MASIH TENTANGMU
Aku menangis lagi semalam.
Hanya saja, yang membuatku sedemikian sedih ialah kenyataan bahwa kini aku bahkan tak lagi tahu alasan apa yang membuatku masih memilih untuk bertahan.
Sebab, hal-hal yang dulu membuatku jatuh hati padamu ternyata hanyalah delusi yang lahir dari sebuah pencitraan. Hal-hal yang dahulu perlahan meyakinkan segala raguku kini telah menghilang, tersapu habis, hingga tak lagi menyisakan bentuk apa pun.
Dan mungkin, yang selama ini kupertahankan bukan lagi dirimu, melainkan kenangan tentang seseorang yang ternyata tak pernah benar-benar ada.
.
.
.
Bandung, 8 Juli 2026
















