Saat Bertemu Persimpangan
Terkadang, ada satu dua perjalanan yang membuat kita memulainya adalah dengan berdampingan dengan seseorang. Berawal dengan rasa percaya, rasa nyaman, dan rasa aman. Kita mempercayakan langkah kita pada suatu fase kehidupan, dengan berjalan beriringan bersama dengan sosok manusia itu.
Namun, hidup terus berjalan. Roda berputar, dan tiap kehidupan tak selalu bertemu di satu ruas yang sama untuk selamanya. Ada masanya, masing-masing dari kita menemui persimpangan, lalu menyadari hal yang baru. Mungkin, jalur tuju kita saat ini sudah tak sejalan. Bukan karena pertengkaran, namun Allah titipkan kita pada tujuan-tujuan baru untuk masa depan.
Untuk kamu yang akan melangkah nantinya. Mengambil langkah pertama, memang sering kali dibarengi dengan banyak ragu dan takut yang seolah tak berujung. Namun, karena kamu beriman kepada-Nya… percayakan, bahwa jalanmu ke depan akan selalu dalam lindungan-Nya, akan selalu berada dalam penjagaan-Nya. Tuhan takkan menyesatkan langkahmu, selama kau niatkan awal langkah itu dengan hal yang baik.
Untuk kamu yang kelak akan ditinggalkan. Tenang, ini bukan akhir. Mungkin, kita bisa menyebutnya sebagai proses ‘adaptasi lagi’ pada situasi baru nantinya. Kau akan belajar berada dalam situasi yang mungkin tak selalu nyaman dan bisa jadi mungkin tak selalu aman.
Mungkin, ini cara Tuhan untuk mendorongmu berkembang lebih dari dirimu saat ini. Janganlah terus-terusan merasa kehilangan arah. Sedari awal, kau jadi nahkoda untuk kapalmu sendiri. Lanjutkan perjalananmu, hingga kamu menemukan tujuan baru yang mengantarkanmu pada ‘panggilan kehidupan’ lainnya.
Jangan berhenti untuk terus mencoba hal-hal baru.