𝗔𝗸𝗵𝗶𝗿𝗻𝘆𝗮 𝗱𝗶𝗮 𝘆𝗮𝗸𝗶𝗻, 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗮𝗱𝗮 𝗹𝗮𝗴𝗶 𝗰𝗮𝗿𝗮 𝗮𝗽𝗮𝗽𝘂𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝗺𝗲𝗺𝗽𝗲𝗿𝘁𝗲𝗺𝘂𝗸𝗮𝗻 𝚛𝚊𝚜𝚊 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝘀𝗲𝗹𝗲𝘀𝗮𝗶.
𝙹𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚗𝚊𝚑 𝚕𝚊𝚐𝚒 𝚋𝚎𝚛𝚑𝚊𝚛𝚊𝚙, 𝚙𝚎𝚛𝚋𝚊𝚒𝚔𝚒 𝚜𝚊𝚓𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚙𝚎𝚛𝚗𝚊𝚑 𝚜𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚍𝚊𝚗 𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗𝚒 𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚋𝚊𝚝𝚊𝚜 𝚊𝚔𝚑𝚒𝚛 "𝙨𝙚𝙡𝙚𝙨𝙖𝙞"
@𝚒𝚟𝚘𝚛𝚢56
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Germany
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Italy
seen from Yemen
seen from China

seen from United States
seen from Germany
seen from United States

seen from Russia

seen from Malaysia

seen from China
seen from Italy
seen from United States
𝗔𝗸𝗵𝗶𝗿𝗻𝘆𝗮 𝗱𝗶𝗮 𝘆𝗮𝗸𝗶𝗻, 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗮𝗱𝗮 𝗹𝗮𝗴𝗶 𝗰𝗮𝗿𝗮 𝗮𝗽𝗮𝗽𝘂𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝗺𝗲𝗺𝗽𝗲𝗿𝘁𝗲𝗺𝘂𝗸𝗮𝗻 𝚛𝚊𝚜𝚊 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝘀𝗲𝗹𝗲𝘀𝗮𝗶.
𝙹𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚗𝚊𝚑 𝚕𝚊𝚐𝚒 𝚋𝚎𝚛𝚑𝚊𝚛𝚊𝚙, 𝚙𝚎𝚛𝚋𝚊𝚒𝚔𝚒 𝚜𝚊𝚓𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚙𝚎𝚛𝚗𝚊𝚑 𝚜𝚊𝚕𝚊𝚑 𝚍𝚊𝚗 𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗𝚒 𝚑𝚒𝚍𝚞𝚙 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚋𝚊𝚝𝚊𝚜 𝚊𝚔𝚑𝚒𝚛 "𝙨𝙚𝙡𝙚𝙨𝙖𝙞"
@𝚒𝚟𝚘𝚛𝚢56

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Begitu ramai penghuni di kepala, maka kubuat janji bertemu ketenangan pada pukul tiga pagi. Menyerahkan diri, melepas lelah, meminta sekali lagi kekuatan bertahan di dunia.
PINDAH DARI RUANG INI: TULISAN TERAKHIR
Dua belas tahun bukan hitungan waktu yang sebentar untuk sebuah ruang tinggal di dalam hidup seseorang.
Dua belas tahun saya tinggal di ruang ini. Ruang yang lebih sering saya sebut "tempat pulang", daripada "tumblr" namanya itu sendiri.
Sejak 2014, ruang ini menyimpan terlalu banyak versi diri saya. Dari yang awalnya selalu bertengkar dengan diri sendiri sebelum mengunggah tulisan. Takut dianggap terlalu banyak bicara. Takut dianggap tidak sebaik isi tulisan sendiri. Takut tulisan-tulisan itu hanya akan terlihat seperti kalimat panjang yang tidak penting bagi siapa-siapa.
Di ruang ini saya belajar bahwa menuliskan rasa juga bisa menjadi cara bertahan. Saya belajar bahwa ada banyak hal yang ternyata lebih melegakan saat dipindahkan ke tulisan. Menjadikan menulis sebagai salah satu cara paling menenangkan untuk pulang ke diri sendiri.
Di ruang ini juga saya bertemu banyak orang. Bukan lewat tatap muka, tapi lewat kalimat-kalimat yang diam-diam membuat saya terasa dihibur dan dimengerti. Banyak tulisan orang lain yang menemani saya bertumbuh.
Tumblr menjadi ruang paling nyaman bagi saya untuk bercerita tentang apa pun. Di sini, segala rasa seperti punya tempat untuk pulang dengan cara yang elegan.
Meski pada akhirnya, rasa nyaman itu tidak bisa menutup kemungkinan kalau suatu saat nanti akan ada momen dimana saya harus pindah dari ruangan ini.
Padahal rasanya pasti tidak akan ringan untuk beres-beres. Untuk merapikan semua isi ruangan ini. Untuk memindahkan tulisan-tulisan yang selama bertahun-tahun tinggal di sini ke ruang yang baru.
Karena beberapa tulisan bukan cuma tulisan. Mereka menyimpan umur, fase hidup, perasaan, bahkan versi diri yang mungkin sudah tidak lagi sama seperti sekarang.
Saya tidak tahu nanti di ruangan baru saya akan bisa merasa senyaman ini atau tidak. Tidak tahu apakah saya akan bisa menemukan ritme yang sama lagi atau tidak. Tapi saya rasa, setiap orang memang punya fase untuk berpindah.
Untuk semua tulisan, semua percakapan lewat tulisan, dan semua orang yang pernah berhenti sejenak di tulisan-tulisan saya, yang diam-diam membaca tanpa pernah meninggalkan jejak apa pun, untuk yang sesekali memberikan reaction, me-repost, atau bahkan hanya menyimpan satu dua tulisan saya yang terasa relate di hidup kalian, terima kasih banyak sudah menemani 12 tahun yang tidak sebentar.
Tumblr mempertemukan saya dengan banyak orang yang tidak pernah saya kenal secara langsung, tapi diam-diam saling menguatkan lewat tulisan.
Terima kasih sudah bersedia membaca "saya" dengan baik.
Setiap orang punya cara berpamitan yang berbeda. Ada yang memilih mengucapkannya secara langsung. Ada yang menitipkannya lewat tulisan. Sebagian lainnya perlahan menghilang, sampai kita baru sadar bahwa itu adalah perpisahan.
Kita selalu berusaha mencari cara terbaik agar perpisahan terasa lebih ringan. Memilih kata-kata yang paling lembut. Menjelaskan semuanya sebaik mungkin. Berharap setelah itu, tidak ada lagi sesal yang tertinggal.
Padahal, sebaik apa pun cara berpamitan, tetap ada bagian dari diri kita yang tertinggal. Tetap ada kebiasaan yang membutuhkan waktu untuk dilupakan. Tetap ada ruang yang mendadak terasa hampa.
Berpamitan mungkin bisa dilakukan dengan baik. Tapi, itu tidak pernah membuat perpisahan menjadi lebih mudah.
Sebab, yang menyakitkan bukanlah cara kita mengucapkan selamat tinggal. Melainkan kenyataan bahwa kita harus melanjutkan hidup tanpa kehadirannya.
Sebaik apa pun cara berpamitan, perpisahan tetaplah menyakitkan.
Kita Adalah Dua Langit Tak Sejajar
Kita berlayar dalam perahu retak Aku mendayung, kamu melihat ombak Kupelajari arah angin dan langit Sementara kamu tetap duduk, memeluk sunyi
Aku jatuh cinta seperti hujan di padang kering Mengira kamu akan tumbuh dan menghijau Tapi kamu tetap jadi batu Menampung air, tapi tak pernah menyerapnya
Aku tak takut masa lalumu yang bergemuruh Aku hanya khawatir masa depan kita tak ada pelabuhan Kamu tak ingin bertualang lebih jauh dan aku tak mau berlabuh pada kemarin
Kita dua langit yang tak pernah sejajar Saling mengagumi, sama-sama tinggi, namun tak bisa menyatu Tak ada pelangi yang cukup kuat Untuk menyatukan senja dan fajar
Terima kasih telah jadi cuaca yang pernah singgah Meski tak selamanya terang, tak pula bencana Semoga suatu hari, saat hujan reda Kita bisa saling memaafkan, tanpa perlu bicara

