Bersyukur adalah cara terbaik untuk meraih espektasi
Espektasi lahir dari keinginan kita untuk meraih suatu hal yang ideal atau sempurna, meskipun kita sepenuhnya sadar juga kalau yang sempurna tu hampir gak bener-bener ada (cuman emang suka lupa juga kan ๐
)
Beberapa hari kemarin, aku berperang dingin dengan 'espektasiku'. Aku menyalahkan semua realita yang ada di hidupku yang seharusnya sesuai dengan 'espektasi' itu. Bahkan ketika itu berkaitan dengan orang lain, aku masih bisa-bisanya berpikir, 'kenapa sih dia kayak gitu, kan harusnya dia tau yang bener tu kayak gini'. Jadi maksa-maksa orang lain.
Melelahkan rasanya, apalagi ketika aku pun tau kalau dah berkaitan sama orang, kita gak bener2 punya kontrol atas itu.
Hingga, tadi aku coba berdoa pada Allah
Ya Allah, kalau memang segala hal ini baik untukku, maka tunjukkanlah hal baiknya, tapi apabila ini tidak baik untukku, maka segera jauhkan diriku dari hal tersebut dan gantilah kondisi ku dengan yang lebih baik. Berikan lah hamba-Mu hidayah dari-Mu ya Allah
Selang beberapa waktu, aku jadi teringat sama satu prinsip yang dulu pernah aku dapat,
Syukurilah apa yang sudah ada padamu, dan jangan cari sesuatu yang tidak ada padamu.
Aku lupa, kayaknya dari kajiannya ust Fahruddin Faiz.
Dari satu prinsip ini, aku jadi merenung, iya juga ya.
Kita aja lho belum sepenuhnya mensyukuri apa yang kita punya, belum makasih, belum nge apresiasi segala hal yang udah Allah kasih ke kita (rezeki, relasi, kebaikan orang lain, dll). Malah sebaliknya, kita selalu nuntut hal-hal yang gak ada di kita. Pantes capek ๐ฎโ๐จ
Dan kalau diingat-ingat lagi, Allah kan bilang ya
Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat - QS. Ibrahim : 7
Nah kan, mungkin ya emang kudu syukur dulu baru espektasi kita dikabulin satu per satu sama Allah.
Mungkin dengan kita coba berdamai sama espektasi kita sendiri, bukan dengan menghapusnya, tapi pakai jalan lain. Yaitu, dengan nyoba "caranya Allah" untuk bersyukur dulu, nanti Allah nangkep kita dah syukur, Allah ngasih nikmat ke kita, yang kalau Allah nganggep espektasi kita adalah baik bagi kita, pasti Allah akan kasih, tapi kalau enggak, ya pasti diberikan nikmat yang lebih baik.
Gitu kan lebih enak yaa. Di realitanya, kita berusaha fokus ke apa yang kita punya aja, bersyukur banyak-banyak atas itu semua. Tapi, di sepertiga malam, dalam doa kita, kita pasrahkan espektasi kita kepada Allah SWT.
Toh Allah sangat pemilik kunci atas masa depan dan hal2 baik yang seharusnya kita terima kann, jadi yaa bismillah percayakan saja semuanya pada Allah.