I want a rematch soon.
your passion for losing is inspiring.
seen from Egypt
seen from United States
seen from Germany
seen from Canada
seen from France
seen from China
seen from France
seen from China
seen from France
seen from Italy
seen from France
seen from China
seen from Israel
seen from China
seen from Canada

seen from France
seen from United States
seen from Israel

seen from France
seen from Canada
I want a rematch soon.
your passion for losing is inspiring.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch โข No registration required โข HD streaming
Oh, @ibu ! Come here! ๐
ANGKA Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan kesehatan nasional. Data Survei Penduduk Antar Sensus
ANGKA Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan kesehatan nasional. Data Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, AKI tercatat sebesar 144 per 100.000 kelahiran hidup.
Meski menunjukkan tren perbaikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, angka tersebut masih jauh dari target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 yang menetapkan AKI sebesar 70 per 100.000 kelahiran hidup.
Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, Dr. dr. Eugenius Phyowai Ganap, M.Kes., Sp.O.G., Subsp.Obginsos, menilai capaian tersebut perlu diapresiasi, namun upaya penurunan angka kematian ibu harus terus diperkuat.
Ia menyebutkan, sebagai negara berkembang angka AKI yang tercatat tahun 2025 menunjukkan peningkatan dalam artian adanya penurunan Angka Kematian Ibu per 100.000 kelahiran hidup.
Seeing your face zoomed in on my dash nearly every day is like being visited from the Ghost of Christmas past.
just the zoomed in ones? w
not the shirtless ones?
Rindu kepada Ibu dalam Perspektif Islam: Kajian tentang Birrul Walidain dan Tanggung Jawab Anak
ย SURAU.CO โ Abstrak: Ibu merupakan sosok yang memiliki kedudukan sangat istimewa dalam Islam. Pengorbanan, kasih sayang, serta perjuangan seorang ibu dalam membesarkan anak tidak dapat diukur dengan materi maupun balasan duniawi. Artikel ini membahas makna kerinduan kepada ibu dalam perspektif Islam, pentingnya berbakti kepada orang tua (birrul walidain), serta relevansi doa dan perhatian anakโฆ

