Mendung dan Perasaan yang Kembali Nyaman
Suasana pagi ini mendung, jalanan pun terlihat masih basah oleh sisa air hujan yang turun. Sempat ingin kuurungi niatku untuk berlari, tetapi akhirnya kubulatkan tekad untuk tetap pergi.
Jalanan masih sepi dan suasananya terasa dingin. Aku berlari melewati rute seperti biasa. Sesekali pikiranku masih menampilkan momen-momen semalam yang membuatku merasa kurang nyaman. Kucoba memahami dari sudut pandangnya, tetapi nihil. Tidak kutemukan pembenaran apapun untuk kebohongannya. Aku bahkan seperti menyesali banyak hal karena ulahnya.
Aku coba mengatur napas. Berusaha kembali fokus berlari. Di tengah perjalanan, suara bapak dan anak yang sedang bernyanyi di atas motornya mengambil alih fokusku. Hanya sekilas memang, liriknya pun sedikit samar, tetapi nada kehangatannya memenuhi jalanan yang masih sepi itu. Motornya melaju menyalipku. Kuingat wajahku mulai sedikit tersenyum saat itu. Kupikir, momen sederhana seperti itu berhasil mengingatkanku. Ada benarnya juga untuk fokus pada hal yang bisa ku syukuri saja daripada harus mengingat-ingat sesuatu yang membuatku tidak nyaman.
Setelah cukup lama, kurasakan langkah kakiku mulai berat karena kelelahan. Kutebak jumlah langkah kakiku pasti sudah lebih banyak daripada hari-hari sebelumnya. Entahlah, tidak kugunakan aplikasi apapun untuk mengukurnya. Akhirnya kuputuskan untuk beristirahat di sebuah taman.
Kuperhatikan orang-orang yang berlalu-lalang sambil duduk di salah satu kursi taman. Satu-persatu mulai terlihat menjalani aktivitasnya. Belum ada wajah-wajah yang kukenali. Kulihat bapak-bapak yang sedang mengajak anaknya keliling dengan keretanya, orang-orang yang mengendarai motor atau sepedanya hingga pasangan suami-istri yang menikmati hari minggunya dengan berjalan santai.
Satu dua orang lainnya mulai berdatangan untuk senam di taman. Senam rutin setiap hari Minggu. Aku berniat ingin beranjak dari tempat duduk, tetapi tertahan karena akhirnya kulihat ada seseorang yang kukenali. Aku menyapanya. Kami berbincang beberapa lama. Orang-orang yang ingin senam sudah mulai banyak berdatangan. Mbak itu juga mengajakku untuk ikut senam, tetapi kutolak dengan baik. Obrolan kami ikut terhenti ketika salah satu dari ibu-ibu itu memberitahu bahwa senamnya batal karena kondisi yang tidak memungkinkan. Mbak itu pamit terlebih dahulu. Beberapa menit setelahnya aku menyusul.
Hingga saat itu, suasana masih mendung, tetapi setidaknya perasaanku sudah jadi lebih membaik. Aku bersyukur, bahkan di hari-hari yang membuatku merasa tidak nyaman, ternyata Allah masih menyelipkan hal-hal kecil yang bisa mengingatkanku untuk tidak berlarut-larut. Hal-hal kecil yang sekaligus bisa membuat perasaanku kembali nyaman.
Semoga hari minggumu juga menyenangkan!