Lengang
Apa Kau masih di sana?
Menunggu di sajadah lusuh
Pada sepertiga malam yang pernah kita peluk
Atau
Akulah yang terlalu jauh
Hingga jejak-Mu mengabur
Dari seluruh hariku

seen from Malaysia
seen from China

seen from Italy

seen from South Africa
seen from Chile
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Singapore
seen from Russia
seen from Türkiye

seen from Italy

seen from United States
seen from United States

seen from Australia
seen from China
seen from United States
seen from China
seen from Italy

seen from Singapore
Lengang
Apa Kau masih di sana?
Menunggu di sajadah lusuh
Pada sepertiga malam yang pernah kita peluk
Atau
Akulah yang terlalu jauh
Hingga jejak-Mu mengabur
Dari seluruh hariku

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Hening diam dan tak berisik gambaran perasaan yang telah tertidur hampir setahun ini,
photo dan video pendek tidak lagi mengobati rasa rindu untuk kembali. Kembali ke kota setuja cerita, setuja kenangan, sejuta tempat untuk selalu Bersama mu.
tapi……………….
Buat Aku Menang Atas Sumpahku
Aku tahu kamu sedang merasakan sakit yang luar biasa.
Tapi aku benar-benar tidak ingin kamu menyakiti orang lain lagi dan meneruskan siklus kegelapan ini.
Sebab aku tahu bahwa melakukannya pun tak pernah melegakan hatimu barang sedikit, justru itu akan membuatmu semakin terluka.
Aku tahu sebab aku pernah mengalaminya.
Bukankah kamu sendiri pernah mengatakan bahwa kamu sangat membenci siklus ini?
Kamu membenci siklus kebencian yang membuatmu lelah dan sesak karenanya, tapi enggan melepaskannya.
Begitupun aku ... dulu.
LDM
selalu dengan pola yang sama
pulang kusambut bahagia,
seperti ada kupu kupu didalam perut,
ketika harus terpisah lagi oleh jarak,
hidup seakan hanya setengah kehidupan,
sisanya hampa dan kesedihan.
Menyibukkan diripun tak cukup memenuhi kehidupanku lagi,
tawa bersama sikecilpun terasa menyesakkan dada.
Kembali menjalani sisa sisa kehidupan dihari kami harus terpisah jarak.
Sembari berpikir,
-besok aku harus hidup seperti apa ?
5/3/2026
"Belum
Aku tak pernah berkata tidak.
Aku memilih belum—
sebuah kata yang kuberi nafas,
agar harapan tetap hidup.
Belum berarti menunggu,
bukan menyerah.
Bukan berarti pintu ditutup,
hanya saja belum diketuk dengan benar.
Di antara ragu dan lelah,
aku menggenggam satu kata
seperti korek api kecil
di malam yang hampir padam.
Selama masih bisa diucap,
aku percaya:
ada esok yang sedang berjalan ke arahku,
meski pelan.
Suktian Agung Purbaya

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
-4
SURAU.CO – Ada saat dalam hidup, manusia datang kepada Allah bukan dengan dada membusung, tetapi dengan langkah tertatih. Bukan membawa prestasi amal, melainkan beban dosa yang tak sanggup lagi dihitung satu per satu. Di titik itulah seorang hamba mulai jujur pada dirinya sendiri: bahwa ia lemah, rapuh, dan sering kalah oleh hawa nafsunya. Betapa sering lisan kita basah menyebut nama Allah,…
Rasa yang Gagu
Setiap bait yang ku tulis adalah rasa. Tangis yang pecah tanpa suara. Marah yang meraung tanpa kata. Kecewa yang hanya terbaca lewat mata. Tawa yang ternyata fatamorgana. Melebur dalam aksara yang kian bernanah.
Detik, Jam, dan Waktu
Detik terus saja berlari selayaknya gadis kecil yang baru saja bisa melangkahkan kedua kakinya. Jam pun tak henti-hentinya menimpa deru dilaju fikiran ini, selayaknya seorang pria dewasa yang baru saja terjebak dalam tarian file-file pajak yang menumpuk. Dan waktu, seakan seperti dua orang yang sedang memadu kasih dalam retaknya pertanyaan "Janin ini milik siapa?"
Sampai detik, jam, dan waktu yang sudah berjalan ini. Saya hanya ingin menyelesaikan apa yang sedang ada di atas meja makan. Memakan semuanya sampai habis tak tersisa. Sebuah sajian yang sangat menggugah selera, akan khayalan beribu tahun yang akhirnya terwujud dalam satu waktu.
Dikesemogaan ini, harap dan doa menjadi nyata. Dalam detik, jam, dan waktu yang terus saja berlalu seperti seorang Imam dikerumunan jema'ah-nya.
"Tuhan. Jika ini sudah menjadi Detik, Jam, dan Waktuku. Maka nyatakan apa yang selama ini hanya menjadi khayalan dan kejaran kosong belaka. Segala restu dan cinta-Mu selalu ku nanti dalam doa yang terus saja membusa dalam ludahku."