Kalau nanti ambisi jadi nomor satu, semoga bukan karena nyaman melihat yang lain dari atas, tapi karena mau mengajak yang lain ke atas.
—dari buku "Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini", Marchella FP

Origami Around
taylor price

tannertan36

Janaina Medeiros
Acquired Stardust
Misplaced Lens Cap
AnasAbdin
art blog(derogatory)

@theartofmadeline
Stranger Things
Sweet Seals For You, Always
NASA
Sade Olutola

Game of Thrones Daily
Today's Document

★

blake kathryn
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Not today Justin
seen from Denmark
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Spain
seen from Italy

seen from South Africa
seen from Italy

seen from Italy
seen from Romania

seen from Canada

seen from Netherlands

seen from United States

seen from Türkiye

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Türkiye

seen from Türkiye
seen from Brazil
@mang-ius
Kalau nanti ambisi jadi nomor satu, semoga bukan karena nyaman melihat yang lain dari atas, tapi karena mau mengajak yang lain ke atas.
—dari buku "Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini", Marchella FP

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
someday..
Mumpung lagi long week-end, kita ke Anfield..
•
Misalnya.. ini mah. 😁
seperempat abad yang lalu, seorang perempuan menulis beberapa baris puisi di buku diary:
jaga kesehatanmu, hiduplah lebih lama aku belum selesai mencintaimu diam-diam jangan terlalu akrab dengan kopi, asap rokok, dan malam aku ingin ada seseorang yang kelak memeluk rambut putihmu dengan bahagia inginku, orang itu adalah aku kalaupun bukan, tak apa asal kamu tetap hidup. itu sudah cukup
tji leng shi, 2805-2026
Aku rasa, langitpun sering bertepuk sebelah tangan. Kita sibuk berlarian di bumi, tanpa sesekali menengadah ke langit ~
@anwarrosyidin
Mau Nyalip Kontainer, Mikir Dua Kali
Dulu waktu masih muda, kami sering merasa jalan raya itu milik sendiri. Motor dipacu kencang. Nyalip truk kontainer cuma soal reflek dan keberanian.
Waktu itu hidup terasa ringan karena tidak ada yang menunggu di rumah.
Sampai suatu sore, sepulang kerja, aku boncengan dengan seorang kawan lama. RX-King-nya, yang biasanya meraung liar, kali ini melaju pelan. Santai sekali.
Lalu di tengah suara angin dan knalpot kendaraan lain, dia ngomong gini:
"Pas bujangan, kalau mau nyalip kontainer aku nggak pake mikir. Tapi pas udah nikah, aku mikirin istriku. Udah punya anak, aku mikir dua kali. Mikirin anak dan istriku. Mungkin nanti kalau si kecil punya adik, aku akan mikir tiga kali.”
Aku diam.
Karena tiba-tiba kalimat itu terasa lebih dalam daripada semua nasihat motivasi tentang kedewasaan.
Ternyata menjadi dewasa bukan soal umur, jabatan, atau soal gaji bulanan.
Kadang kedewasaan lahir saat seseorang mulai sadar: nyawanya bukan lagi cuma miliknya sendiri.
Ada istri yang menunggu suara motor di depan rumah. Ada anak kecil yang belum mengerti apa itu kehilangan. Ada masa depan keluarga kecil yang ikut bergantung pada seseorang yang sedang memegang setang motor di jalan raya.
Dan sejak itu aku sadar kenapa banyak lelaki berubah pelan setelah punya keluarga.
Cara nyetirnya berubah. Cara marahnya berubah. Cara mengambil risiko juga berubah.
Bukan berarti mereka jadi penakut.
Tapi karena akhirnya mereka menyadari ada orang-orang yang lebih penting daripada ego mereka sendiri.
Ternyata selain membuat manusia jadi puitis, cinta juga bisa membuat seseorang mengurangi kecepatan motornya sepulang kerja.
—ditulis ketika tiba-tiba keinget omongan seorang sobat lama, hampir dua dekade yang lalu.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Jika tangan kita pendek untuk membalas kebaikan seseorang, maka panjangkan lisan kita untuk mendoakannya.
Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat dan dimudahkan untuk bersyukur.
