Banyak orang mengatakan hal yang sama tentang menikah, tapi tak banyak yang mengatakan ibadah itu bisa ditunaikan ke hal lain selain menikah.
Konsep "menikah itu ibadah" sudah seperti standar akal yang ditetapkan turun temurun. Bahkan KUA mengatakan hal yang sama seperti prototipe yang jelas. Lalu tak ada yang mengatakan resolusi jika menikah saat badai datang bagaimana menghadapinya.
Ada yang bilang menikah itu percakapan, ada yang bilang menikah itu impulsif, ada yang mengatakan menikah itu menyatukan, tapi bagaimana jika aku katakan menikah itu perdagangan, pasti terasa kontrovesial, kan?
Terkhususnya di negara kita, sesuatu yang tampak kontroversi akan mengundang banyak cacian atau makian tanpa perlu memahami konteksnya "mengapa seseorang bisa mengatakan pernikahan itu perdagangan?"
namun itu hanya pendapat pribadi ku, yang tak pernah secara verbal sampai di ruang publik.
Ada satu hal yang harus diketahui mereka yang ingin menikah, pesan ini langsung dari penulis @gramabiru
Kau boleh menikah saat kau tahu siapa dirimu, apa tujuan hidup mu, kenapa dirimu berjuang, mengeluh nggak saat di uji sama Allah, bagaimana resolve masalah yang dihadapi, bagaimana hubungan mu dengan sang pencipta, mengapa aku harus bertanggung jawab, dan kenapa setara itu harus.
orang dibalik @gramabiru adalah orang yang terlalu sadar dan terlalu tenang, bahkan bisa dikatakan ia adalah orang yang tak terlalu ambil pusing dengan perkara menikah. Baginya mempercayakan segalanya pada sang pencipta sudah keharusan dan cukup mentadabburi kehidupan ini sedemikian seperlunya.
ada qoute yang mengatakan "aku takkan berkembang biak sebelum aku berkembang baik" itu merupakan qoute yang masuk akal. Pernikahan itu bukan sesuatu yang semata-mata mencintai dan mencintai. Tapi yang terpenting itu "sadar dan tidak gila" kebanyakan yang terjadi adalah mencintai dengan ugal-ugalan tapi tak sadar ia sudah mematahkan syarat sah shalat.
Menikahlah semampunya, bertanggungjawab seharusnya, bertindak seperlunya.
Saat kau belum tahu diri mu, jangan menikah dulu.
Saat kau belum menguasai puncak ego mu, jangan menikah dulu.
Saat kau belum mampu bertahan dibanyak kehidupan, jangan dulu menikah.
Saat kau belum bisa membagi kehidupan mu, jangan menikah.
Saat kau belum cukup umur jangan dulu menikah.
Saat kau di mabuk cinta jangan dulu menikah.
Itu pesan terakhir mentor filsafat ku, sebelum aku menghilangkan diri dari perguruan tinggi. Dia tak berpesan jangan mencuri atau apapun itu, dia hanya berpesan tentang hal hal yang penting sebelum menikah. Mungkin, menurutnya segala cara dpat dilakukan untuk mempertahankan rumah tangga, termasuk mencuri.
INGAT! Saat teman mu menikah jangan nasehati dia, tetapi bantu dia, karena perahu berlayar tetap butuh angin dan para kru. Dan yang paling utama sediakan sekoci sebelum kapal tenggelam. ITU PENTING.
Kata pak Faiz, kalo belum menikah maka berpuasa lah. Hehehe
Kata saya, kalo sudah menikah maka tetaplah beribadah.
Ayo, menikah. Sebelum kiamat huhuhu.