Negara ini senang berpura-pura untuk mengenang pahalwan_nya, padahal ada 3 orang yang paling berjasa tapi kenapa malah di buang, di tahan, di bunuh dan bahkan di hapus dalam buku sejarah.
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Refleksi Sejarah: Menuju Indonesia Adil dan Makmur
SEANTERONEWS.com – Peradaban manusia adalah sebuah estafet panjang yang terus bergerak. Di Indonesia, benang merah pergerakan kebangsaan kita dirajut oleh semangat perlawanan terhadap kolonialisme. Sejak era “nasionalisme mula-mula,” media massa dan organisasi modern seperti Boedi Oetomo hingga Sarekat Islam menjadi wadah bagi para “bangsawan pikiran” untuk merumuskan kemerdekaan. Meskipun…
Setelah beberapa post terakhir yang berat-berat, aku pikir kita semua — termasuk aku sendiri — butuh jeda sebentar. Jadi hari ini aku mau cerita soal orang paling percaya diri yang pernah hidup di Amerika Serikat: seorang pria yang bangkrut total, lalu memutuskan solusi paling logis atas masalahnya adalah mengangkat dirinya sendiri jadi Kaisar Amerika Serikat. Dan yang lebih ajaib lagi — satu kota penuh mengikuti kemauannya selama lebih dari dua dekade.
Namanya Joshua Abraham Norton, lahir sekitar tahun 1818 di Inggris, besar di Afrika Selatan, lalu merantau ke San Francisco di masa demam emas tahun 1849. Di sana dia sempat sukses jadi pedagang, sampai suatu hari dia bikin keputusan bisnis yang — dengan segala hormat kepada mendiang — bisa masuk buku "Cara Membangkrutkan Diri Sendiri dalam Satu Langkah". Dia memborong hampir seluruh pasokan beras dari Peru, yakin harga beras bakal melonjak karena kelangkaan. Ternyata tidak. Harga malah anjlok begitu kapal-kapal beras lain ikut berdatangan, dan Norton bangkrut total.
Kebanyakan orang, setelah bangkrut separah itu, akan menghilang dalam rasa malu, pindah kota, atau minimal ganti nama. Norton punya rencana yang jauh lebih ambisius: pada tanggal 17 September 1859, dia mengirimkan surat ke kantor berita San Francisco Daily Evening Bulletin, mendeklarasikan dirinya sebagai **Kaisar Norton I, Kaisar Amerika Serikat**. Bukan main-main, bukan sekadar bercanda di antara teman minum — ini pengumuman resmi, tertulis, dikirim ke media.
Dan inilah bagian paling ajaib dari cerita ini: San Francisco, alih-alih menertawakannya dan mengusirnya dari kota, malah menerimanya dengan tangan terbuka. Kaisar Norton berpatroli setiap hari mengelilingi kota dengan seragam biru berhiaskan pangkat emas, topi berbulu, dan pedang seremonial di pinggangnya — meski seragam itu sering kelihatan lusuh dan agak kebesaran. Ketika seragamnya mulai compang-camping, Dewan Kota San Francisco benar-benar menganggarkan dana untuk membelikannya seragam baru. Bayangkan itu — pemerintah kota resmi mengalokasikan anggaran untuk pakaian dinas seorang kaisar yang dia sendiri yang mengangkat dirinya jadi kaisar.
Restoran-restoran di San Francisco justru berlomba-lomba mengundangnya makan gratis, karena kehadiran Sang Kaisar dianggap bergengsi buat bisnis mereka. Transportasi kereta dan feri di kota juga membiarkannya naik gratis kapan saja. Dia bahkan mencetak mata uangnya sendiri, dan — ini bagian yang bikin aku ternganga — mata uang itu benar-benar diterima di banyak toko dan restoran di kota, seolah itu uang sungguhan.
