jalan jalan

#batman#dc comics#dc fanart#dc#dick grayson#batfam#bruce wayne#tim drake



seen from Germany
seen from Belgium
seen from China
seen from Belgium
seen from United States
seen from South Korea

seen from Australia
seen from United States
seen from Türkiye
seen from Hong Kong SAR China
seen from United States
seen from Türkiye
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Japan

seen from Singapore

seen from Türkiye

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from United States
jalan jalan

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Light Bender remake cause I finaly get a good idea how they look like and I am proud of how it came out. Definitely need to play around with Aldorei clothing to redesign them.
ruby earrings
Repetisi Kecil
Beberapa pekan terakhir, aku membaca buku What I Talk About When I Talk About Running karya Pak Haruki Murakami. Aku membacanya sedikit demi sedikit selama hampir tiga pekan. Kadang kubaca di rumah, saat suasana cukup tenang dan Nilam sibuk bermain sendiri di dekatku. Kadang bukunya kubawa saat menemani Nilam bermain di Danau UNS. Aku duduk membaca beberapa halaman, lalu sesekali mengawasi Nilam yang berlari kecil ke sana-sini sambil tertawa sendiri.
Saat membaca bukunya, ada banyak bagian yang terasa seperti membaca isi kepala sendiri. Padahal hidup kami sangat berbeda. Pak Murakami adalah novelis besar dunia. Sedangkan aku hanya penulis buku anak yang sesekali menulis cerpen dan tulisan-tulisan random di sela pekerjaan kantor. Pak Murakami juga sudah berlari puluhan tahun dan menyelesaikan puluhan event marathon dunia. Sedangkan aku baru mulai serius berlari sekitar dua tahun terakhir, dan baru sekali menyelesaikan lari marathonku dua minggu yang lalu.
Pak Murakami berkali-kali menulis bahwa manusia hanya bisa bertahan lama pada sesuatu yang memang cocok dan ia sukai.
“Manusia secara alami akan terus melakukan sesuatu yang disukai dan tidak melanjutkan sesuatu yang tak disukai.”
Aku rasa memang benar seperti itu. Seseorang tidak mungkin sanggup bertahan belasan atau bahkan puluhan tahun pada sesuatu yang tidak terasa cocok dengan dirinya.
Sudah sepuluh tahun aku bekerja di dunia penerbitan buku anak. Menulis, mengedit, mengonsep buku, revisi naskah, dan berbagai hal kecil lain yang terus berulang setiap hari. Aku juga tidak terlalu hebat di bidang ini. Tapi setidaknya, ada bagian dalam diriku yang nyaman tinggal di dunia buku.
Di dunia lari, aku juga bukan pelari hebat. Pace-ku biasa saja, sedikit di atas rata-rata pelari rekreasional kebanyakan. Tentu banyak sekali pelari yang lebih hebat dariku di luar sana. Tapi entah kenapa, lari (terutama lari jarak jauh) mengajariku berbagai hal yang sering kutemukan saat menulis, yaitu kebanyakan hidup berjalan lewat repetisi kecil.
Pagi hari selalu terasa cocok untuk berlari dan menulis. Jalanan masih cukup sepi, isi kepala belum terlalu ramai, dan hidup terasa berjalan sedikit lebih lamban. Karena itulah aku bisa menikmati lari setelah subuh. Ide-ide kecil untuk tulisanku justru muncul saat kakiku terus bergerak tanpa banyak distraksi. Bangun pagi. Berlari. Bekerja. Menulis. Lalu mengulang hal yang sama keesokan harinya.
Di bagian ultra marathon, Pak Murakami menulis:
“Aku bukan manusia. Aku hanyalah sebuah mesin.”
Saat membaca bagian itu, aku langsung paham maksudnya. Hidup akan terasa terlalu berat kalau dipikirkan sekaligus. Jadi, satu-satunya cara melaluinya adalah bergerak sedikit demi sedikit. Seperti pelari ultra marathon yang akhirnya hanya fokus pada beberapa meter jalan di depannya.
Setelah menyelesaikan marathon pertamaku dua minggu lalu, aku juga sedikit memahami kenapa pelari jarak jauh sering terlihat tenang saat berbicara tentang hidup. Sebab, di kilometer-kilometer akhir, sebenarnya yang dilawan bukan cuma rasa lelah di kaki, tapi juga isi kepala sendiri. Saat tubuh mulai ingin berhenti, kita hanya bisa terus bergerak pelan sambil berharap garis finis segera terlewati.
Itu juga mirip dengan yang kulakukan selama ini. Menjalani hari-hari biasa. Bekerja, menulis diam-diam, berlari senyamannya, serta mencoba tetap waras saat isi kepala terlalu ramai.