Selamat hari raya Idul Adha.
Lelaki Tua di Musholla Kecil
Di musholla kecil itu, lelaki tua yang sehari-hari menjual rokok eceran menangis diam-diam selepas shalat.
Tak ada yang tahu kenapa.
Mungkin ia sedang mengingat hidupnya. Mungkin ia merasa jauh dari Tuhan.
Mungkin juga karena untuk pertama kali setelah sekian lama, ia sempat mendengar suara hatinya sendiri.
Dunia memang terlalu ramai.
Kadang manusia perlu lapar sedikit, agar batinnya kembali hidup.
°°°°°
Senja di hari arafah ini, aku sadar, mungkin aku iri pada lelaki tua itu..
dan dunia
seperti biasa,
tetap menawarkan dirinya
dengan sangat cantik:
angka rekening,
pujian manusia,
serta kesibukan yang membuat seseorang lupa
bahwa ruhnya sedang kehausan
maka puasa itu menyapa
bukan untuk melemahkan tubuh,
tetapi untuk membangunkan sesuatu
yang terlalu lama tertidur di dalam dada
sesuatu yang dulu sering menangis saat sujud,
lalu perlahan mengeras
karena terlalu sering bersentuhan dengan dunia
barangkali itulah mengapa
di padang arafah orang-orang memakai pakaian serupa kematian..
agar manusia ingat,
bahwa yang paling mahal dari hidup
bukanlah umur yang panjang,
melainkan hati yang berhasil pulang sebelum dipanggil pulang
Sudah ku cumbu luka luka semalam
Walau besok pagi bernanah lagi
Bangun dengan gundah gulana
Tidur dengan pikiran tinggal landas
Yang tersisa hanya kelam semata
bahkan lelah pun harus menarik
masyarakat modern punya cara halus untuk menghukum manusia lelah, yaitu dengan membuatmu merasa bersalah karena tidak produktif.
kalau kamu lambat, kamu kalah. kalau kamu berhenti, kamu tertinggal. kalau kamu terlalu sedih, algoritma.hidup akan menenggelamkanmu di bawah orang-orang yang tampak lebih bahagia.
dan perlahan manusia belajar menyensor dirinya sendiri.
mereka menyembunyikan depresinya. menyamarkan kecemasannya menjadi humor. mengubah kelelahan menjadi kalimat: “hari ini agenda lagi padet banget nih.”
karena dunia hari ini seperti tidak menyukai penderitaan, kecuali penderitaan itu dikemas dengan vibes 'positif'.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Di atas langit masih ada langit..
Dihadapan Allah rendahkan dirimu,
Dihadapan manusia rendahkan hatimu..
Bibir penuh doa, kepala penuh kebencian
Banyak orang ingin terlihat suci. Mereka memutar doa di mobil, mengutip ayat di media sosial, tapi pulang ke rumah dengan kepala penuh kebencian. Kota ini dipenuhi orang-orang lelah yang pura-pura baik-baik saja. Kuli bangunan, pencopet, pegawai kantor, pengemudi ojol, lelaki mabuk yang duduk sendirian di trotoar, semuanya sedang mencoba bertahan. Dan agama? Kadang cuma dijadikan sebagai plester murah untuk luka yang terlalu dalam.
Orang-Orang yang Menghafal Doa Keluar Rumah tetapi Lupa Cara Pulang
“… dan tidaklah mereka berjalan di bumi, lalu mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami.”
QS. Al-Hajj: 46
Di kota ini
orang-orang berangkat kerja sambil memutar murattal
namun klakson mereka tetap terdengar
seperti sumpah serapah yang kehilangan wudu.
Seorang lelaki membaca doa safar
di atas motor kredit lima tahun,
lalu menerobos lampu merah
demi tiba lebih cepat
di hidup yang bahkan tidak benar-benar ia sukai.
Betapa aneh kepala manusia.
Mereka hafal tata cara haji,
namun lupa bagaimana meminta maaf
kepada ibunya sendiri.
Mereka tahu persis
berapa putaran thawaf mengelilingi Ka’bah,
tetapi tak pernah sadar
bahwa hidupnya sendiri
sedang thawaf mengelilingi gengsi.
Di minimarket dekat musala itu
seorang kasir perempuan menyelipkan istigfar
di sela bunyi barcode dan mesin EDC,
sementara matanya sembap
oleh cicilan dan ayah yang masuk ICU.
Dan dunia tetap berjalan seperti biasa.
Pomo-promo tumbuh lebih cepat daripada pohon,
orang-orang berebut diskon
seakan umur bisa ditukar poin belanja,
