PERCAYA SEPENUH HATI
Renungan Sabtu, 1 Agustus 2026 Nas: Amsal 3:1-35
Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. - Amsal 3:5
seen from United States
seen from Pakistan
seen from China
seen from China
seen from Canada
seen from China
seen from Poland
seen from Argentina

seen from Norway

seen from Norway
seen from Brazil

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Brazil
seen from Norway

seen from United States

seen from Martinique
PERCAYA SEPENUH HATI
Renungan Sabtu, 1 Agustus 2026 Nas: Amsal 3:1-35
Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. - Amsal 3:5

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Sabar…
Mungkin hari ini kita sedang diuji oleh banyak hal. Tapi yakinlah, tidak ada satu pun air mata dan perjuangan yang luput dari pandangan Allah.
Bertahanlah sebentar lagi…. ada janji Rabb yang tidak pernah ingkar. ♡
SUMBER HIKMAT SEJATI
Renungan Jumat, 31 Juli 2026 Nas: Amsal 2:1-22
Karena TUHANlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian. - Amsal 2:6
Namaku Dihukum Lebih Lama
Namaku telah dijatuhi hukuman lebih lama daripada putusan hakim.
Bukan oleh undang-undang, melainkan oleh mesin pencari dan ribuan jari yang tak mengenal belas kasihan.
Mereka menanam batu di setiap huruf namaku.
Lalu menyuruhku berjalan di atasnya seumur hidup.
Mereka membaca sepotong kabar, lalu mengangkat diri menjadi Tuhan.
Vonis mereka lahir tanpa sidang, tanpa bukti, tanpa nurani.
Yang mereka bunuh bukan tubuhku.
Mereka membunuh keberanianku untuk menatap mata manusia.
Mereka membunuh keyakinanku bahwa esok masih mau menerimaku.
Mereka membunuh rumahku tanpa membakar dindingnya.
Kini kota ini terlalu sempit untuk napasku.
Setiap jalan adalah ruang sidang.
Setiap tatapan adalah palu hakim.
Setiap bisik adalah hukuman yang diputar ulang.
Istriku...
Maaf. Yang pulang kepadamu bukan lagi lelaki yang dulu berangkat.
Yang pulang adalah seseorang yang setiap malam masih dihantui namanya sendiri.
Ayah... Ibu...
Aku tahu kalian tidak menangis di hadapanku.
Kalian menyimpan air mata itu agar aku percaya bahwa dunia masih memiliki kasih.
Padahal dunia telah lebih dulu mengoyak nama keluarga kita.
Dan kepada siapa pun yang menjadikan deritaku sebagai hiburan...
Semoga kalian tak pernah belajar betapa beratnya menjadi manusia yang setiap kali menyebut namanya sendiri harus lebih dulu meminta maaf kepada kehidupan.
Karena luka yang paling kejam bukanlah penjara.
Melainkan ketika seseorang telah selesai menjalani hukumannya, tetapi dunia memilih menghukumnya selama-lamanya.
•
•
•
Lueng Bata, Banda Aceh
30 Juli 2026
Catatan Penulis:
Saat sajak ini ditulis, aku sedang tenang. Setidaknya begitulah yang terlihat. Tetapi aku tak mampu menjelaskan tenang yang seperti apa. Aku tak mengerti apakah jiwaku sedang beristirahat atau sedang kehabisan tenaga untuk berteriak.
Aku tak tahu apakah ini disebut pulih, hancur, atau sekadar terbiasa memikul luka.
Yang kupahami hanya satu: tubuhku masih bernapas, tetapi sebagian dari diriku entah masih hidup atau telah lama menjadi kenangan.
Aku tidak membenci cinta. Aku hanya belum menemukan alasan mengapa ia harus menempati ruang yang telah lama kubangun dengan kesendirian. Kebebasan bukan pelarian bagiku; ia adalah rumah. Jika suatu hari seseorang mengetuk pintunya, ia harus paham bahwa rumah ini tidak dibangun untuk dikuasai, melainkan untuk saling menghormati.
Jika pertanyaan mu adalah "kita jalani aja dulu, menjalani yang seperti apa?"
Sejujurnya, aku tidak ingin memberi nama apa atas yang akan dijalani, biarkan saja menggantung. Dan lagi, aku tak ingin sebuah validasi yang mengatasnamakan "diriku atau dirimu adalah kepemilikan."
Ribet.
Iya, jika saat menjalaninya perasaan dan cinta itu tumbuh maka biarkan saja. Ia berhak tumbuh tanpa harus menolak. Jika menjalaninya cinta tak kunjung tumbuh dan hanya kesamaan pikiran dan visi maka biarkan pandangan yang akan nantinya menjadi fundamental atas "haruskah memiliki atau tidak?"
Sejatinya, aku telah berjalan sejauh ini sendirian. bukan tidak mungkin nantinya akan berjalan berdua meski tanpa cinta atau hanya sebuah visi yang melatarbelakanginya.
Sebut saja aku tak mengizinkan diriku dimiliki.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
PERMULAAN PENGETAHUAN
Renungan Kamis, 30 Juli 2026
"Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan." - Amsal 1:7
SEGALA YANG BERNAPAS, PUJILAH TUHAN
Renungan Rabu, 29 Juli 2026 Nas: Mazmur 150:1-6
Mazmur 150 mengajak setiap orang percaya untuk memuji Tuhan dengan segenap hidupnya. Pemazmur tidak hanya mengatakan bahwa Tuhan layak dipuji, tetapi juga menjelaskan di mana, mengapa, bagaimana, dan siapa yang harus memuji-Nya.
Suatu malam ia bermimpi pulang ke rumah masa kecilnya.
Di ruang tengah, seorang anak sedang duduk di lantai. Ia tak sedang bermain. Tak juga sedang menangis. Hanya duduk. Memandangi pintu.
Ia bertanya, "Siapa yang kau tunggu?"
"Kamu."
Ia terbangun sebelum sempat meminta maaf.