Semua media sosial berisik
Ternyata aku butuh menyepi kembali di sini
Ya disini
Tanpa beradu validasi

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Canada
seen from Canada
seen from Sweden
seen from Russia
seen from Netherlands

seen from Iraq
seen from Russia
seen from United States

seen from Türkiye
seen from United Kingdom

seen from Netherlands
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Netherlands
Semua media sosial berisik
Ternyata aku butuh menyepi kembali di sini
Ya disini
Tanpa beradu validasi

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
MAU KERJA KAYAK AKU?
Hp Mu Adalah ATM Mu
Hp Mu Adalah Kantor mu
Hp Mu Adalah Pengubah IMPIAN Mu
Apa kriteria bisnis yg ingin anda jalankan?
🌸 Saya ingin bisnis tapi yang tidak menganggu waktu kerja di kantor.
🌸 Saya ingin bisnis dengan modal kecil tapi hasil besar.
🌸 Saya ingin bisnis yang tidak pake repot dan ribet.
Disini SOLUSINYA, JOIN BISNIS bareng aku
Kerja ENTENG hasil FULLTENG
Modalnya cuma 35 rb ajaa 😍😊🙌
.
JOIN HUBUNGI
💖 WA : +62895384296046
.
Apa Itu Web3? Pengertian, Cara Kerja, Manfaat, dan Contohnya
Tradingan.com – Pelajari apa itu Web3 secara lengkap, mulai dari pengertian, sejarah, cara kerja, teknologi pendukung, manfaat, hingga perbedaannya dengan #Web2 dalam artikel SEO yang komprehensif. Apa Itu Web3? Panduan Lengkap Memahami Generasi Baru Internet Internet telah mengalami perkembangan pesat sejak pertama kali diperkenalkan kepada publik. Dari halaman web statis yang hanya bisa…
Diuji dengan Nasihat untuk Anak
"Rara, nggak semua yang Rara mau bisa dibelikan hari ini juga. Sabar ya..." kataku ketika kami mampir ke Mr. DIY.
Lucunya, beberapa jam kemudian Allah mengujiku dengan nasihat yang baru saja aku ucapkan sendiri.
Tadi malam, sebelum kami pergi ke rumah sakit menjenguk Adiva, suami bilang, "Nanti pulang beli Mie Aceh yuk."
Langsung excited banget. Soalnya sudah lama pengin makan Mie Aceh yang di Bukit Keminting. Pekan lalu kami sempat ke sana siang hari, eh ternyata tutup. Alhasil belinya D'Bakso.
Setelah selesai menjenguk, hari sudah malam. Adek sudah mulai hoam-hoam, matanya berat sekali.
Di tengah jalan, suami bilang, "Kita nggak jadi mampir beli Mie Aceh ya. Adek kayaknya mau bobok."
Yaaah...
Kecewa banget dengarnya. Padahal sudah lapar dan pengin sekali makan Mie Aceh.
Sepanjang jalan aku diam. Pura-pura tidur.
Pas lewat D'Bakso, suami menawarkan, "Mau bakso aja?"
"Enggak ah, kenyang."
Khas sekali jawaban perempuan yang lagi ngambek. 😌
Aku nggak mau terlihat kesal di depan anak-anak. Jadi begitu sampai rumah, aku langsung sibuk beresin mainan, cuci piring, lalu ngepel.
Sepertinya Rara tahu kalau hatiku sedang nggak enak. Waktu aku mengajaknya pipis dan gosok gigi, dia malah bilang, "Mau sama Ayah aja."
Padahal Ayah sedang nemenin adek yang hampir tidur.
Aku biarkan saja. Lanjut cuci piring.
Setelah selesai, aku cek kamar. Rara masih gulang-guling, sementara ayahnya malah ketiduran di samping adek.
"Yah, bangun. Temani Rara pipis sama gosok gigi."
Suami pun bangun dan menemani Rara. Aku kembali ke dapur, lanjut beberes.
Kesalku sebenarnya belum hilang. Tapi aku juga nggak mau marah hanya karena hal yang sebenarnya sepele.
Setelah semuanya selesai, Rara mengambil buku mewarnanya dan pensil warna, lalu masuk ke kamar.
Aku masih merasa sesak. Takut kalau masuk kamar malah nangis.
Ya sudah, akhirnya aku mandi sekalian luluran. Lama sekali di kamar mandi, hampir tiga puluh menit. Setelah itu lanjut skincare.
Pas masuk kamar, ternyata Rara dan ayahnya sudah tidur.
Aku pun ikut tidur.
Paginya, seperti biasa aku membangunkan suami untuk salat Subuh. Karena sedang haid, aku sempat lanjut tidur lagi, lalu bangun pukul 04.55 untuk mulai masak.
Di dapur, suami sedang beres-beres sampah sebelum ke TPS.
Tiba-tiba aku bilang, kali ini dengan hati yang sudah tenang,
"Tahu nggak, Ay... Tadi malam aku kesel banget gara-gara gagal makan Mie Aceh. Tapi aku nggak mau marah-marah atau kesal di depan anak-anak. Jadi energi marahku aku salurkan buat cuci piring, beresin mainan, ngepel, luluran, skincare-an, bahkan sengaja nggak bacain Rara buku karena takut malah nangis."
Suamiku cuma senyum.
"Sudah kuduga. Kan Bundanya sendiri yang bilang ke Rara kalau nggak semua yang kita mau bisa didapat hari itu juga. Sabar, Bunda. Tadi malam adek memang sudah ngantuk, sudah malam juga."
Aku masih berusaha membela diri.
"Tapi kan... tapiii..."
Lalu kami sama-sama tertawa.
"Tapi aku lega sih. Ternyata tadi malam aku bisa meregulasi emosi dan pagi ini bisa menyampaikannya baik-baik."
Suami langsung menjawab seperti biasanya, selalu berusaha mencari jalan keluar.
"Nanti siang makan Mie Aceh kah?"
"Hmm... nanti deh. Nggak mau dijanjiin dulu. Hehe."
Begitulah drama receh rumah tangga kami yang, Alhamdulillah, sudah berjalan lebih dari enam tahun.
Dan semalam aku belajar lagi.
Kadang Allah menguji kita dengan nasihat yang baru saja kita berikan kepada anak.
Ternyata menasihati anak memang mudah. Yang lebih sulit adalah ketika kita harus mempraktikkannya sendiri.
Kalau sedang marah atau kesal, usahakan tetap sampaikan dengan baik-baik.
Kalau belum bisa, diam dulu. Beri waktu sampai hati lebih tenang.
Jangan jadikan pasangan tempat melampiaskan emosi, apalagi di depan anak-anak.
Karena pada akhirnya, komunikasi tetap menjadi salah satu kunci dalam rumah tangga.
Tentu, setelah pertolongan Allah.
Istiqomah meski merasa telat
Late better that never

