Hal Sederhana Bernama Empati..
Kadang seseorang bercerita bukan karena dia merasa paling menderita, tapi karena dia sedang kelelahan memikulnya sendirian. Curhat bukan perlombaan tentang siapa yang paling berat bebannya, bukan tentang siapa yang punya banyak masalah dan capek.
Setiap orang membawa luka dengan ukuran dan bentuknya sendiri. Orang yang curhat, dia tidak meminta validasi tapi dia hanya butuh pendengar. Butuh sandaran untuk berkeluh kesah dan butuh sandaran untuk bercerita.
Mengatakan, "Jangan lebay dehh, bukan hanya kamu yang susah dan banyak masalah, masih banyak orang lain juga lebih susah daripada kamu."
Rasanya kalimat itu mengandung minim empati terhadap lawan bicara. Malah tidak membuat rasa sakit menjadi lebih ringan, hanya membuatnya terasa lebih sepi dan membandingkan penderitaan.
Mendengarkan tidak selalu berarti setuju dan berempati tidak berarti membenarkan semuanya. Terkadang, didengar saja sudah cukup untuk membuat seseorang bernapas sedikit lebih lega.
Kalau seseorang curhat, biasanya dia tidak minta solusi, tidak minta dibandingkan, hanya ingin didengar dan dimengerti.
Kalau memang tidak sanggup mendengarkan, katakan saja dengan jujur tapi masih ada rasa simpati. Contoh: "itsoke, saya dengar kok, tapi jujur saya tidak punya energi buat tanggapin banyak, maaf yaa" atau "Saya mungkin tidak bisa bantu banyak, tapi saya dengerin kok." 🥲
Karena tidak semua cerita ingin dijawab. Ada yang hanya ingin didengar, ditemani sebentar dan dipahami tanpa harus dijelaskan panjang-panjang.
Kadang, empati sudah lebih dari cukup. 🥹
---TAKALAR KOTA || JUMAT, 06 FEBRUARI 2026. Pukul: 21.55 WITA---