Rasa Cukup yang Menenangkan Hati
Barangkali salah satu nikmat yang paling sunyi adalah dada yang merasa cukup.
Ia tidak selalu membuat hidup terlihat mewah.
Tetapi ia membuat seorang hamba tidak terus-menerus dikejar oleh rasa kurang.
Ada orang yang hartanya bertambah, namun gelisahnya ikut bertambah.
Ada yang ruang rumahnya luas, tetapi dadanya sempit.
Ada yang dilihat manusia seperti memiliki semuanya, namun batinnya tidak pernah selesai menuntut tambahan.
Di sisi lain, ada seorang hamba yang hidupnya sederhana.
Jalannya tidak selalu mudah.
Keinginannya belum semuanya terpenuhi.
Namun lisannya masih mampu berkata:
Alhamdulillah ‘ala kulli hal.
Segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan.
Rasa cukup bukan berarti berhenti berusaha.
Bukan pula menolak perbaikan hidup.
Qana’ah adalah hati yang berikhtiar tanpa menggantungkan ketenangan pada hasil yang belum tentu menjadi miliknya.
Tetap belajar dan menata hidup.
Namun ketika Allah memberi, ia bersyukur.
Ketika Allah menahan, ia belajar sabar.
Ketika Allah mengambil, ia berusaha ridha.
Ketika Allah menunda, ia tidak menuduh Rabb-nya lupa.
Hati yang cukup percaya bahwa Allah tidak salah membagi.
Apa yang sampai kepada kita membawa hikmah.
Apa yang belum sampai kepada kita bisa jadi menyimpan rahmat.
Apa yang hilang mungkin sedang menyelamatkan.
Apa yang sedikit, jika diberkahi, bisa lebih menenangkan daripada yang banyak tanpa rasa syukur.
Sering kali letih bukan karena nikmat terlalu kecil.
Letih datang karena mata terlalu lama mengukur hidup sendiri dengan halaman hidup orang lain.
Kita melihat pencapaian mereka, lalu mengecilkan karunia yang Allah letakkan di tangan kita.
Kita menghitung apa yang belum ada, sampai lupa mensyukuri apa yang masih Allah jaga.
Kalau Allah beri, jangan lupa bersyukur.
Kalau Allah tahan, jangan berhenti berharap.
Kalau Allah uji, jangan putus dari doa.
Kalau Allah cukupkan dengan yang sederhana, jangan hina pemberian-Nya.
Maka yang perlu diminta bukan hanya tambahan rezeki.
Mintalah rezeki yang halal.
Mintalah keberkahan pada yang ada.
Mintalah mata yang tidak iri melihat nikmat orang lain.
Mintalah hati yang tidak menjual akhirat demi mengejar dunia.
Dan mintalah lisan yang tetap mampu memuji Allah ketika keadaan tidak sesuai rencana.
Alhamdulillah ‘ala kulli hal.
Tenang bukan milik orang yang memiliki semua keinginannya.
Tenang adalah karunia bagi hati yang yakin bahwa Allah cukup baginya.
Ya Allah, karuniakan kepada kami hati yang qana’ah.
Berkahilah rezeki kami, lapangkan dada kami, dan ajari kami bersyukur tanpa membanding-bandingkan hidup.
Jauhkan kami dari iri, tamak, dan mengejar dunia sampai lupa pulang kepada-Mu.
Jadikan kami hamba yang bersyukur dalam lapang, bersabar dalam sempit, dan ridha dalam ketetapan-Mu.
Alhamdulillah ‘ala kulli hal.