eeper
seen from Croatia

seen from Mexico
seen from Australia
seen from Mexico
seen from Netherlands
seen from Russia
seen from United States
seen from United States
seen from Laos
seen from China

seen from Australia
seen from Pakistan
seen from United States

seen from Belgium
seen from Russia

seen from Russia
seen from United States
seen from China

seen from Brazil

seen from United States
eeper

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
the path of freedom ..... poly shipping .....
Happy Pride Month!
And it also Men's Mental Health Awareness Month
"Secangkir Peng-abaian"
Dia pernah hangat, sehangat pelukan mentari diujung senja.
Lalu, kau membiarkannya di sana, tergeletak di sudut meja. Uapnya yang semula membubung tinggi, serupa rindu yang menggebu atau rona yang paling jujur, kini lumat ditelan udara malam. Kau terlalu sibuk menatap hal lain, hingga lupa bahwa kehangatan punya batas kedaluwarsa.
Sekarang, tengoklah cangkirmu.
Warna hitamnya tak lagi menjanjikan ketenangan, melainkan menjelma menjadi genangan sunyi yang pekat. Ketika akhirnya kau memutuskan untuk menyentuhnya, bibir cangkir itu sudah sedingin tatapan seseorang yang telanjur mati rasa.
Jangan mengeluh jika sesapan pertamamu terasa asing. Pahitnya tidak lagi ramah, dan asamnya tak lagi meninggalkan kesan yang indah. Itu bukan lagi kopi; itu adalah sisa-sisa kepedulian yang terlambat kau peluk kembali.
Sebab di dunia ini, ada beberapa hal yang tidak diciptakan untuk menunggu. Begitu kau abaikan dan kaubiarkan dingin, ia tidak akan pernah bisa dihangatkan lagi dengan cara yang sama. Ia hanya akan menjadi racun bagi ingatanmu sendiri.
...
Begitu pun dengan kita, atau apa pun yang pernah sepakat untuk disebut sebagai "kita".
Dulu, kita adalah seduhan yang baru turun dari filter, dengan aroma yang memenuhi seluruh ruang kepala, panas dan penuh gairah. Kau memegang tanganku seolah takut suhu itu akan hilang, seolah setiap teguk adalah satu-satunya alasan untuk tetap terjaga.
Namun, ada masanya kau meletakkan cangkir itu terlalu lama di atas meja. Kau sibuk dengan duniamu sendiri, dengan ambisi-ambisi yang kau anggap lebih mendesak daripada sekadar menjaga hangat di antara jemari kita. Kau membiarkan jarak tumbuh, membiarkan udara dingin merambat masuk ke sela-sela percakapan kita yang mulai hambar.
Sekarang, lihatlah.
Hubungan ini serupa kopi yang sudah ditinggal lupa. Ia tidak lagi memberikan pelukan yang meredam resah. Saat kau akhirnya kembali dan mencoba menyesapnya, kau justru terkejut oleh pahitnya yang menusukmu, bukan karena kopinya yang salah, tapi karena kau baru sadar bahwa rasa yang dulu manis telah membusuk karena pengabaianmu sendiri.
Kita tidak mati, kita hanya dingin. Dan sayangnya, kau tahu betul bahwa tidak ada api yang cukup besar untuk membuat cangkir yang sama terasa hangat seperti pertama kali aku menyeduhnya dulu.
🍃ヽ( ⌒o⌒)人(⌒-⌒ )ノ🌸

