Tepat satu pekan lalu, nenek tercinta dipanggil oleh Allah SWT, iya di hari kamis pagi pekan lalu, masih terngiang bapak yang sedang menjaga nenek di rumah sakit mengabarkan dengan suara menahan tangis, bahwa mamah harus ikhlas, karena nenek sudah tidak ada lagi di dunia ini.
Hari itu, hari yang begitu menyesakkan bagi kami, nenek sudah tidak lagi ada. Salah satu sosok panutan ku, orang yang selalu dengan mudah memaafkan orang lain, yang selalu rajin beribadah menghidupkan sunnah. Bahkan beberapa hari sebelum kepergiaannya, saat aku menengoknya, beliau selalu menanyakan sudah masuk waktu sholat atau belum, ditengah kondisinya yang saat itu sudah begitu mengkhawatirkan, hanya bisa terbaring di tempat tidur :") Sampai sekarang saat saya menuliskan ini, raut wajah nya saat itu masih teringat jelas. Wajah nya yang pucat, dengan suara pelan dan terbata-bata, ia meminta untuk dipakaikan mukena karena hendak menunaikan sholat, tanpa perlu kami ingatkan :" Di usianya yang menginjak 80 tahun, bahkan ia masih mengingat hal-hal lampau, iya karena beliau tidak pernah lepas dari dzikir, tidak pernah lepas dari membaca Qur'an, sempat dulu beberapa waktu tinggal bersama nenek, karena dekat dengan kantor tempat magang ku dulu, rutinitas sehari-hari nya selalu membuat ku takjub, bangun di sepertiga malam, lanjut terus berdzikir hingga menunggu waktu subuh, selepasnya berdzikir, membaca Qur'an sambil menunggu waktu Dhuha tiba, sesuatu yang beliau selalu dawamkan.
Dunia memang hanya tempat singgah sementara, perpisahan itu sesuatu yang pasti akan selalu terjadi, dan kita harus mempersiapkan nya, bersedih tentu wajar, tidak apa, namun beriring sabar, beriring husnudzan pada Allah, bahwa semua ada waktu nya, semua sudah sebaik rencana Nya, berharap kelak semua berkumpul di Jannah Nya.
Di hari kepergian nya, begitu indah, jenazah nya dimandikan dan di kafani oleh semua anak-anak nya, bahkan beberapa cucu nya, aku yang menyaksikan beliau saat dimandikan dan di kafani begitu haru, beliau orang baik, InsyaAllah Husnul khotimah. Yang juga membuat ku takjub di hari kepergian nya, ialah ketika begitu banyak yang menyolatkan dan mendoakan nya. Teman-teman dari anak-anak nya silih berganti datang, mendoakan beliau, do'a-doa dari yang melayat terdengar begitu tulus, ucapan yang terasa begitu hangat.
Bapak saat itu bilang, setiap perbuatan pasti ada balasan nya, entah di dunia atau nanti saat kita tidak lagi ada, do'a-do'a yang berhimpun dari banyak orang itu pun pasti karena kebaikan-kebaikan beliau semasa hidup, karena amal shalih yang beliau lakukan, InsyaAllah husnul khotimah. Sekarang tinggal kita, yang bersiap untuk menghadapi kepergian diri kita nanti nya.
Terimakasih nek, untuk semua pelajaran, kasih sayang yang nenek sudah berikan, semoga kelak kita bisa berkumpul lagi di surga Nya ya :"
Bandung, 22 September 2022