Riyoko Ikeda colabora com o Santuário Xintoísta de Kashiwa: A partir de amanhã, começará a ser distribuído selos goshuin da Rosa de Versalhes.
seen from United States

seen from Romania
seen from Japan

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from China

seen from Singapore

seen from United States

seen from Indonesia
seen from Singapore
seen from Malaysia
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from Serbia
seen from Singapore

seen from Malaysia
seen from Indonesia
Riyoko Ikeda colabora com o Santuário Xintoísta de Kashiwa: A partir de amanhã, começará a ser distribuído selos goshuin da Rosa de Versalhes.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Mungkin saja terkadang apa yang kita inginkan, justru akan menghancurkan hidup kita.
⠀
Dan juga yang kita harapkan malah akan menjauhkan kita dari Tuhan.
⠀
Perbaiki segera hubungan dengan Tuhan. Perbaiki diri. Mulai bersyukur di segala hal, meski keadaan yang dihadapi sangatlah sulit.
⠀
Yakinlah, Tuhan mendengar setiap jeritan doa, tapi Tuhan juga mau kita untuk terus berharap dan dekat padaNya.
-@arioagio
Enggan Mendekati Baik
Bukan tak ada hal baik di sekeliling kita, hanya saja kita yang terlalu sering menjauh darinya. Ingin pasangan yang lembut dan penuh iman, tapi saat ia datang, katanya terlalu kaku, tak seru, dan kurang spontan.
Ingin jadi pribadi yang dekat dengan kebaikan, tapi langkah enggan menjejak majelis ilmu dan kebenaran. Lebih sering percaya unggahan tak jelas di sosial media, lalu menyusun prinsip hidup dari potongan kata yang fana.
Ingin tubuh sehat dan hidup seimbang, tapi olahraga dianggap berat dan membuang waktu panjang. Lalu berharap sehat hanya dari makanan mahal nan minim isi, padahal sehat dan berat badan ringan itu dua hal yang tak selalu sejiwa.
Kita mau hasil dari jalan kebaikan, tapi tak siap melewati prosesnya dengan kesungguhan. Mungkin bukan dunia yang makin sulit dan pelik, tapi kita saja yang terlalu pilih-pilih dalam mendekati baik.
5 RULES OF CHANGE
1. Merubah pola pikir ( تغيير الفكر) Setiap perbuatan, perilaku dan perasaan kita adalah terjemah (manifestasi) dari pola pikir dan qona’ah kita. Tanpa merubah pola pikir dan cara memandang (mindset) kita terhadap hidup, maka kita akan tetap dalam kondisi stagnan atau bahkan mundur. Pola pikir kita tidak akan bisa baik dan lurus manakala tidak bersumber dari Kitabullah dan sunnah…
Kita membangun batasan, semakin lama semakin jelas. Tentang bagaimana mengurutkan prioritas, sehingga beberapa hal memang harus sengaja dilepas.
Kenyamanan seharusnya bukan tolak ukur tunggal. Pada beberapa hal mendasar, kadang, kita bahkan salah sasar.
Apa yang kita yakini hari ini, untuk semua perbedaan yang sudah dimaklumi, sayang sekali, kita harus berakhir di sini.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
MENULIS
Jika kau ingin memahami dunia maka membacalah, namun jika kau ingin memahami dirimu maka menulislah. karena jika mulut tak pandai mengutarakan, maka dengan menulis kamu bisa memahami semua yang sedang di alami, apa yang mau kamu kerjakan, dan menulis kembali ingatan di masa lalu, bahkan kamu bisa menulis kan semua imajinasi-imajinasi liar yang terkadang tak ingin orang lain dengan mudah memahaminya, lalu lahirlah sebait demi bait syair yang lahir dari seganap rasa yang pernah di alami, baik sedih, senang, kagum, ataupun segala bentuk hasrat lainnya. Sebagai contoh mungkin tak pernah mungkin bisa mengungkapkan perasaan ke pujaan hati, tetapi dengan menulis aku bisa menjadi gagah berani menuliskan segenap rasa yang aku ungkapkan pada setiap bait tulisan.