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Tidak semua hal bisa kamu perjuangkan, terkadang memang harus di lepaskan agar dirimu bisa bernapas
[T E M U]
Jika kelak, takdir tak pernah sampaikan kita pada temu, mungkin kau hanya menjadi satu dari sekian banyak pelajaran untuk ku mengerti hadirnya. Lagi dan lagi. Bukan seseorang yang kan benar benar singgah lalu menetap selamanya. Mengiringi proses bertumbuh untuk menjadi hamba yang lebih baik.
Aku pernah kehilangan, hingga ia menjadi sebuah pelajaran berharga yang membuatku kembali menyadari bahwa hanya Allah lah sandaran hati paling abadi.
Tak apa, karena satu hal yang selalu ku yakini hingga kini. Jika benar, namamu lah yang tertulis disana, maka sejauh apapun kau pergi, Allah tetap akan menyampaikanmu ke dalam pelukku. Namun jika memang bukan, maka sekuat apapun genggamannya, maka akan terhempas lah segalanya sampai kelak waktunya tiba.
Aku memohon pada-Mu berikanlah yang terbaik, jangan jatuh cintakan aku pada apa yang sejatinya tidak pernah ditakdirkan untukku. Sibukkan aku selalu dalam kebaikan yang akan membuatku semakin taat dan dekat pada-Mu wahai Dzat yang menggenggam hatiku.
Mampukan aku untuk ikhlas pada tiap hal yang sejatinya tak sesuai dengan apa yang aku mau dan akan menjauhkan ku dari-Mu, karena Engkaulah Sang Penentu, sedangkan aku manusia terbatas yang tak luput dalam genggaman takdir-Mu.
Mampukan aku untuk selalu berbaik sangka pada indah rencana-Mu. Jangan sesatkan aku dalam samudera ketidaktahuan setelah Engkau beri ku petunjuk arah jalan pulang. Tenangkanlah selalu hatiku bahwa apa yang sedang Engkau siapkan jauh lebih baik daripada apa yang selama ini selalu ku langitkan dalam do’a berlinang air mata..
Senja
Wanita senja itu selalu duduk di kursi besi tepi pantai setiap pukul lima petang. Katanya, ia sedang membaca kata yang dikirim pelaut tua lewat angin dan nyanyian camar. Katanya, ia sedang menelusuri gelombang laut, berusaha memecahkan teka teki sang Samudera. Lalu ketika matahari menghilang, ia akan bangkit dari kursi besi dan menanti petang esok hari untuk kembali. Di langit, Rembulan menyaksikan bukti keabadian cinta yang tak terikat waktu, tempat atau dalamnya lautan.
- Yogyakarta, 5 Desember 2025
Dalam rangka menjawab puisi seorang teman di Instagram