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Mungkin, Kamu Sudah Muak Mendengarnya.
Aku menyayangimu sepaket dengan masa kini, masa lalu, masa depan, trauma, luka, cerita, tantrum, tawa, humor, aneh, absurd, semua sisi dirimu. Ketidak-sempurnaanmu yang membuatmu sempurna. Boleh ejek aku bucin -budak cinta, atau apa pun. Aku menyayangimu di luar kesanggupanku, bahkan alat ukurku enggak sanggup mendeteksinya karena terlalu besar. Naif? Mungkin itu yang disebut mencintai seseorang dengan tulus dan apa adanya.
Jika Tuhan memberikanku kesempatan untuk memilih, aku akan tetap memilih tempat ini, di sini, saat ini, dengan segala ceritanya agar aku tetap bisa bertemu denganmu.
Jika aku bisa memutar ulang waktu, aku akan tetap mengambil peran ini, menjalani cerita ini agar aku bisa bertemu denganmu.
Bersamamu adalah syukurku yang paling panjang. Bahagiaku yang paling megah. Tawaku yang paling meriah. Aku tahu, hidup denganmu enggak selamanya berisi tawa, suka dan bahagia. Kadang ada episode sedihnya, ada bagian marahnya, ada sisi menyerahnya. Hanya saja, episode apapun yang aku lewati bersamamu terasa membahagiakan. Aku selalu bersyukur untuk setiap momennya. Iya, seringkali kamu diam saja, gak melakukan apa-apa. Iya, bahkan ketika kamu tantrum dan marah dan aku ikut-ikutan. Tapi, kehadiranmu saja sudah cukup. Kamu 'ada' saja sudah cukup buatku bahagia. Sedikitpun, enggak ada ruang untuk menyesal telah membersamaimu sebab bagaimana aku bisa menyesal kalau semua ruangnya berisi bahagia dan syukur?
Bertemu denganmu di luar prediksiku, apalagi bisa selalu bertemu denganmu setiap hari, aku enggak pernah membayangkannya. Tapi ada satu prediksiku yang benar, bertemu denganmu membuatku bahagia. Dan, tentu saja itu sudah cukup.
Di sisi lain, walau berulangkali aku dikecewakan, dibuat patah hati dan sedih olehmu. Gakpapa, itukan satu paket? Aku masih mempercayaimu. Aku masih menyayangimu, bahkan lebih dari dulu.
Perasaanku adalah tanggung jawabku. Responku bagian dari pilihanku. Kamu di luar kendaliku, enggak bisa aku atur. Sebesar apapun kamu mengecewakanku dan menyakitiku, aku tetap memilihmu, aku tetap mempercayaimu, aku tetap menyayangimu. Bodoh? Iya. Anggap saja begitu. Buatku, aku enggak apa-apa bodoh terus asal bisa selalu sama kamu. Maksa? Iya, mungkin.
Naif, aku mencintaimu dengan tulus dan apa adanya tanpa berharap balasan apapun darimu. Seperti kata guruku, cinta adalah memberi tanpa berharap menerima. Bukan berarti aku gak mau kamu berubah atau memperbaiki diri. Aku mau, sangat menginginkannya. Tentu, aku juga ingin kamu bertumbuh-berkembang bersamaku. Hanya saja, bagian manapun yang kamu perbaiki, sisi manapun yang tumbuh, dan hal apa pun yang ingin kamu kembangkan adalah apa yang kamu rasa perlu dilakukan. Jadilah versi terbaik dirimu menurut dirimu sendiri. Aku di sini hanya membersamai.
Namun, ada satu hal yang menyakitiku saat ini. Paling sakit. Paling mengganjal. Kamu boleh menyakitiku dengan kata-kata pedas dan jahatmu. Sesakit apapun itu, buatku masih bisa dimaafkan. Tapi, aku paling sedih kalau kamu melakukannya untuk dirimu sendiri. Aku menyayangi diri itu dengan luar biasa tapi kamu malah menyakitinya seenaknya. Sedih tahu, rasanya seperti disakiti depan-belakang-semua sisi. Aku saja mau melakukan apapun itu kepada diri itu (kamu) pikir-pikir dulu karena aku begitu menyayanginya, rasanya kontradiksi kalau aku mengatakan aku menyayangimu tapi juga menyakitimu di saat yang sama. Tapi, kamu malah menyakiti diri itu (kamu) seenaknya. Iya, aku tahu kamu berkali-kali bilang kalau kamu gak paham apa itu mencintai diri sendiri. Belum paham. Hanya saja, maukah kamu berhenti menyakiti dirimu sendiri? Ada banyak yang sayang sama diri itu. Jika kamu enggak, aku iya. Aku menyayangi diri itu. Berhenti menyakiti diri itu. Aku menyayangimu. Berhenti menyakiti dirimu sendiri. Sudah, cukup. Mulailah menyayangi dirimu sendiri.
-Sastrasa
1970's