Perasaan yang Cepat Sekali Berubah
Sebenarnya kami sudah saling tahu apa bahasa cinta masing-masing. Aku menghindari berkata-kata yang berlebihan dengan maksud menjaga agar perasaan -yang belum pada waktunya- tidak tumbuh lebih cepat. Tapi, saat kejadian berlaku sebaliknya, aku lebih merasa tersinggung alih-alih tidak merasakan apa-apa.
Jadi ceritanya, 'pengorbanan' yang selalu kulakukan setiap mengobrol melalui telepon dengan Si Beruntung adalah aku memberikan telingaku untuk mendengarnya bercerita berjam-jam. Tanpa sering menyela atau bertanya sesuka hati, khasku saat berdiskusi dengan orang lain. Entah mengapa aku kesulitan untuk melakukan dua hal tersebut pada orang ini. Dugaanku, karena aku tidak terlalu penasaran dengan hal-hal yang dia ceritakan, biasa-biasa saja.
Bagiku, waktu adalah bahasa cinta. Memberikan waktu pada seseorang artinya aku menghormati dan menghargainya. Tidak melulu karena aku jatuh hati.
Tapi ternyata, perasaan yang tenang bagai air yang dalam itu seketika beriak.
Hari ini, di saat aku minta waktunya 'hanya' untuk membalas pesan, ternyata dia tidak memberikannya sedermawan aku memberikan waktuku. Transaksional memang, tapi begitulah aku memperlakukannya sejauh ini. Alih-alih merasa tenang karena (kupikir dengan begitu) aku bisa menjaga perasaan, aku malah lebih merasa terganggu, tersinggung, dan anehnya, penasaran.
Si Beruntung ini memang berbeda dan tidak mudah ditebak.
Sejak awal, di saat yang lain lebih banyak minder dan mundur teratur karena merasa aku sulit untuk diraih dan berat untuk diimbangi. Orang ini malah bilang bahwa aku masih punya banyak potensi. Kapasitas yang kugunakan selama ini baru 15-20% saja, masih banyak kesempatan untuk dibentuk.
Sebenarnya aku cukup kaget mendengarnya. Jadi, selama 28 tahun aku hidup -banting tulang, jatuh bangun, ambisius- untuk menjadi diriku yang sekarang, ternyata itu belum ada apa-apanya?
Di sisi lain, aku merasa tertantang. Perasaan yang cukup unik seperti layaknya adonan tanah liat yang masih punya banyak peluang untuk melakukan transformasi, menjadi apapun itu.
Parahnya lagi, dia hari ini bilang padaku bahwa aku orangnya lugu.
Makin (kesal) penasaran aku dibuatnya.
"Kalau dek abidah yang saya lihat masih lugu dalam beberapa hal, jadi mungkin harus ada komunikasi intens" begitu katanya saat aku bertanya apa ada kekurangan diri ini yang mungkin akan sulit dia toleransi.
"Lugu dalam artian fleksibilitas komunikasi dan juga pemahaman-pemahaman yang sifatnya belum dikuasai," begitu tambahnya. Bukannya membuat aku paham, jawabannya malah menambah rasa penasaranku.
Tapi, dengan menyebalkannya, saat aku tanya beberapa pertanyaan yang lebih rinci terkait hal tersebut, dia malah menghilang dan bilang kalau sedang menyambi pekerjaan lain. Tidak seperti dia biasanya yang selalu cepat tanggap membalas setiap pesan.
Tidak hanya itu, aku yang tadi siang mencoba mencari tahu tentang dirinya melalui sebuah akun sosial media dengan mengirimkan permintaan pertemanan, ternyata tidak serta-merta dia terima, sampai detik ini.
