Kenali Diri, Deteksi Dini
Tiada Kesehatan Tanpa Kesehatan Jiwa.
Dewasa ini, masalah kesehatan jiwa semakin sering dibicarakan tak terkecuali para milenial yang selalu mengkonsusmsi sosial media setiap harinya. Kasus-kasus kesehatan jiwa silih berganti meramaikan timeline-timeline berbagai jejaring sosial. Kasus bunuh diri live di Facebook pada 2017 silam, pernyataan awkarin tentang mental illness di channel youtube miliknya yang ramai diperbincangkan beberapa bulan yang lalu, dan beberapa hari kebelakang timeline twitter diwarnai dengan kicauan kasus kematian bunuh diri seorang pengguna Twitter.
Mungkin kini saatnya kita harus melek kesehatan jiwa, karena sehat tidak hanya soal fisik namun juga jiwa.
Gangguan jiwa memang sering kali tidak kasap mata terlihat “sakit” seperti layaknya patah tulang. Namun, bila diabaikan gangguan jiwa dapat berdampak besar dan luas. Proses penyembuhan dan perawatan yang panjang, biaya perawatan, kehilangan waktu produktif, serta permasalahan-permasalahan psikososial lainnya yang tidak hanya menyangkut diri sendiri tetapi juga keluarga atau orang-orang sekitar. Oleh sebab itu, perlu kiranya mengenali dan mendeteksi sejak dini gejala-gejala yang mungkin terjadi pada diri sendiri atau orang-orang terdekat.
Jadi, apasih gejala-gejala gangguan jiwa secara umum yang perlu diperhatikan?
Ketika mulai hidup dalam dunia sendiri; mulai sering melamun, menarik diri dari dunia luar enggan berinteraksi dengan orang sekitar bahkan mengurung diri hingga berhari-hari.
Ketika pikiran mulai terganggu; tiap kali diajak ngobrol berbicara melantur, meyakini diri sendiri merasa paling hebat, merasa paling tersakiti dan bahkan merasa tidak berguna bagi orang lain, atau merasa bahwa dirinya dikendalikan oleh orang lain.
Ketika panca indra mulai terasa terganggu; melihat yang orang lain tidak melihat, mendengar apa yang orang lain tidak mendengar, melihat berbagai hal yang tidak sebagaimana mestinya, merasakan yang seharusnya tidak dirasakan oleh indra pengecapan, mencium bau-bau aneh dan merasakan sesuatu merayap di kulit, dan tanpa sadar mempertahankan posisi tubuh dalam posisi yang lama puluhan menit bahkan berjam-jam.
Ketika perasaan mulai terganggu: menunjukkan perasaan sedih yang berlebihan seperti merasa tidak memiliki semangat hidup, tidak merasa bahagia, putus asa, merasa minder, terdapat keinginan untuk bunuh diri dan sering menangis; menunjukkan perasaan gembira berlebihan seperti sulit tidur, terlalu banyak bicara bernyanyi menari atau bahkan berdandan berlebihan, terlalu genit dan sering kali menggoda lawan jenis, merasa paling hebat, merasa paling berkuasa, merasa memiliki kekuatan atau merasa banyak orang yang iri dan cemburu pada dirinya.
Ketika perasaan menunjukkan kecemasan; sering berdebar-debar, telapak tangan dan kaki sering berkeringat, sering sakit kepala, sesak nafas, nyeri dada, perut perih, takut akan kematian, takut untuk sendirian, dan sering berkeluh kesah.
Apabila ditemukan salah satu gejala-gejala seperti diatas, maka mencari pertolongan ke professional merupakan tindakan yang paling tepat. Karena semakin cepat gangguan jiwa tersebut diatasi maka proses pemulihannya juga akan terasa lebih ringan.
Untuk membantu mendeteksi dini kondisi jiwa, kita dapat memanfaatkan Aplikasi Sehat Jiwa yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Aplikasi ini bisa di download di Play Store secara gratis.
Selain fitur deteksi dini, aplikasi ini juga memberikan informasi lokasi fasilitas kesehatan jiwa di wilayah tempat tinggal seperti puskesmas, rumah sakit ataupun rumah sakit jiwa, serta berbagai informasi cara mencegah dan mengatasi gangguan jiwa.
Deteksi dini penting namun jangan asal mendeteksi dan mendiagnosis diri bahwa kita menderita salah satu dari sekian banyak gangguan jiwa yang ada yaa~
Kenali dan lebih peduli dengan diri sendiri yuks!