sementara kematian lewat pelan-pelan
menjadi tukang parkir, pengantar galon,
atau lelaki tua yang batuknya tak kunjung tuntas.
Lalu azan magrib terdengar.
Sebagian buru-buru mematikan musik.
Sebagian lagi tetap menatap layar ponsel
seolah hidayah bisa ditunda.
Namun di sudut musala kecil itu,
ada seorang bocah yang sujud terlalu lama
dengan baju sekolah penuh debu jalanan.
Dan mendadak seluruh kota terasa begitu kecil.
Sebab mungkin benar,
yang paling sulit dari kehidupan bukan
mencari Allah,
melainkan berhenti sebentar
agar hati kita sempat mendengar-Nya.
Kakek nggak seru ahh..
Penyakit kita saya nih..
Pas hidup susah: “Ya Tuhan, kenapa hidup gua berat banget, ya?” Pas hidup rada enak: “Kayaknya ada yang kurang deh…”
Manusia tuh nggak bisa dikasih nyaman terlalu lama.
WiFi lemot dikit aja langsung keluar sumpah serapah.
Chat nggak dibales, langsung mikir kemana-mana.
Mungkin hidup sesekali emang sengaja dibikin susah, supaya manusia punya bahan cerita.
Coba bayangin kalau hidup lurus-lurus aja, nanti cerita ke cucu,
“Dulu hidup kakek flat aja. Tidur cukup dan mental stabil.”
Kurang seru, Njir. 😁
Sah-sah aja kok. Kamu kan manusia, bukan beton.
Kalau kamu lagi capek, ya capek aja dulu. Nggak usah sok kuat. Emang kamu semen tiga roda?
Kadang manusia itu butuh nenangin hati. Butuh ngedumel. Butuh bilang, “hirup teh naha kieu pisan.”
Dan orang yang baik itu bukan selalu yang paling banyak kasih nasihat.
Tapi yang mau nemenin kamu ngopi, sambil pura-pura nggak lihat kamu lagi nahan nangis.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
179
Aku suka melihat orang yang bertumbuh. Yang aku tahu tanahnya dulu tidak subur. Kekeringan.
Yang dulu mengesalkan sekali rasanya ketika berinteraksi menjadi hangat. Yang bebal, yang selalu jatuh pada lubang yang sama menjadi lebih mawas diri. Yang dulu ceritanya penuh dendam sekarang malah ahlinya memaafkan.
Tentu saja, yang dulu hidupnya hanya bersabar sekarang dia mulai bersyukur menikmati manis sabarnya.
Aku senang ketika seseorang itu akhirnya bertumbuh, berbunga, juga berbuah.
Aku pun kemudian bercermin
Aku sudah bertumbuh sejauh apa ya?
@ffahraa
MUNAJAT ORANG-ORANG YANG KEHILANGAN KIBLAT
. . . dan tidaklah mereka berjalan di bumi, lalu mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami.
Ia ingin sekali percaya
bahwa hidup tak seluruhnya dibangun
dari semen, target, dan alarm ponsel.
Sebab setiap pagi
ia melihat manusia keluar rumah
seperti ayat yang dipaksa tamat
sebelum sempat dipahami.
Di dalam Commuter Line,
kepala-kepala saling bersandar
dengan mata setengah padam.
Ada yang baru selesai tahajud
namun gagal menahan marah di kantor.
Ada yang tak pernah menyentuh sajadah
tetapi diam-diam memberi makan kucing liar
sepulang kerja.
Betapa ganjil jalan menuju Sang Khaliq:
kadang ia tumbuh
dari luka yang tak selesai-selesai.
Seorang lelaki tua
menjual tasbih di halaman masjid istiqlal
dengan batuk yang bunyinya
seperti lemari kayu dibuka.
Tak ada yang tahu
bahwa dahulu ia bandar judi
yang hafal bunyi pecahan botol
lebih baik daripada iqamah.
Kini jemarinya
yang dulu sibuk menghitung kartu
pelan-pelan belajar menghitung istighfar.
Dan hidup,
entah sejak kapan,
selalu pandai mempermainkan manusia
dengan cara paling sunyi.
Ia pernah melihat
anak muda bertato ayat kursi di lengannya
menangis saat azan magrib,
sementara seorang hafiz
sibuk memaki pelayan parkir
karena motornya tergores.
Maka ia mulai mengerti
barangkali hidayah bukan cahaya besar
yang turun menggelegar dari langit,
ia lebih mirip aroma tanah
sesudah hujan pertama;
datang pelan-pelan
ke kepala yang lelah menjadi duniawi.
Dan manusia,
sesaleh atau seburuk apa pun hidupnya,
diam-diam hanyalah musafir
yang sedang mencari arah pulang
di tengah bumi
yang terlalu ramai disebut sementara.