Ada juga bagian yang juga sangat aku sukai:
"Saat semakin tua, kamu akan belajar untuk bahagia dengan apa yang kamu miliki."
Mungkin memang itulah salah satu bentuk kedewasaan yang paling sulit. Menerima bahwa hidup kita tidak akan pernah sempurna. Menerima bahwa diri kita punya batas. Menerima bahwa ada banyak kemungkinan hidup yang tidak bisa kita pilih.
Anehnya, setelah menerima itu, hidupku perlahan lebih tenang.
Tidak semua orang harus menjadi orang yang luar biasa. Ada juga orang-orang yang hanya ingin menjalani hidupnya dengan cukup baik, cukup tenang, lalu bertahan cukup lama pada berbagai hal yang ia cintai. Aku salah satunya.
Karena itulah, aku merasa cukup dekat dengan Pak Murakami. Bukan hanya karena ia penulis hebat atau pelari. Tapi, karena ia menulis dengan cara yang terasa sangat manusia. Tenang, sepi, penuh repetisi, tapi menyimpan ketahanan yang panjang.
Kurasa, sebagian kecil diriku juga hidup di sana.
Tether Partners with Georgia to Launch GEL₮ Stablecoin
➤ Tether is partnering with the Georgian government to launch GEL₮, a stablecoin pegged to the Lari, aiming to modernize the nation's financial infrastructure. ➤ This initiative seeks to reduce transaction costs, accelerate international transfers, and enable programmable payments, positioning Georgia as a regional crypto hub. ➤ The partnership involves establishing a regulatory framework compatible with international standards and exploring blockchain-based financial infrastructure.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Georgia’s Crypto Rules Shape Tether’s GELT Stablecoin Strategy
Stablecoin issuer Tether and the government of Georgia are pursuing a new digital asset initiative: GELT, a stablecoin pegged to the Georgian lari that would operate under Georgia’s evolving digital asset regulatory framework. The collaboration aims to facilitate cross-border com...
➤ Tether and the Georgian government are collaborating on GELT, a new stablecoin pegged to the Georgian lari, aimed at facilitating cross-border commerce and digital payments within Georgia. ➤ Georgia's evolving digital asset regulatory framework, emphasizing reserve management, redemption rights, and AML compliance, will govern GELT's operations. ➤ Key details regarding GELT's legal issuance, reserve custodians, and redemption rights remain undisclosed, with no definitive launch timeline announced.
Tether and Georgian Government Plan Lari Stablecoin “GELT” Under New Digital Asset Rules - FinanceFeeds
Tether and the Government of Georgia plan to launch GELT, a lari-pegged stablecoin, under Georgia's new digital asset framework.
➤ Tether and the Government of Georgia are launching GELT, a stablecoin pegged to the Georgian lari, under a new digital asset regulatory framework. ➤ This initiative aims to position Georgia as a bridge between traditional finance and blockchain, leveraging Tether's infrastructure for efficient digital payments and cross-border commerce. ➤ The framework is designed for legal clarity and interoperability with emerging US stablecoin legislation, such as the GENIUS Act.
Tether, Georgia plan lari-backed stablecoin GELT under new rules
Stablecoin issuer Tether and the government of Georgia plan to launch a stablecoin called “GELT” that would represent the Georgian lari under the country’s digital asset regulatory framework.On Monday, Tether said the stablecoin is expected to support cross-border commerce and digital payments in G…
➤ Tether and the government of Georgia are planning to launch a stablecoin named GELT, pegged to the Georgian lari, to facilitate cross-border commerce and digital payments within Georgia. ➤ This initiative aligns with Georgia's recent development of a digital asset regulatory framework, including rules for reserve management, redemption rights, issuer oversight, and AML compliance. ➤ The launch details, issuer, reserve location, and redemption rights for GELT are yet to be announced, but the stablecoin will join Tether's growing lineup of non-dollar pegged tokens.