Aku pikir karena dia tidak aktif menggunakan sosial media itu, jadi aku tidak begitu ambil pusing. Nyatanya, malam hari saat aku menulis tulisan ini, aku malah menemukan namanya dari ratusan viewer story-ku. Dalam arti kata lain, dia 'memata-matai'-ku tapi menolak untuk aku 'mata-matai'.
Sebenarnya apa yang dia pikirkan? Apa sih yang dia mau? Apa alasannya tidak menerima permintaan pertemananku?
Karena tumpukkan rasa penasaran (kesal) itu, hari ini aku bertransformasi menjadi sosok yang berbeda dari sebelumnya. Semoga besok aku sudah kembali lagi seperti sediakala.
Be A Changemaker!
Ini merupakan lanjutan dari tulisan kemarin. Here we go, catatan dari sharing bersama Ara di Ahlan Ramadhan 2021.
Berbicara perubahan, ada banyak sekali elemen yang menjadi bagiannya, sebut saja: niat, lingkungan, keteguhan, dan lain sebagainya. Namun sebenarnya, bagaimana sih konsep changemaker itu? Apa yang akan dibawa oleh changemaker dan mau dibawa kemana?
Ara menggambarkan perubahan akan dibawa dari titik C ke S. Apa itu? “C” merupakan current situation, kondisi terkini yang terjadi di lingkungan terdekat kita (bisa jadi pengalaman pribadi atau keluarga, tetangga, dsb). Sedangkan “S” merupakan something better for the good of all, apa sih titik yang lebih baik untuk kemaslahatan masyarakat?
Untuk membawa C menuju S, hal yang paling penting adalah: collective action. Bukan hanya cukup tahu apa masalahnya, namun mencukupkan aksi nyata juga. Berbicara aksi, kita mungkin bertanya, harus mulai dari mana? Yuk sama-sama simak rumus dari Ara!
IDEA ─ Ide muncul dari hadirnya pertanyaan-pertanyaan. Secara sederhana, kita mengenal 5W+1H sebagai inti dari pertanyaan. Lalu tambahkan 1 lagi kata tanya, ‘bagaimana jika?’, yang akan berguna untuk melihat berbagai macam kemungkinan yang dapat terjadi melalui berbagai macam perspektif. Mulai ngide dari mana nih? 1. What is the problem we are addressing currently? ─ sedang ada masalah apa yang bisa diselesaikan saat ini? 2. Why do we care about it? ─ ‘WHY’ sangatlah penting untuk menguatkan motivasi intrinsik kita. 3. What is our idea? ─ mulailah dengan membuat list keterampilan kita, lalu koneksikan menjadi ide nyata. 4. Some of initial solutions for implementation ─ Jangan takut ngide dan bermimpi besar, akan mudah jika kita breakdown setiap langkahnya. 5. My next step ─ jangan berhenti di ide. Tentukan langkah konkrit selanjutnya!
TEAM ─ Membangun tim adalah PR yang dinamis, berubah sepanjang waktu. Biasanya, tim akan ditemukan ketika kita mulai ngobrol dengan orang lain. Nah, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan sebelum meramu tim. 1. Visi yang sama; 2. Pahami kekuatan anggota; 3. Bangun chemistry tim.
TAKE ACTION ─ Ide dan tim tidak akan menjadi perubahan tanpa aksi nyata. Setelah berempati dan membuka pandangan, jangan lupa mentransfernya menjadi aksi, ya! Biar kita tidak jadi simpatisan belaka :)
Setiap orang dapat membawa perubahannya masing-masing. Asalkan memiliki kemampuan untuk PEKA dengan apa yang terjadi di lingkungan, dan PAHAM apa yang bisa dilakukan. Mengutip visi hidup Ara...
Mulya sesarengan. Sejahtera itu bersama-sama, bukan sendirian. Dan perubahan adalah jalan menuju itu.
Pertanyaannya, maukah kita menjadi pembawa perubahan itu? Yuk bawa secercah perubahan positif untuk lingkungan kita. Karena, kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan dari sekarang, mau kapan lagi?
-----------------------
Masih di depan laptop, 11/01/2023 | 6:53 WIB