misal e yo... nek sampean wong sing ra nde manuk, nek semisale ngombe jamu kuat dadine pie?

seen from Italy

seen from China
seen from United States
seen from Argentina
seen from China
seen from United States
seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from Romania

seen from United States
seen from China

seen from Türkiye
seen from Türkiye
seen from Türkiye
seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
misal e yo... nek sampean wong sing ra nde manuk, nek semisale ngombe jamu kuat dadine pie?

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Day 6 How's Your Life?
Prompt: Ada masa di mana aku benar-benar pengen berhenti kepo-in dia, mengecek bahwa dia aktif dan telah melihat cerita yang kubagikan.
Story: Aku baru saja menghadiri wisuda senior-seniorku. Aku melihat dia juga hadir dengan warna senada denganku, kalau tidak keliru dia menyelipkan hadiah juga untuk orang yang sama yang aku temui.
Aku hanya bisa terenyuh. Entah apa itu kata yang tepat untuk menggambarkan perasaanku. Di satu sisi aku melihat betapa dia orang baik sekali lagi, di sisi yang lain aku berpikir; akan kah tahun depan aku di posisi itu dan mendapatinya begitu? Lalu, sebagaimana aku biasanya membagikan cerita aktivitasku, aku mengunggah foto aku bersama satu dua orang wisudawan; masing-masing satu cerita khusus. Aku mengecek namanya dalam daftar audiens, tidak ada.
Selang beberapa waktu berlalu, aku mengecek kembali daftar audiens, namanya belum ada juga. Sampai di waktu itu namanya muncul pada cerita pertamaku, tetapi tidak di cerita keduaku. Aku hanya berpikir,
"Ya, mungkin karena dia dan aku sama-sama hadir satu acara, sudah tau lah kiranya ceritaku akan soal apa, makanya dia skipped," . Atau dia sibuk, sederhana saja. Kita di level kesibukan yang berbeda, toh.
Tetapi, berbeda dengan perasaanku. Logika main, tetapi perasaan juga lain. Aku menarik pemikiran bahwa, dia kini enggan. Enggan menyimak ceritaku, sementara aku membuat cerita ini selain sebagai arsip, hanya ingin tahu apakah dia memerhatikan aku.
Aku tidak tahu apakah ini masih dalam tahap wajar, karena aku terus mengecek sampai cerita itu berlalu dan lewat 1x24 jam. Satu cerita tidak dilihatnya, dan di hampir ujung waktu menghilangnya cerita terakhirku, baru namanya muncul kembali.
Terkadang, aku hanya ingin bertanya, bagaimana kabarmu? Tetapi begitu sulit untukku menggerakkan lisanku. Terkadang, aku ingin tahu, bagaimana perasaanmu lama tidak melihat update kehidupanku.
Akan tetapi, itu hanya rasa penasaranku, kan? Makanya, terkadang aku ingin berhenti. Aku menahan diri tidak bercerita dengan karibku, agar rasa penasaran dan yang lainnya sampai di aku saja sementara. Agar tidak bertumbuh terlalu cepat. Meski tentu, aku berdoa akan ada yang tumbuh juga, meski tidak secepat itu, dari sisinya.
Siapa yang tahu, suatu hari nanti dia menyelipkan sesuatu di hari spesialku. Suatu hari, bukan hanya aku yang menyelipkan namanya dalam keseharian.
Perasaan yang Cepat Sekali Berubah
Sebenarnya kami sudah saling tahu apa bahasa cinta masing-masing. Aku menghindari berkata-kata yang berlebihan dengan maksud menjaga agar perasaan -yang belum pada waktunya- tidak tumbuh lebih cepat. Tapi, saat kejadian berlaku sebaliknya, aku lebih merasa tersinggung alih-alih tidak merasakan apa-apa.
Jadi ceritanya, 'pengorbanan' yang selalu kulakukan setiap mengobrol melalui telepon dengan Si Beruntung adalah aku memberikan telingaku untuk mendengarnya bercerita berjam-jam. Tanpa sering menyela atau bertanya sesuka hati, khasku saat berdiskusi dengan orang lain. Entah mengapa aku kesulitan untuk melakukan dua hal tersebut pada orang ini. Dugaanku, karena aku tidak terlalu penasaran dengan hal-hal yang dia ceritakan, biasa-biasa saja.
Bagiku, waktu adalah bahasa cinta. Memberikan waktu pada seseorang artinya aku menghormati dan menghargainya. Tidak melulu karena aku jatuh hati.
Tapi ternyata, perasaan yang tenang bagai air yang dalam itu seketika beriak.
Hari ini, di saat aku minta waktunya 'hanya' untuk membalas pesan, ternyata dia tidak memberikannya sedermawan aku memberikan waktuku. Transaksional memang, tapi begitulah aku memperlakukannya sejauh ini. Alih-alih merasa tenang karena (kupikir dengan begitu) aku bisa menjaga perasaan, aku malah lebih merasa terganggu, tersinggung, dan anehnya, penasaran.