Sebagai kaisar, Norton juga rajin mengeluarkan dekret resmi lewat surat kabar. Dia pernah mendeklarasikan pembubaran Kongres Amerika Serikat lewat proklamasi tertulis (yang, tentu saja, diabaikan sepenuhnya oleh Kongres yang sebenarnya, tapi tetap dimuat media dengan serius). Dia juga pernah mengeluarkan dekret yang membubarkan partai Demokrat dan Republik sekaligus, mungkin sebagai bentuk protes dini terhadap polarisasi politik, seratus lima puluh tahun sebelum kita semua mengeluh soal hal yang sama di media sosial.
Yang bikin ceritanya makin lucu sekaligus mengesankan: beberapa dekretnya ternyata jauh lebih visioner dari yang dikira orang sezamannya. Dia pernah menyerukan pembangunan jembatan yang menghubungkan San Francisco dengan Oakland — lebih dari enam puluh tahun sebelum Bay Bridge sungguhan dibangun. Dia juga pernah menyerukan semacam liga internasional untuk menjaga perdamaian dunia, puluhan tahun sebelum Liga Bangsa-Bangsa benar-benar berdiri. Kaisar imajiner ini, entah bagaimana, punya insting kebijakan publik yang lebih tajam dari banyak politisi sungguhan di zamannya.
Ada satu insiden yang menurutku paling menggambarkan betapa dicintainya dia oleh kota ini. Suatu hari, seorang petugas keamanan yang baru bertugas menangkapnya dengan tuduhan gangguan jiwa, tidak tahu siapa yang baru saja dia tangkap. Warga kota marah besar begitu mendengar kabar itu, sampai akhirnya sang Kaisar dibebaskan dengan permintaan maaf resmi dari kepala polisi. Dan bagian paling manis dari cerita ini: Kaisar Norton, alih-alih dendam, malah memberi pengampunan resmi kepada petugas yang menangkapnya itu — persis seperti kaisar sungguhan yang murah hati. Sejak insiden itu, para polisi di kota bahkan memberi hormat setiap kali berpapasan dengannya di jalan.
Norton meninggal dunia pada tahun 1880, ambruk di jalan dekat gereja tempat dia biasa menghadiri debat publik bulanan. Dia meninggal tanpa sepeser pun harta, dan biaya pemakamannya ditanggung penuh oleh warga kota. Menurut laporan surat kabar saat itu, lebih dari sepuluh ribu orang turun ke jalan-jalan San Francisco untuk mengantar kepergiannya — jumlah yang sangat besar untuk ukuran kota di masa itu, jauh lebih besar dari yang biasa didapat pejabat resmi sungguhan sekalipun. Kisahnya bahkan konon menginspirasi penulis Mark Twain, yang saat itu tinggal tidak jauh dari kediamannya, untuk menciptakan karakter "Sang Raja" dalam novel Petualangan Huckleberry Finn.
Aku suka cerita ini bukan cuma karena lucu — walau memang lucu banget membayangkan sebuah kota resmi menganggarkan seragam kaisar gadungan — tapi karena ada sesuatu yang hangat di baliknya. Norton tidak pernah menyakiti siapa pun. Dia tidak menipu, tidak memeras, tidak memanfaatkan kepercayaan orang untuk keuntungan jahat. Dia cuma memutuskan, di titik terendah hidupnya, untuk jadi versi paling berani dan paling dirinya sendiri yang bisa dia bayangkan — dan kotanya, alih-alih menghukum kegilaan itu, memilih untuk ikut bermain, memberinya martabat yang mungkin tidak dia dapatkan di tempat lain mana pun di dunia.
Kadang aku pikir, mungkin bukan cuma soal Norton yang aneh. Mungkin juga soal San Francisco yang pada masa itu memilih jadi kota yang cukup baik hati untuk membiarkan satu orang bangkrut membangun ulang harga dirinya sendiri, sekonyol apa pun caranya — dan justru dari situ, kota itu mendapatkan salah satu legenda paling dicintai dalam sejarahnya sendiri.
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming