Pagi ini, aku sedang duduk di kursi tunggu menemani suami yang sedang cek laboratorium di salah satu rumah sakit Makkah.
Ruang tunggu suami dan aku berbeda, karena disini tidak bercampur antara laki laki dan perempuan.
Aku mencari kursi kosong, hampir semua penuh, dan tersisa ada 2 kursi di ujung. Aku duduk menghadap ke sebuah ruangan yang pintunya terbuka. Sesaat kemudian, ada anak kecil bersama ibunya masuk ke ruangan. Mungkin 5 tahun usianya. Sang anak duduk di kursi pasien, sedang ibunya tepat didepannya. Canda tawa riang masih tersimpan di pipinya. Ibunya dengan aktif memperkenalkan dokter dan bercerita tentang tujuan mereka kesana. Perlahan, dokter mulai memasang sesuatu di tangan anak tersebut. Menyiapkan pula jarum suntik.
Hingga akhirnya, perlahan tangisnya pecah. Ibunya tetap tenang dan menenangkan. Samar samar aku mendengar ibunya membaca :
بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِيْ الْأَرْضِ وَلَا فِيْ السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Ibunya Tidak berhenti menenangkan anaknya. Dia arahkan pandangan anak untuk ke langit langit ruang, ke tembok, dan mendengarkan apapun yang anak rasakan
Perlahan tangisnya hilang, dan semua ikut merayakan keberhasilan si anak.