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch โข No registration required โข HD streaming
trivia game got a little spicy earlier.
27/365
(Di atas sajadah yang sama, dengan nama yang tak pernah berubah di dalam doa.)
Aku bukan lagi anak kecilmu yang dulu sering menangis minta dipeluk. Aku sekarang sudah di sini, berdiri di atas kakiku sendiri, memimpin dan merawat sebuah rumah tangga baru yang kupercaya sebagai jalan ibadahku.
Tapi Ibu, Ayah... kenapa setiap kali malam datang, aku tetap merasa sekecil dulu di hadapan bayang-bayang kalian?
Sekarang kepalaku begitu riuh. Ada tanggung jawab baru yang harus kujaga, ada hati pasangan yang harus kuutamakan, dan ada urusan duniawi yang seolah tak pernah ada habisnya menuntut perhatianku. Di tengah semua keriuhan itu, dadaku kerap kali dihantam rasa bersalah yang teramat sunyi. Aku di sini sedang sibuk-sibuknya menata masa depan, sementara di sana, kalian sedang berkejaran dengan sisa usia.
Setiap kali melihat gurat lelah di wajah Ibu lewat layar ponsel, atau mendengar suara batuk Ayah yang mulai sering terdengar, jantungku rasanya berhenti berdetak sesaat.
Aku takut sekali. Bagaimana jika aku terlalu sibuk mengurus duniaku di sini, sampai aku lupa bahwa waktu kalian di sana terus berjalan tanpa pernah menungguku?
Bagaimana jika takdir menjemputmu saat aku masih terikat oleh jarak dan urusan yang tak bisa kutinggalkan?
Ketakutan terbesar seorang anak yang merantau dan telah berkeluarga adalah... menjadi asing bagi orang tuanya sendiri di sisa waktu yang mereka punya.
Namun, di titik ini, aku belajar untuk berserah. Memasrahkan segala cemas yang tak mampu kupikul sendiri kepada Pemilik Semesta.
Tuhan... aku ikhlas atas takdir jarak dan peranku yang baru ini. Namun, jika boleh meminta, teduhkanlah sisa usia kedua orang tuaku. Lapangkan hatiku untuk bisa membagi bakti, dan pertemukan kami kembali dalam keadaan terbaik-Mu. Biarkan aku pulang dan memeluk mereka, sebelum waktuku benar-benar habis.
Sudut kamar | 15.14
Lemah yang Bertambah-tambah
Sebelum seorang anak mengenal dunia, ada tubuh yang lebih dulu menanggung beratnya.
Sebelum ia dapat meminta, ada tangan yang sudah bersiap memberi.
Sebelum ia bisa mengucapkan terima kasih, ada malam-malam panjang yang dilalui dengan sabar.
Begitulah sebagian jasa ibu: banyak yang terjadi ketika kita belum mampu mengingatnya.
Allah mengingatkan manusia dengan kalimat yang membuat kepala tertunduk:
ููููุตููููููุง ุงููุฅูููุณูุงูู ุจูููุงููุฏููููู ุญูู ูููุชููู ุฃูู ูููู ููููููุง ุนูููููฐ ูููููู ููููุตูุงูููู ููู ุนูุงู ููููู ุฃููู ุงุดูููุฑู ููู ููููููุงููุฏููููู ุฅูููููู ุงููู ูุตููุฑู
โDan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Ku tempat kembali.โ (QS. Luqman: 14)
โLemah yang bertambah-tambah.โ
Al-Qurโan tidak menyebutnya ringan.
Tidak menyebutnya sekadar lelah sebentar.
Ia adalah kelemahan yang datang berlapis.
Hari berganti hari.
Bulan menyambung bulan.
Badan berubah, tidur berkurang, rasa sakit mendekat, kekhawatiran datang tanpa selalu bisa diceritakan.
Di dalam keadaan seperti itu, seorang ibu tetap membawa amanah kehidupan.
Ia menahan banyak rasa yang dulu tidak kita pahami.
Ia mungkin takut, tetapi tetap menjaga.
Ia mungkin lelah, tetapi tetap bertahan.
Ia mungkin menangis diam-diam, sementara anak yang dikandungnya belum mengenal satu huruf pun untuk berterima kasih.
Lalu waktu berjalan.
Anak tumbuh, memiliki urusan, memiliki rumah, memiliki kesibukan.
Di titik itulah ujian berbakti sering bermula.
Bukan pada kata-kata besar.
Melainkan pada suara yang dijaga.
Pada kabar yang tidak sengaja diputus.
Pada doa yang tetap disebut meski hari sedang padat.
Pada kesabaran ketika orang tua mengulang nasihat yang sama.
Pada kemampuan menahan diri agar tidak menjawab dengan nada yang menyakiti.
Allah menggandengkan dua syukur dalam ayat ini:
โBersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu.โ
Ini bukan kalimat kecil.
Ia menegur cara kita memahami ibadah.
Seseorang bisa tampak rajin mengucap syukur kepada Allah, tetapi masih perlu memeriksa adabnya kepada ayah dan ibunya.
Bisa sangat ramah kepada orang jauh, namun kaku dan keras kepada orang yang dahulu paling banyak berkorban.
Bisa menjaga citra di hadapan manusia, tetapi kehilangan kelembutan di dalam rumah sendiri.
Padahal sering kali orang tua tidak meminta dunia yang luas.
Mereka cukup tersentuh oleh ucapan yang baik.
Oleh kabar yang datang tanpa harus diminta.
Oleh wajah yang cerah ketika bertemu.
Oleh bantuan sederhana yang dilakukan tanpa keluhan.
Oleh doa anak yang tidak melupakan mereka.
Ayat itu ditutup dengan pengingat yang dalam:
โHanya kepada-Ku tempat kembali.โ
Semua hubungan di dunia memiliki batas waktu.
Kebersamaan dengan orang tua pun tidak selamanya terbuka.
Akan datang masa ketika kesempatan mencium tangan tidak lagi ada.
Suara yang biasa menegur tidak lagi terdengar.
Rumah yang dahulu ramai oleh nasihat menjadi tempat yang membuat dada sesak oleh rindu.
Karena akhirnya semua kembali kepada Allah, jangan sia-siakan jalan bakti yang masih Allah bukakan.
Jika masih bisa menghubungi, hubungilah dengan lembut.
Jika masih bisa meminta maaf, rendahkanlah hati.
Jika masih bisa membantu, lakukanlah tanpa merasa paling berjasa.
Jika mereka telah tiada, jangan putuskan doa.
Berbakti bukan usaha membayar lunas semua pengorbanan.
Sebab jasa orang tua tidak pernah benar-benar selesai dihitung.
Berbakti adalah bentuk malu seorang hamba di hadapan Allah: malu jika tubuh yang dahulu dijaga dengan lemah yang bertambah-tambah, tumbuh menjadi anak yang keras dan lupa.
Maka lembutkanlah lisan sebelum penyesalan membuatnya terlambat.
Lapangkanlah hati untuk berbuat baik, selama pintu itu masih dibuka.
Ya Allah, ampuni kedua orang tua kami.
Rahmatilah mereka sebagaimana mereka merawat kami ketika kecil.
Jaga lisan kami agar lembut kepada mereka.
Beri kami hati yang lapang untuk berbakti tanpa menunda.
Dan jangan jadikan kami anak yang baru menyesal setelah kesempatan itu tertutup.
Aamiin.