Saya pernah melihat sebuah video yang dibagikan oleh salah satu anggota grup WA, di video itu tampak dalam sebuah kelas, seorang guru sedang menjelaskan materi. Dari kejauhan tampak seorang gadis berlari tergopoh-gopoh menuju kelas itu. Sesampainya di sana, ia mendapat makian dari gurunya dan teriakan perintah untuk keluar kelas. Gurunya memarahinya kerena gadis itu selalu telat setiap kali jam pelajaran pagi dimulai. Gurunya tidak pernah tahu alasan di balik telatnya muridnya itu, yang padahal penyebabnya adalah karena ia harus mengurusi ibunya yang sakit. Menyiapkan segala keperluan ibunya sebelum ia berangkat sekolah. Setelah sang guru tahu hal itu, keesokan harinya saat murid itu telat lagi, gurunya tidak lagi memarahinya. Ia malah memeluk dan meminta maaf karena selama ini telah berlaku kasar kepadanya.
Dari kisah ini, saya menyimpulkan bahwa beberapa orang terkadang tidak pernah tahu bahkan cenderung tidak mau tahu alasan mengapa kita terlambat mengerjakan sesuatu atau hal apa pun. Mereka hanya tahu bahwa seharusnya kita selesai dalam jangka waktu yang pas sebagaimana orang lain juga mampu menyelesaikan dalam jangka waktu tersebut. Namun nyatanya beberapa orang kadang mengalami kendala yang tidak dialami oleh orang lain. Sebagaimana murid yang diceritakan di atas. Maka seharusnya saat kita dapati orang yang telat atau belum selesai dengan tugasnya di waktu yang sudah ditentukan hendaklah kita bertanya kepadanya mengapa ia belum saja selesai? Apakah ada masalah? Ada kendala? Kalo ada,kira-kira bantuan apa yang cocok kita berikan kepadanya? Jangan sampai kita langsung menjudge bahwa dia lelet, atau menyepelekan tugas. Padahal bisa jadi ia juga berusaha untuk menyelesaikan tugasnya itu, namun terbentur dengan beberapa kendala.
Namun jika kita berada di posisi murid itu, yakinlah bahwa meski pun manusia hanya dapat menilai apa yang tampak tapi Allah menilai apa yang tak tampak. Allah tahu usaha kita, sekecil apa pun. Jadi jangan berkecil hati saat kita dapati anggapan-anggapan buruk orang lain terhadap kita. Yakinilah bahwa yang Maha Adil menilai usaha seorang hamba hanyalah Allah. Sebaik-baik pemberi balasan juga Allah. Jadi tetaplah tenang.
Closing statement :
Jangan sampai kita lebih dulu menyimpulkan dan membenarkan asumsi kita terhadap apa yang orang lain lakukan sebelum benar-benar memastikan.
@penaalmujahidah












