Squints
Have I ever shown Sadi and Bisu on here?
Methinks not.
ANYWAY, have Sadi and Bisu!
seen from Czechia

seen from Germany

seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from China
seen from Somalia
seen from T1

seen from Czechia
seen from United States
seen from Türkiye
seen from Japan
seen from Australia
seen from United States

seen from Netherlands
seen from China

seen from Czechia

seen from T1
Squints
Have I ever shown Sadi and Bisu on here?
Methinks not.
ANYWAY, have Sadi and Bisu!

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Stone relief of Bes
Bes is an interesting God in the Egyptian Pantheon. Not too much seems to be known about him. He looks a bit like the Venus Goddesses that we also find in Europe. These goddesses are often for fertillity and birth and that also counts for this God. He’s the god of birth and marriage. Interesting is also that he is seen from the front and not from the side, unlike many other Egyptian gods.
In Temples, you will not find this god so often. At least, I did not notice it. It makes sense though, cause this god was more a god of the people, one that would be found at home to protect the marriage and hope for a lot of children.
This relief I found in the Hurghada Museum.
Bisu Abadi
Bagaimana kau menyukainya? Bagaimana bisa hatimu bertahan dengannya?
Rindu kau ramu setiap saat, dari detik ke menit berikutnya, dari menit menuju jam, dari jam menuju hari. Apakah kamu belum bosan? Suara jam berderit menyeret jarumnya mengikuti alunan semesta. Sesekali karena jengkel kau cabut baterai nya, kau menyangka dengan jarum jam itu berhenti bergerak, dunia pun tak lagi berputar. Kau, ah alangkah kesalnya...
Cahaya senja berpendar menyusup ke dalam ruangan mu. Kau hanya diam di sana, seperti tak bernafas, sambil sesekali membolak-balik kertas dan buku-buku di sekeliling mu. Saban waktu, kau merajut hari demi hari tanpa henti. Sudah tak perdulikah kau dengan dirimu sendiri?
Kau begitu layu, bibirmu yang mengering, tubuhmu kurus, kulit yang semakin pucat. Seperti mayat yang tak pernah hidup lalu menjelma bisu abadi.
Ceritalah!!... Jika beban di pundak mu sedemikian berat hingga membuatmu membisu, lepaskan beban itu sejenak, carilah kawan untuk membantumu. Sungguh, kau tak hidup sendiri.
Lalu, Jangan lagi kau Kurung dirimu di tempat gelap itu, yang cahaya pun masuk dengan enggan, udara pun seperti terpenjara di dalamnya. Keluarlah..!
Namun aku terus saja terheran-heran. Apa cinta selalu membuat mu demikian, apa rindu kerapkali menyiksa jiwamu?..
Dia tiba-tiba menatap tajam, aku terperanjat, ia layaknya mayat yang bangkit dari kematian. Lalu dengan terbata-bata ia berkata; "Jangan angkuh dihadapan cinta, kau hanya belum merasakannya, kelak jika kau mengalaminya, kau akan bisu sepertiku, lalu hanya sakit dan sesak yang kau rasakan dihatimu".
Membisu..
Kelebihan di Balik Kekurangan
Pernah kah kamu terpikirkan bahwa di sisi lain dari sebuah kecacatan yang diderita oleh seseorang yang buta, tuli, dan bisu ada keberuntungan yang seharusnya kita inginkan?
Apakah itu? Ialah terjaganya yang buta dari melihat sesuatu yang tak seharusnya dilihat oleh mata, ialah terjaganya yang tuli dari mendengar sesuatu yang tak berarti, dan terjaganya yang bisu dari seenaknya mengucapkan sesuatu.
Maka, bisa jadi kesaksian mata, telinga, dan lisan mereka di akhirat kelak lebih ringan dari pada kita yang Allah berikan kesempurnaan indra.
Maka tak maukah kita menjadi manusia yang lebih beruntung? Yaitu manusia yang dapat menggunakan mata, telinga, dan lisannya untuk sesuatu yang diridhoi-Nya? Kita masih diberikan penglihatan dengan baik, telinga yang masih berfungsi, dan lisan untuk berbicara, maka sudah sepatutnya kita lebih bersyukur dengan cara menggunakan titipan-Nya itu sebaik-baiknya.
@penaalmujahidah

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Bisu,You’re literally love. In your existence and your actions. If I had the vocabulary to describe just how much I think you’re beautiful. You’re meant for so much. Thank you for loving me and reminding me I’m lovable when I don’t feel that way. You’re bright and loving and my soul will renumber you forever.
~
who does these kids remind me of...
Baiklah
Aku akan menulis ini dengan hati
Selembut yang aku bisa
Kelak, aku akan membacanya dan ingat bahwa kita pernah berbagi rasa
Aku tahu kau dan hidupmu tak pernah utuh. Sudah dari awal aku menebak-nebak, sampai kita sedekat ini.
Soal rasa, aku paham siapa yang masih bertahta. Siapa yang kau sebut cinta. Siapa dia, aku tahu namanya.
Dari cerita-ceritamu yang telah lalu, kesimpulanku sederhana sekali. Tak peduli jika kau membenci sisiku yang satu ini.
Kau begini semenjak ia pergi. Kau berubah dan lari tanpa arah. Mengharapkannya kembali, berkisah seorang diri, sampai entah bagaimana aku datang.
Aku datang sebagai penumpang. Tujuanku bukan kamu. Aku hanyalah tamu di malam bisu. Sama sepertimu, lukaku cukup deras. Berbisa. Waktu itu aku sangat menderita.
Jadi, tidak ada gunanya sekarang mengucap cinta. Aku memilihmu dengan tulus, kau memintaku dengan ragu. Bukan salahku jika bercanda aku tak mampu. Bukan salahku mengabaikanmu selalu. Pelarianmu ini suatu saat akan pergi juga. Tenanglah, beri aku waktu sebelum memutuskan reda. Sebentar saja. Sampai meniadakanmu kuanggap hal biasa.
Aku akan pergi nanti. Ketika seluruh tenagaku habis tapi sia-sia menunggumu menghabiskan tangis.
Sekarang biarkan aku bertahan dalam kecemburuan. Kau manusia dan aku tahu kau mengenalku sedalam apa.
-danisa