Tak Ada Titik Temu
Pada akhirnya aku pun lelah berpura-pura Menyebutmu “cocok”, padahal dada selalu bertanya Berdamai, tapi diam-diam bergejolak Menerima, tapi tak pernah benar-benar rela
Aku menyayangimu, sungguh, sepenuh hati Tapi pikiranku menolak mengkhianati prinsip sendiri Bukan tentang siapa yang salah atau benar Tapi tentang arah yang tak pernah benar-benar sejalan
Masa lalumu tak pernah jadi soal Aku tak ingin menggali luka yang sudah dikubur Tapi masa kini terasa sepi dari usaha Dan masa depan… tak ada kompas untuk kita berdua
Kita bukan tak mampu mencari titik temu Mungkin hanya tak ingin bersusah untuk mencarinya Dan kini aku sadar, kita cuma tokoh utama Dalam bab lama yang tak bisa lagi ditulis ulang
Terima kasih untuk semua yang pernah ada Tak ada dendam, hanya sisa-sisa jeda Semoga esok mempertemukan kita Bukan untuk kembali, tapi untuk saling mendoakan, diam-diam saja













