Interpretasi Rasa
Kepada percikan rasa yang hadir menjelajahi jiwa, boleh tidak ceritakan sedikit saja perihal apa saja bahkan sekadar memberitahu kabar?
Kemarilah, jika kamu membutuhkan telinga untuk mendengarkan. Aku siap, walau bisaku hanya sekadar menjadi tempat sampah jerit luka, kemarahan dan keluhan.
Kemarilah, jika kamu memerlukan sosok teman untuk berjuang. Aku siap, walau bisaku hanya menghadirkan aku di waktu senggang.
Suatu hari kesadaran menasehatiku, "Berpikir bahwa dengan menggenggam eratnya akan memberikan kehangatan dan perlindungan hanyalah interpretasimu yang semu. Apakah kamu menanyakan hal ini padanya?"
Aku terdiam. Melupa bahwa sejatinya sudut pandangnya tak pernah aku pertanyakan.
Kesadaran melanjutkan, "..jika belum menemukan kejelasan, coba tanyakan padanya. Wanti-wanti, bagaimana jika asumsimu tadi tidak sejalan dengan kenyataannya?"
Aku mengangguk dan merenung. Maaf, untukmu yang selama ini kugenggam erat. Aku melupa jika kamu butuh ruang untuk bernapas.
Sebuah kediaman
28 Agustus 2021
16:46 WIB
-healerhere












