syair melankolisnya. Dan seorang novelis klasik membawaku dalam babak kedua. Menyelesaikan sebuah novel ditahun 2007. Lalu, aku terus menerus menulis. Menulis dan menulis. Bahkan sampai pada waktu-waktu selanjutnya yang tidak pernah bisa aku hentikan.
Cinta! Seorang gadis sunda datang padaku. Memberikan sejuta imajinasi cintanya. Membawaku dalam delusi yang tak terelakan. Sebuah hal yang sampai kini tak bisa lagi aku dapatkan. Dimana puncak karyanya adalah kehidupanku diwaktu itu. Waktu yang sampai detik kini menghantuiku.
Lalu, kenapa 2007 waktu yang aku pilih? Bukan di 2010, 2013 atau 2015 puncak momen krusialku.
Aku ingin mengatakan pada diriku di 2007. Jadikan musik tetap sebagai hobimu. Bukan citamu. Obsesimu itu akan membunuhmu. Tetaplah berkarya, menulis lagu dan merekamnya di kaset atau komputer bututmu. Bila perlu buatlah email dengan password yang kamu tulis dijurnalmu untuk kamu send tiap lagumu. Dan jangan pernah membakar jurnalmu dikemudian hari. Itu yang aku butuhkan kini. Dan tetap berkarya walau bandmu meninggalkanmu begitu saja. Tetap ingat ini, jangan kamu abaikan. Karena setahun lagi ada band yang sama akan meninggalkanmu. Kamu terlahir untuk sendiri. Bukan bersama. Dan tetaplah bermusik. Jangan pernah berhenti karena dirimu sendiri. Your the best. Karena dirimu nanti, akan menjadi additional player. Fokus pada Bass. Karena kini, hanya bass yang tersisa.
Aku berhasil merevisi novel-novel 2007 mu. Hanya saja, kamu lupa menuliskan hal penting di satu bab. Kamu tidak benar-benar menulis bab serius dalam karyamu. Pasalnya, novelmu menjadi hal penting kini. Karena kamu dulu lebih memilih menyimpan. Kini, aku tak mampu menunjukkannya. Seharusnya kamu yakin pada dirimu. You Can If You Think You Can. Kini, banyak cerita yang sama alurnya.
Tetap mencintainya. Walau dia bukan jodohmu. Setidaknya, kamu bertahan dalam delusimu lima tahun lagi. Jangan pernah melupakannya sedetik pun. Tetap menulisnya dijurnalmu. Menjadikannya inspirasimu. Dan jangan pernah membakarnya. Kelak, kamu akan menjadi teman terbaiknya disosial media. Saling memantau tanpa lupa. She'oveme. Ingat ini, kamu melupakannya sama saja bunuh diri di 2009.
Dikehidupan selanjutnya. Jangan pernah pindah dari pojok duniamu. Kamu akan kehilangan arah. Tempat baru hanya kamu jadikan persinggahan sementara. Dan bawa gitarmu. Tetap mainkan. Jangan pernah berhenti dan menjadikannya pajangan. Kini, aku membutuhkannya. Aku tak bisa lagi merelai perasaan ini dikala sakit. Dan, ingat pesan ini. Pesan yang aku ulang lagi. "Jangan pernah meninggalkan pojok duniamu. Perpanjanglah pojok duniamu. Sekalipun kamu banyak terluka di sana. Luka itu yang kini aku butuhkan untuk bertahan."
Setahun lagi kamu akan mendapat apa yang selama ini kamu impikan. Sebuah kuda besi impian. Yang akan menemani perjalananmu. Namun, aku memberi dua pilihan: Pertama kamu akan menaikinya sendiri dan berkelana; atau kedua kamu menaikinya bersama tapi kamu menderita. Ingat, setelah masa SMA nanti. Kamu akan lebih banyak memiliki mimpi. Dan mimpi itu tak bisa kamu wujudnya jika kamu bersama. Kamu harus sendiri. Pilihan ada ditanganmu. Apa yang kamu pilih akan tetap menjadi takdirku di waktu kini,
Kelak. Kamu mungkin tidak mendapat apa yang selama ini menjadi obsesimu. Tapi, kamu telah membuat satu kalimat "Obsesiku adalah caraku untuk tetap hidup." Tetap hidup dalam obsesimu itu. Setidaknya obsesimu akan menyelamatkanmu di 2010 nanti. Dan tujuan utamamu tetap pada mimpi kecil di masa kecilmu. Ini menjadi jalan keluarku kini. Jika kau lupa apa itu, aku akan mengingatkan. "Perawat." Mungkin kamu telah melupakannya. Tapi, kini aku ingat pada satu waktu yang tak pasti. Kamu merasa kagum pada Papah yang seorang perawat. Ketika Papah blusukan disebuah desa terpencil dan kamu menemani. Kamu membayangkan suatu hari menjadi seperti Papah. Tapi, versimu kamu menaiki kuda besi jantan. Tanpa kamu sadari mimpi kecilmu ini kini menyelamatkanku. Dan menjadi obsesi baru dikehidupanku kini,
Dan untuk kamu di delapan tahun mendatang. Kamu memang memiliki jurnal baru. Tapi, tolong. Jangan pernah membakarnya lagi hanya karena alasan menjaga perasaan. Faktanya, kamu akan membutuhkannya kelak. Karena, enam belas tahun dari waktumu. Kamu akan sendiri lagi. Tetaplah menyimpan apa yang tertulis dijurnalmu. Karena perjalananmu masih begitu panjang. Kamu harus tetap menulis perjalananmu. Jangan pernah membakarnya. Saranku, simpan semua tulisanmu diemail atau blog dan JANGAN PERNAH MENGHAPUSNYA.
Percayalah. Semua hal yang ada diisi kepalamu akan terwujud. Mimpimu berkelana seindonesia. Mengelilingi pesisir utara dan selatan pulau jawa sudah aku selesaikan kini. Bahkan, semesta memberi bonus hingga pulau dewata dan Sulawesi. PR ku hanya tinggal Sumatra, Kalimantan, maluku, NTB, NTT, dan Papua. Dan satu hal, kamu berhasil tinggal di Kota Timur. Walau hanya satu tahun dan kamu akan kembali lagi tinggal di sana 12 tahun kemudian. Di sana kamu akan menemukan banyak cerita untuk novelmua nanti. Asal, kamu sendiri.
Aku ingin membentukmu untuk aku mempersiapkan waktukku kini. Catatan ini, semoga tersampaikan kepada diriku di 2007. -