Si Beruntung ini memang berbeda dan tidak mudah ditebak.
Sejak awal, di saat yang lain lebih banyak minder dan mundur teratur karena merasa aku sulit untuk diraih dan berat untuk diimbangi. Orang ini malah bilang bahwa aku masih punya banyak potensi. Kapasitas yang kugunakan selama ini baru 15-20% saja, masih banyak kesempatan untuk dibentuk.
Sebenarnya aku cukup kaget mendengarnya. Jadi, selama 28 tahun aku hidup -banting tulang, jatuh bangun, ambisius- untuk menjadi diriku yang sekarang, ternyata itu belum ada apa-apanya?
Di sisi lain, aku merasa tertantang. Perasaan yang cukup unik seperti layaknya adonan tanah liat yang masih punya banyak peluang untuk melakukan transformasi, menjadi apapun itu.
Parahnya lagi, dia hari ini bilang padaku bahwa aku orangnya lugu.
Makin (kesal) penasaran aku dibuatnya.
"Kalau dek abidah yang saya lihat masih lugu dalam beberapa hal, jadi mungkin harus ada komunikasi intens" begitu katanya saat aku bertanya apa ada kekurangan diri ini yang mungkin akan sulit dia toleransi.
"Lugu dalam artian fleksibilitas komunikasi dan juga pemahaman-pemahaman yang sifatnya belum dikuasai," begitu tambahnya. Bukannya membuat aku paham, jawabannya malah menambah rasa penasaranku.
Tapi, dengan menyebalkannya, saat aku tanya beberapa pertanyaan yang lebih rinci terkait hal tersebut, dia malah menghilang dan bilang kalau sedang menyambi pekerjaan lain. Tidak seperti dia biasanya yang selalu cepat tanggap membalas setiap pesan.
Tidak hanya itu, aku yang tadi siang mencoba mencari tahu tentang dirinya melalui sebuah akun sosial media dengan mengirimkan permintaan pertemanan, ternyata tidak serta-merta dia terima, sampai detik ini.
Aku pikir karena dia tidak aktif menggunakan sosial media itu, jadi aku tidak begitu ambil pusing. Nyatanya, malam hari saat aku menulis tulisan ini, aku malah menemukan namanya dari ratusan viewer story-ku. Dalam arti kata lain, dia 'memata-matai'-ku tapi menolak untuk aku 'mata-matai'.
Sebenarnya apa yang dia pikirkan? Apa sih yang dia mau? Apa alasannya tidak menerima permintaan pertemananku?
Karena tumpukkan rasa penasaran (kesal) itu, hari ini aku bertransformasi menjadi sosok yang berbeda dari sebelumnya. Semoga besok aku sudah kembali lagi seperti sediakala.
Manuka Honey
bahwa rasa penasaran itu memberi nyawa, menghidupkan. sepakat nggak, sih? ketertarikan, keingintahuan, seringkali memberikan daya saat beraktifitas.
seperti misalnya, ketika mengidolakan seseorang, mencintai ilmu pengetahuan, mengidamkan sebuah kunjungan, mengangankan suatu pencapaian.. kolaborasi yang epic antara...antara apa, ya, hahaha? perasaan yang kuat dan...dan apa? hahaha, help!
ketika mengidolakan seseorang, segala sesuatu yang berkaitan tentangnya tiba-tiba jadi menarik. apa saja karyanya, bagaimana milestone-nya, dan seterusnya.. dan seterusnya.
ketika mencintai ilmu pengetahuan, ahhhh, rasanya 🥹🫰🏻✨️ semakin bertambah tahu, semakin kagum, semakin takjub atas apa-apa yang Allah ciptakan; semakin sadar betapa diri tak ada apa-apanya. sebab kepingan-kepingan ilmu yang akhirnya dikoleksi di kepala belum ada secelupan jari dari lautan ilmu-Nya.
pingin ke sini, pingin ke sana.. ingin jadi anu, ingin mengalahkan sesuatu.. kalau tekad sudah bulat, ada aja jalan-jalan kreatif kita menujunya. walau akhirnya nggak selalu berhasil didapatkan, sih, tapi potongan-potongan progres yang berhasil dilalui tetaplah memuaskan sanubari. percik-percik pun bikin happy! percik-percik pun berarti.
hari ini, saya memutuskan berhenti mencari tahu madu manuka enaknya di mana sebab di lidah ini rasanya sama saja, haha. entah kalau disuap sesendok murni, ya. tapi sekali lagi. hari ini, saya memutuskan untuk tidak penasaran lagi :)
Sungguh, aku penasaran? Bagaimana hidupmu setelah hari itu? Bahagia? Atau penuh luka.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Hai hai sobat dio👋🏻 Udah pada tau belum sih slogannya ka dio tu apaa? Ini loh sobat dio slogannyaa #beranitampilbeda , hmm beda apanya sih ka dioo? apa sih yang bikin beda? sobat dio penasaran nihh🤪 #slogan #beranitampilbeda #sobatdio #penasaran #ayo #majubersamakadio #weekdays #happyvibes #semangatsenin #bacaleg https://www.instagram.com/p/CpcHVivLNk4/?igshid=NGJjMDIxMWI=