Pohon berdiri tegak, memeluk langit dengan ranting-rantingnya yang menjulur seperti doa yang tak pernah selesai. Di kakinya, rumput tumbuh rapat, hijau dan lembut, bagaikan karpet yang menjaga tanah dari kesepian.
Mereka berbicara tanpa suara—pohon dengan napas panjangnya yang sabar, rumput dengan bisik-bisik yang dibawa angin. Pohon memberi teduh, rumput memberi hangat bagi langkah yang singgah. Di bawah cahaya matahari, mereka sama-sama menyerap hidup, dan di bawah hujan, mereka sama-sama menegakkan diri, meski beban air menggantung di tubuh mereka.
Di antara keduanya, ada ikatan yang tak terlihat: saling melengkapi tanpa pernah menuntut. Pohon dan rumput, dua bentuk kehidupan yang berbeda, namun sepakat menjaga bumi agar tetap bernafas.














