“Ya Allah, jangan Engkau ambil nyawaku secara tiba-tiba, jangan pula Engkau panggil aku saat aku lalai. Anugerahkanlah kepadaku tenggang waktu agar aku sempat kembali kepadamu, bertobat dari dosa-dosaku, sebelum tibanya kematian”
— Doaku jumat sore
seen from Italy
seen from Türkiye

seen from Spain

seen from Singapore

seen from Singapore
seen from South Korea

seen from Singapore
seen from United States
seen from China
seen from Poland

seen from Spain

seen from Malaysia
seen from Türkiye

seen from Spain

seen from United Kingdom
seen from Venezuela
seen from United Kingdom

seen from Spain

seen from United Kingdom
seen from Brunei
“Ya Allah, jangan Engkau ambil nyawaku secara tiba-tiba, jangan pula Engkau panggil aku saat aku lalai. Anugerahkanlah kepadaku tenggang waktu agar aku sempat kembali kepadamu, bertobat dari dosa-dosaku, sebelum tibanya kematian”
— Doaku jumat sore

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Lacyé gives us Lasombra well wishes
Bertanya
Semua orang pernah melakukan kesalahan, dan semua orang bisa berubah. Memang.
Tapi kadang, kita nggak mau kembali bersama dia yang pernah menyakiti kita bukan karena kita nggak percaya dia bisa berubah. Ini soal batas (boundary) yang akhirnya kita punya—ini sehat nggak buatku? ini melanggar batasku nggak?
Boundary adalah bentuk self-respect kita terhadap diri sendiri.
Kalau kamu akhirnya sampai di titik di mana kamu benar-benar paham cara menghormati diri sendiri, memangnya kamu masih mau menggadaikannya lagi demi bersama seseorang yang pernah menyakitimu?
Bising yang Senyap
Dunia terlalu berisik, sampai-sampai kita lupa cara mendengar suara hati sendiri.
Kita sibuk sekali mengejar “tenang”. Kita beli tiket liburan, checkout barang-barang keren, maraton semua series yang lagi hype.
Tapi anehnya, “tenang” itu cuma mampir sebentar, lalu pergi lagi menyisakan ruang hampa yang lebih besar.
Kadang kita lupa, bahwa ada jenis istirahat yang nggak bisa didapat dari tidur. Ada jenis “healing” yang nggak dijual di aplikasi travel.
Bisa jadi, istirahat terbaik adalah sujud yang panjang. Dan “healing” terbaik adalah khalwat —menyepi dari riuh rendah dunia untuk sekadar curhat tanpa filter sama Allah.
Karena cuma Dia yang bisa mengubah kekacauan di kepala menjadi ketenangan di hati.
“Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28).
@quraners
Jadilah perempuan sekuat Sayyidah Hajar. Yang tidak pernah takut ditinggalkan oleh siapa pun. Sebab keyakinannya yang utuh, bahwa Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan hamba-Nya yang bertawakkal secara penuh.
Kalimat menyejarah yang terucap dari lisan Sayyidah Hajar ketika ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim 'alaihissalaam, tidak hanya meneladankan kuatnya ketauhidan, tapi juga meneladankan kuatnya karakter perempuan yang selalu berprasangka baik pada Allah.
Ketika berulang tanya yang diawali dengan kata "mengapa?" tak jua terjawab, Sayyidah Hajar memperluas sudut pandangnya dan mengganti pertanyaannya.
"Apakah Allah yang memerintahkanmu melakukan semua ini?".
Pertanyaan cerdas yang tidak membutuhkan penjelasan, hanya jawaban singkat saja, namun jawaban dari pertanyaan itu, sudah cukup untuk menjelaskan semuanya.
"Ya!" Jawab Nabiyullah Ibrahim 'alaihissalaam dengan perasaan yang akhirnya lega.
"Jika benar ini perintah Allah, maka pergilah!. Sungguh, Allah tidak akan pernah sekali pun menyiakan-nyiakan kami". Sebuah pernyataan yang diucapkan dengan penuh ketenangan, sekaligus tegas dan tanpa ragu. Tidak ada ketakutan dan kekhawatiran di situ.
Sebab Sayyidah Hajar percaya, selama ia bersama Allah, semua akan baik-baik saja.
@rizqan-kareema

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Semuanya tidak harus terwujud sekarang, tapi semuanya butuh di perjuangkan dari sekarang. Kemana kamu berpulang, seperti apa akhirnya kamu berpulang perihal akhirat bergantug pada kebiasaan kamu sekarang.
Kita tidak bisa memilih bagaimana kita lahir, tapi kita punya andil besar dalam membentuk bagaimana kita berakhir.
Sebab, akhirat bukanlah sebuah kejutan yang datang tiba-tiba, melainkan muara dari ribuan keputusan kecil yang kita ambil setiap hari. Kita seringkali terlalu sibuk memikirkan "kapan"sampai, hingga lupa memperbaiki "bagaimana" cara kita berjalan. Padahal, setiap tarikan napas adalah kesempatan untuk memperbaiki arah kompas kehidupan.
Jangan remehkan kebaikan kecil yang kamu lakukan secara sembunyi-sembunyi, karena mungkin saja itulah yang akan menjadi lentera saat duniamu mulai meredup. Jangan pula abaikan dosa kecil yang terus diulang, karena ia ibarat tetesan air yang perlahan-lahan melubangi batu keteguhan imanmu.
Pada akhirnya, tempat berpulangmu adalah cermin dari apa yang paling sering kau peluk dalam hidupmu. Jika kau memeluk kedamaian dan ketaatan dalam setiap perjuanganmu hari ini, maka kepulanganmu pun akan disambut dengan pelukan yang paling menenangkan. Berjuanglah sekarang, agar kelak kau tidak hanya sekadar "sampai", tapi sampai dengan keadaan yang sebaik-baiknya.
Beberapa orang tidak senang dengan nasihat. Bukan karena terlalu melukai saat disampaikan. Tapi karena hati mereka enggan tuk disalahkan.
Padahal nasihat adalah sebaik-baik bentuk dari cinta. Yang mengingatkan, yang mengarahkan. Yang mengajak untuk memperbaiki kesalahan. Yang berharap akan lahirnya kebaikan.
Karena nasihat bukan untuk menjatuhkan. Tapi untuk menyadarkan bahwa dalam setiap langkah yang kita arungi di kehidupan ini, ada kalanya kita hilang arah dan berbelok meninggalkan syariat. Ada kalanya prinsip kita mulai kendor dan tak lagi kuat.
Sehingga kita butuh untuk disadarkan sejenak. Dengan apa? Dengan fakta terkait diri kita yang terlampau jauh berjalan. Sehingga kita tidak lagi jeli dengan perintah Allah. Sehingga kita tidak lagi peduli dengan ajaran Rasulullah.
Karena jangan sampai kita sibuk membenahi penampilan diri. Tapi nyatanya yang kurang adalah kepala yang tidak lagi terisi dan hati yang mulai mati.
Maka ketika nasihat itu sampai di depan matamu, cobalah sesekali untuk acuh. Karena boleh jadi ia datang sebagai pengingat yang Allah kirimkan untukmu.
Pengingat jika langkahmu sudah terlalu jauh. Pengingat agar engkau kembali seperti dulu.
Dalam balutan syariat dengan tekad sami'na wa atho'na - kami dengar dan kami taat.
12.05 a.m || 24 Januari 2026
Titik tertinggi kecewa itu bukan memaki, tapi menjauhi. Sebab untuk terus mengerti tanpa dimengerti itu amat menguras energi. Berhenti berinteraksi lebih baik daripada merusak diri..