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Menyatakan cinta dan suka.
(Ini konteks pada hal yang halal ya)
Merupakan salah satu cara komunikasi yang baik, dikala kita bisa mengatakan apa yang kita rasakan terhadap orang lain, komunikasi menjadi hidup, banyak hal menjadi lebih jelas, rasa menghargai terwujud, pemahaman tehadap individu...
Tentang Menunggu
Sedikit sekali orang yang bilang kepadaku bahwa menunggu benar-benar semelelahkan ini. Hai Kawan, setelah hampir 3 tahun aku tidak menulis disini, kini aku kembali... Senang bisa menulis disini. Saat ini aku sudah bekerja, teman teman. Bekerja di perusahaan yang dulu aku impikan. Tapi sungguh ternyata bekerja tidak semenyenangan itu ya... Aku berharap aku bisa hidup tanpa harus bekeerja seelah ini. Oiya, setahun terakhir, aku sedang aktif mencari beasiswa untuk studi lanjutku. sudah ada 6 atau 7 beasiswa yang aku daftarkan. Tapi sayangnya, belum ada satupun yang berhasil aku dapatkan. Lelah sungguh... Aku sering merasa tidak cukup baik, tidak cukup pintar, dan tidak cukup beruntung... Semua lelah yang aku lakukan selama ini sama sekali belum berbuah baik. Tapi aku masih ada satu harapan lagi, kawan. Ya, aku sedang dalam fase menunggu. Menunggu kabar baik. Menunggu keberuntungan berpihak kepadaku. Menunggu "kun fa-yakun" dari tuhanku. Jujur, fase menunggu ini tidak begitu meyenangkan. Aku sering kali menangis di tengah malam, perut mual, kepala pusing, dan hal tidak menyenangkan lainya. Hal yang paling tidak menyenangkan dari menunggu adalah karena lawan kita adalah waktu. Sesuatu yang kekal, dinamis, tidak bisa di percepat ataupun di perlambat. Dan ya, fase menunggu ini sering membuatku khawatir. Aku takut kalau ternyata jatah gagal ku belum habis, dan akan berlanjut pada hasil menunggu ini. Aku khawatir kalau ternyata kata yang muncul dalam laman email ku bukan "ucapan selamat" tapi "ungkapan penyesalan". Tapi apapun itu aku sudah mencoba. "Que Sera Sera" "Whatever will be, will be" "Apapun yang akan terjadi, itulah yang akan terjadi"