sedapnya kalau dapat gesel batang ni👅
seen from Russia
seen from United States
seen from Türkiye

seen from United States
seen from China

seen from Malaysia
seen from Germany
seen from China
seen from China
seen from Australia

seen from Belarus
seen from France
seen from Germany
seen from United States

seen from United States
seen from China
seen from Saudi Arabia
seen from United States

seen from Malaysia
seen from China
sedapnya kalau dapat gesel batang ni👅

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Kita menangisi luka yang disebut takdir, seolah Tuhan terlalu pelit pada bahagia. Padahal ada luka lain yang kita rawat diam-diam: dosa yang enggan kita akui sebagai sebab.
Setuju. Seorang perempuan selalu menjadi payung untuk laki-laki tetapi selalu lupa untuk memayungi dirinya sendiri.
Kalau pelangimu sudah datang... Jangan kau luoakan payung yang menemani mu disaat HUJAN #pelangi #adapelangi #adapelangidimatamu #payung #hujan https://www.instagram.com/p/Ch515SLPgpi/?igshid=NGJjMDIxMWI=
"Kalau kamu sudah bertemu dengan sinar matahari jangan juga lupakan payung yang sudah menemani kamu dikala hujan. Payung yang setia melindungi kamu agar tidak kebasahan, payung yang rela kejatuhan daun dan ranting, payung yang tetap kokoh menemani kamu hingga ketujuanmu sederas apapun hujan itu.
Hanya karena hujan sudah berhenti bukan berarti kamu melupakan manfaatnya dan kebaikannya kan? "
- 28 Juni 2022

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
HUJAN-HUJANAN
Aku berlarian demi menghindari air hujan, yang jatuhnya tak pernah diabakan. Sampai lama, sebab kinipun tidak juga berkesudahan. Aku kini terjebak di halte kecil, yang terasa lebih kecil sebab makin banyak yang ikut berduyun sambil badannya menggigil.
Di waktu risauku saat awan terus tergulung mendung, aku melihatmu melepas sepatu dengan rambut yang terikat dibiarkan menggantung. Terlihat jelas kamu sedang bersiap menantang hujan, mencoba berlari menembus hujan yang sebagian mahluk takut badannya kebasahan.
Melihatmu tersenyum sambil menjulurkan jemari di tepi atap halte ini, yang sengaja agar jemarimu basah ditetesi air hujan. Aku rasa ini saatnya kamu sedang pemanasan. Sebelum benar-benar, membawa badan itu hujan-hujanan.
Tapi niatmu terhenti, setelah tanpa sengaja kamu memergoki aku terus memandangi kamu dari samping kiri. Aku seketika tidak tahu harus membawa kemana respon diri. Sebab sudah terlanjur, aku berusaha memaksa diri untuk menghampirimu seraya memperkenalkan diri.
Kini aku tau namamu dan apa sebab kamu bersiap memerjang hujan sore itu, seolah semesta yang memang sedang berpihak padaku, kamu menawariku untuk ikut bersamamu. Tanpa pikir panjang aku mengiyakan. Meski setelah iyaku, kamu memperingatkan "kalau hujan-hujanan bisa mendatangkan sakit tak berkesudahan".
Setelah kalimatmu itu, aku tidak terlalu peduli dan dengan segera merelakan. Awalnya aku tidak mengerti, namun ternyata itulah awal dari semua ini.
Seolah waktu berjalan begitu cepat, kita menerobos ruko-ruko yang di bawahnya banyak pedagang yang terus menunggu dagangannya. Ini kali pertama aku tidak suka dengan waktu yang terus berjalan tak karuan. Sampailah saat di mana kita sampai pada perpisahan, di sebuah pertigaan dekat taman kota yang ternyata kita tidak searah mulai dari sana.
Aku tidak memikirkan hal apapun selain itu, selain merasakan, ternyata hujan-hujanan bisa sangat menyenangkan. Kita berpisah dengan mengucap sedikit kata perpisahan.
Selepas sampai rumah, aku merapikan pakaian basahku beserta sepatu yang sedari tadi hanya aku tenteng, membiarkan kaki ini telanjang menerobos jalan yang penuh genangan.
Sudah beberapa hari berlalu sejak hujan waktu itu, aku tidak melihatmu lagi di halte kita bertemu. Bahkan di sore akan hujan pun saat aku menunggu kamu, di halte ini kamu tetap tidak pernah aku temu.
Hujan lagi sore ini, aku sudah menyiapkan payung untuk kita pakai nanti. Namun kamu sudah tidak lagi menampakan diri yang akhirnya aku mengutuk diri, sebab mengapa tidak meminta kontakmu agar aku bisa mengakhiri rasa sakit ini. Ternyata kamu benar tentang hujan, yang bisa mendatangkan rasa sakit tak berkesudahan.
14 Maret 2021 | ©AdiKurniawan
Hujan apa kabar?
Hujan, apa kabar ? Kali ini tampaknya kau sedikit berbeda.
Kau sekarang datang tanpa membawa cerita. Apakah kau baik-baik saja? Aku sangat merindukanmu. Aku rindu melodimu. Aku rindu semua kabar yang kau ceritakan kepadaku.
Mendung awan kelabu sekarang akan beranjak pergi. Tapi kau sendiri masih tidak menceritakan kisah kepadaku. Apakah aku harus memohon sambil berisak tangis terlebih dahulu, untuk meminta sebuah kisah ?
Aku ingin kisah 'si payung mimpi' tetap berlanjut. Dan berakhir dengan bahagia.
Tahun akan bergulir, tetapi kisah 'si payung mimpi' masih menjadi misteri. Akankah berlanjut? Atau berakhir sampai disini?.
Ku harap, hujan kali ini bukanlah pertanda akan berakhir nya cerita "Raina dan Ren" . Dua orang asing. Yang sangat berbeda. 2 dunia yang tak nyata, dan tak pernah disatukan. Jika ada. Maka akan saling meniadakan.
nbarhmah
31 Desember 2020, di ruang tamu.
Dikala hujan membisu.
Hujan
#30HariBercerita #Day16
Langit menumpahkan air matanya. Aspal hitam tak dapat berbuat apa-apa selain merelakan tubuhnya basah kuyup. Sementara aku berdiri di pelataran toko sepulang kerja. Di saat seperti ini seharusnya aku memasukan payung kedalam tasku. Jadi aku tidak perlu menunggu langit menghentikan tangisannya.
Huff.
Aku menghela nafas. Melihat sepasang kekasih berbagi payung bersama.
"Bukankah jatuh cinta itu menyenangkan?"
Itu jelas bukan suaraku. Aku menoleh agak menengadah karena pemilik suara itu lebih tinggi dariku. Pria itu tersenyum. Senyum yang sama yang muncul dimimpiku semalam.
"Tentu saja, selama aku tidak jatuh sendirian."
Sepertinya aku memang tidak perlu payung. Terserah saja hujan mau berhenti kapan. Karena aku hanya butuh satu kepastian, bahwa aku tidak akan sendirian.