Kematianmu mungkin akan datang pada hari yang biasa, di tengah rencana-rencanamu yang belum selesai. Dunia pun akan tetap berjalan tanpamu. Karena itu, hiduplah sedikit lebih berani.

seen from United States

seen from United States
seen from Netherlands
seen from Denmark
seen from United Kingdom
seen from Russia
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Malaysia
seen from China
seen from United Kingdom
seen from Germany

seen from Malaysia
seen from Germany

seen from Türkiye
seen from United States
seen from Philippines

seen from Canada
seen from United States
seen from France
Kematianmu mungkin akan datang pada hari yang biasa, di tengah rencana-rencanamu yang belum selesai. Dunia pun akan tetap berjalan tanpamu. Karena itu, hiduplah sedikit lebih berani.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Barangkali yang paling sering kita tunda adalah mengingat bahwa hidup ini sementara.
Kita sibuk mengejar hari esok, seakan-akan telah diberi jaminan untuk sampai ke sana. Padahal, kematian tidak pernah menunggu semua urusan selesai. Ia datang tepat pada waktu yang Allah tetapkan.
Maka, jangan hanya sibuk menata dunia. Tata juga hati. Perbaiki salat, jaga lisan, bahagiakan orang tua, minta maaf sebelum terlambat, dan perbanyak bekal yang akan menemani saat semua yang kita miliki tertinggal.
Sebab pada akhirnya, yang mengantarkan kita ke liang lahat hanyalah manusia. Yang menemani setelahnya hanyalah amal.
"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati." (QS. Ali 'Imran: 185)
اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا حُسْنَ الْخَاتِمَةِ
"Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami akhir kehidupan yang baik (husnul khatimah)."
Semoga ketika tiba saatnya pulang, Allah memanggil kita dalam keadaan yang paling Dia cintai, mengampuni dosa-dosa kita, melapangkan kubur kita, dan mengumpulkan kita bersama orang-orang saleh di surga-Nya. Āmīn.
Fase kehidupan
Hari ini ada yang berusaha untuk menyelamatkan nyawa dengan mendonorkan darah nya, hari ini ada pula yang meninggal kan dunia, hari ini ada yang menikah, dan hari ini ada yang mungkin bercerai.
Ya inilah hidup di dunia, ada fase kehidupan penuh bahagia, ada fase kehidupan penuh tangisan, dan semuanya Allah ganti sebagai mana Allah ganti pagi ke pada malam.
Ada yang baru pertama kali menjalani kehidupan rumahtangga nya, ada pula yang baru pertama kali menjalani kehidupan menuju akhirat.
Lantas bagaimana dengan kita?
Kita masih diberi kan waktu, diberikan segala nikmat, diberikan ujian, kita masih diminta berjuang, dan kelak akan menyusul apapun takdir yang masih Allah telah takdir kan.
Seindah apapun dunia kita saat ini, kita akan pergi dan sampai pada liang kubur. Yang entah ada dimana, dan kapan kita akan berakhir.
Sesakit apapun kondisi kita dunia ini, semua hanya sementara, ia akan berakhir dan kita akan sampai pada titik berjumpa dengan Nya, Allah pencipta kita.
Kita harus ingat kita ini adalah musafir di dunia, ini bukan tempat tinggal. Seorang musafir harusnya paham bahwa ia harus segera kembali kepada tempat asal kita yang sesungguhnya.
Dan apakah sudah siap kita untuk melakukan perjalanan yang terpanjang dan abadi ini?
Indonesia Targetkan Nol Kematian DBD pada 2030
Jakarta, lampungkita.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 39.672 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi di Indonesia hingga Mei 2026. Dari jumlah tersebut, 105 orang dilaporkan meninggal dunia. Direktur Penyakit Menular Kemenkes, Prima Yosephine mengatakan tingginya kasus dan kematian DBD mendorong pemerintah memperkuat deteksi dini hingga pengendalian terpadu. Prima…
ANGKA Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan kesehatan nasional. Data Survei Penduduk Antar Sensus
ANGKA Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan kesehatan nasional. Data Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, AKI tercatat sebesar 144 per 100.000 kelahiran hidup.
Meski menunjukkan tren perbaikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, angka tersebut masih jauh dari target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 yang menetapkan AKI sebesar 70 per 100.000 kelahiran hidup.
Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, Dr. dr. Eugenius Phyowai Ganap, M.Kes., Sp.O.G., Subsp.Obginsos, menilai capaian tersebut perlu diapresiasi, namun upaya penurunan angka kematian ibu harus terus diperkuat.
Ia menyebutkan, sebagai negara berkembang angka AKI yang tercatat tahun 2025 menunjukkan peningkatan dalam artian adanya penurunan Angka Kematian Ibu per 100.000 kelahiran hidup.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Lihat postingan ini… "Tiga Tanda Kematian Otak".
Berbagai macam obat, penyakit dan artikel kesehatan dibahas di blog obat sakit ini
Tiga Tanda Telah Terjadi Kematian Otak
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan sebanyak 4000 ibu hamil dan 30 ribu bayi meninggal setiap tahunnya. Upaya untuk menurunkan a
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan sebanyak 4000 ibu hamil dan 30 ribu bayi meninggal setiap tahunnya.
Upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi tidak cukup hanya dilakukan pada pendekatan medis semata.
Sebab, persoalan kesehatan reproduksi perlu dilihat secara menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai aspek dari sisi biologis, psikologis, sosial, budaya, dan religi.
“Kalau Indonesia yang terkenal dengan keragaman kulturnya tidak disentuh dengan cara yang berbeda sesuai dengan kondisinya, maka upaya ini tidak akan berhasil,” kata Ketua Pengurus Pusat Himpunan Obstetri dan Ginekologi Sosial Indonesia (PP HOGSI), Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, Sp.OG., Subsp. Obginsos, MPH. saat menyampaikan hasil Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XVII Himpunan Obstetri Ginekologi Sosial Indonesia (HOGSI) 2026 pada 11-13 Mei lalu di Royal Ambarrukmo Yogyakarta.
Sejak masa kehamilan Dr. dr. Dwiana mengatakan persoalan stunting perlu dipahami sejak masa kehamilan. Ia menjelaskan bahwa sekitar sepertiga kasus stunting sudah terjadi ketika janin masih berada dalam kandungan yang dipengaruhi oleh kondisi kesehatan ibu seperti anemia, kekurangan gizi, infeksi, atau komplikasi kehamilan.