#16 Tidak Percaya Diri
Kadang rasa tak percaya diri itu sering kali mampir menyapa.
"Aku tidak sekuat itu Ya Allah..."
"Kenapa harus aku Ya Allah..."
"Ya Allah udah lah aku capek..."
Dan berbagai pertanyaan juga keluh yang tak mampu lagi terbendung.
Ambyar... meluluhlantahkan pertahanan diri.
Entah tangis yang akhirnya pecah, atau rengekkan yang tak mampu lagi dicegah.
Ya.. kadang beban memang begitu berat, seringkali kita merasa tak kuat.
Rasanya ingin enyah, ingin hangus, ingin menghilang dari bumi.
Bahkan meski hanya sekedar terlelap dalam mimpi untuk melupakan beban itu, rasanya tak apa.
Entahlah...
Apakah kita yang memang selemah itu, atau memang alibi klise agar tak lagi merasakan kelu.
Padahal jika kita tak lupa, sebenarnya tak ada yang benar-benar kebetulan didunia ini.
Bahkan daun yang jatuh saja punya takdir yang tak sederhana, Allah merencanakan itu dengan sangat seksama.
Lalu apa kabar hidup kita? mungkinkah Allah menyia-nyiakan dan tak pernah memedulikan? Apakah Allah lupa bahwa kita tengah merasa sesak dengan kehidupan yang sedang kita perjuangkan?
Ah kurasa tidak.
Allah itu Agung, Maha Tahu segalanya.
Segalanya begitu kecil untuk-Nya. Jangankan mengurus diri kita seorang. Mengurus seisi jagat raya saja Allah mampu, sangat mudah bagi-Nya.
Jadi mungkinkah hidup kita hanya mengalir tanpa pernah dirancang dengan ke Maha Bijaksanaan-Nya?.
Kurasa tidak, sungguh.
Mungkin kita yang terlalu sok tahu, sok berprasangka, sok mengada-ada.
Ya...
Aku sendiripun masih sering terjebak dalam dilema.
Bahwa aku tak percaya diri jika aku mampu melewati banyak hal yang terjadi.
Aku merasa sungguh tak sekuat itu, tak pantas.
Bahkan seringkali aku terdiam karena tak mengerti kenapa jalan hidupku begini, ingin rasanya lari dan melupakan diri sendiri, lebih tepatnya beban diri sendiri.
Ya... mungkin aku masih terlalu jahil untuk memahami tiap pola yang ada dikisah hidupku, tentang banyaknya perjalanan yang sudah kulewati.
Satu hal yang pasti adalah, ketika Allah izinkan semua hal terjadi, maka itulah yang terbaik untukku, meski aku merasa tak mampu, meski semuanya terasa ambigu.
Pun sama dengan beban dan masalah yang hari ini kita jalani.
Allah tahu kita mampu, sebenarnya kita bisa.
Mungkin kita terlalu merasa rendah diri, merasa tak percaya diri.
Ah, jangan terlalu merasa...
Karena segalanya memang tak harus soal "merasa".
Karena banyak hal-hal yang pada kenyataannya tak sama dengan apa yang kita rasa.
Ya... cuma perasaan kita saja.
Barangkali memang begitu.
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (QS. Al-Baqarah: 286).
Ditulis di malam ke delapan belas Syawwal 1441 H
Cilacap, 9 Juni 2020 (23.47)














