52. Bersembunyi dibalik Kata
Bahwa ternyata, yang ada dipelupuk mata bukan hanya impian, tapi berbagai macam peliknya kehidupan.
Pagi, sudah tidak menceritakan tentang kabar seseorang yang pergi. Segala yang timbul saat mentari menyapa adalah rasaย โkemana harusnya aku mencari berbagai bentuk jawaban dari semua iniโ.
Mungkin hidup berjalan bukan hanya tentang kita sampai atau telah menemukan. Tapi, tentang kemana arah dan tuju perpadu pada satu-satunyaย pemberhentian dan pengabul segala harapan.
Matahari memilih bersembunyi dibalik awan, mengintip dan bertanya tentang sejauh mana memoar rasa telah menghanyutkan kenyataan yang harusnya dijalani bukan dibiarkan lari?
Begitu lucu, saat kenyataan mengatakan tentang menjalani hidup memang tidak memerlukan arah yang jelas-jelas bisa dibaca oleh mata. Kita dituntut mencari jalan sesuai arahan pemilik semesta. Kemudian cerita dari Dia membuat kita berjalan sesuai dengan yang Dia tuliskan. Bertemu dengan persimpangan, berhenti di tempat yang sunyi atau justru menemukan jalan yang tidak pernah diduga akan dilalui.
ย Semua begitu tidak mudah pahami.
Akan ada, sesuatu yangย ditemukan. Entah beban atau hadiah dari Tuhan. Semua itu akan diterima dengan sebaik-baik waktu dan ketepatan.
Yang dipahami dari perasaan ingin berlari adalah aku ingin mengetahui tentang jalan cerita selanjutnya.
Pundak yang kecil ini sudah menampung begitu banyak beban. Aku jadi teringat, bagaimana dengan baiknya ayah menyembunyikan duka, luka dan beban dari tangis berubah tawa. Aku tidak pernah membayangkan, betapa terlukanya perasaan tidak bisa mendapatkan untuk membuat yang dicintai tersenyum lebar.
Allah tahu, aku mampu. Maka dari itu, jalan yang terlalui dibuat demikian. Kehilangan satu pintu surga, harus merawat pintu yang lain supaya tetap mendapat rahmat dari-Nya.
Hidup ini terlalu lucu bila hanya menginginkan hal yang sama dari makhluk-Nya terjadi pada kita. Meskipun penulisnya sama, tapi kemampuan menerima cerita dan pengalaman pahit adalah bentuk dari kepercayaan Allah pada kita. Kita adalah hamba yang kuat, maka dari itu jalannya dibuat tak sama.
Yang perlu kita pahami hanya, tetaplah berjalan meskipun jalan yang kamu lalui bukan jalan yang kamu inginkan. Ada sesuatu yang menantimu di depan.
Dalam Hati yang Gundah Gulana