terkadang kita seprti langit, tidak harus mengungkapkan perasaan yang kita rasakan. cukup kita pendam seprti langit meredam gelegar halilintar saat hujan diturunkan
seen from Japan
seen from Türkiye

seen from Türkiye

seen from Singapore
seen from United States
seen from Canada
seen from United States
seen from Germany
seen from Canada

seen from United States

seen from Russia

seen from Canada
seen from China

seen from Türkiye
seen from United States
seen from China

seen from T1

seen from Yemen
seen from United Kingdom

seen from Australia
terkadang kita seprti langit, tidak harus mengungkapkan perasaan yang kita rasakan. cukup kita pendam seprti langit meredam gelegar halilintar saat hujan diturunkan

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Malam terasa lebih panjang. Ada yang tak beres dengan kepalaku. Aku kesulitan mengurai perasaan dan tidak mampu merasionalisasi pikiran. Aku merasa membutuhkanmu tapi terlalu asing untuk membicarakan diriku. Kita sudah terlalu jauh.
Aku pura-pura baik-baik saja, tapi rasanya tak pernah terbiasa.
Memperhatikanmu dari kejauhan dan memastikan kamu tetap baik-baik saja adalah caraku mencintaimu tanpa melupakan siapa aku sekarang.
Aku masih menanti hari di mana kamu akan mensyukuri keputusanku karena telah melepaskanmu.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Aku hanya ingin mempercayai bahwa tanpaku pun kamu tetap bisa bahagia. Dan hal itu yang masih ku percayai hingga hari ini.
Aku mencoba berdamai, dengan luka yang kutanam sendiri. Berusaha meminta maaf pada hatiku yang dulu kupaksa untuk kembali jatuh cinta, hingga akhirnya aku terluka, dan kini ia menatapku dengan tatapan penuh rasa kecewa.
Setiap malam aku berbicara padanya, pada hatiku yang dulu berteriak dan meminta agar aku berhenti, tapi aku mengabaikanya dan terus saja melanjutkan tanpa pernah perduli.
Kini, bisikannya berubah jadi jerit, tapi bukan lagi untuk memperingatkan, melainkan untuk mengutuk diriku yang tak pernah mau mendengar apa yang selama ini ia katakan.
Sekarang aku mencoba meminta maaf dengan memeluk diriku sendiri. Namun pelukan itu terasa dingin, karena bagian terdalamku telah mati di hari aku memilih untuk jatuh cinta lagi.
Aku membuat tulisan ini untuk hatiku sendiri. Namun tinta yang menetes bukan dari pena, melainkan darah dari luka yang takan pernah bisa pulih sepenuhnya.
“Maaf,” tulisku,
“karena aku tak pernah mendengarkanmu, hingga akhirnya aku membuatmu jadi sehancur ini.”
Kini aku berjalan di antara bayangan kenangan dan penyesalan, menginjak serpihan harapan yang dulu kukira indah.
Setiap langkah seperti mengiris.
Setiap ingatan seperti menampar.
Aku ingin di maafkan, sungguh.
Tapi bagaimana caranya memaafkan diri yang membuat hatinya sendiri hancur berkeping-keping?
Mungkin inilah takdirku:
hidup dalam sunyi yang diciptakan oleh keputusanku sendiri, menangisi cinta yang tak seharusnya ku mulai sejak awal, dan belajar berdamai dengan bagian diriku yang sudah tak ingin hidup lagi.
Namun di ujung semua ini, aku hanya bisa berharap.
Andai waktu bisa kembali. Aku akan memilih untuk tetap sendiri, dan mencegah diriku untuk memulai cinta ini, agar tidak ada satupun pihak yang tersakiti.
karna hal itu lebih baik daripada aku harus kembali jatuh cinta, kemudian terluka, dan aku harus kehilangan kepercayaan hatiku selamanya.
Tak terasa satu bulan berjalan cepat, siapa sangka sebulan berlalu begitu saja. Dan meski telah berjuang serta bertahan menjalani hari demi hari.
Rasanya selalu berakhir menjadi bulan bulanan sang rembulan.