Mengulas lagu yang akhir-akhir ini mencuri ruang di kepalaku.
Maaf adalah hal yang tidak pernah sederhana.
Ia lahir dari hati yang pernah terluka, nyaris berubah menjadi amarah, namun tetap memberi ruang. Dari ego yang ditekan, dari sisa kecewa yang tidak dibiarkan menjadi dendam.
Sebab dalam hubungan, dua manusia dua kepala, tak luput dari salah mengerti, salah bicara, atau gagal menepati apa yang pernah diusahakan bersama.
Maaf adalah hal yang paling serius.
Bukan kesempatan untuk kembali mengulang luka yang sama, melainkan kesediaan untuk belajar, bertumbuh, dan membenahi diri setelahnya.
Sebab maaf yang tulus bukan tentang menghapus kesalahan, melainkan memastikan jejak perih yang pernah tertinggal tidak perlu kembali hadir untuk kedua kalinya.
Barangkali kebahagiaan bukan tentang menemukan hubungan yang sempurna, melainkan dengan seseorang yang tetap ingin memperbaiki apa yang retak, alih-alih pergi ketika segalanya menjadi rumit.
Kelak, semoga kita sampai di sana.
Pada hubungan yang dipenuhi rasa syukur untuk selalu saling dalam banyak perihal.












