Photo by Michał Parzuchowski on Unsplash
Di tengah pekan ini, tidak sengaja terbersit dalam pikiran, bahwa dalam banyak kesempatan, pikiran kita sudah seperti menjalankan mode otomatis, karena saking terbiasanya menjalankan sesuatu kita menjadi tidak terlalu “Menyadari” atau “Menikmati” aktivitas yang kita lakukan tersebut. Contoh, perjalanan dari rumah ke kantor, yang biasanya relatif banyak hal yang sebetulnya bisa dilihat dan dinikmati, tapi karena terlalu terbiasa, pikiran kita sering kali justru menjadi tumpul, dalam arti tidak lagi memperhatikan hal-hal yang ada di sekitar kita.
Mungkin hal ini pulalah yang banyak dibahas oleh para praktisi “Mindfulness” dimana mereka memang secara sengaja mengajak setiap orang untuk sadar dalam apapun yang dilakukan, biasanya dimulai dengan menyadari setiap nafas yang dihirup atau dalam bentuk meditasi sederhana, duduk nyaman dan bernafas dan terus menjaga kesadaran agar tidak melanglang-buana. Cara tersebut tidak dapat disangkal memang bisa melatih kesadaran kita untuk selalu ada pada saat sekarang, namun, saya mencoba mengubah sedikit tahapannya, sehingga tidak lagi dengan meditasi singkat (yang memang perlu disiplin), kita bisa mencoba melatih pikiran kita untuk melihat segala sesuatu disekitar kita, dengan sudut pandang baru.
Sekedar pengingat, tulisan ini murni pendapat pribadi saya, jadi maaf apabila ada ketidaksesuaian dengan cara atau teori yang benar. Melihat dengan sudut pandang baru disini, bisa dimulai dengan menjalankan kegiatan setiap hari seperti biasa, namun coba melihat lebih luas, kalau biasanya kita pergi bekerja menggunakan angkutan umum seperti Kereta Rel Listrik (KRL), mungkin bisa dimulai dengan menyimpan sejenak gadget yang kita miliki, dan coba lihat sekitar kita. Setelah “Melihat” coba “Mengamati”, maksudnya mengamati disini adalah kita lihat lebih dalam peristiwa yang ada disekitar kita, dari sana kita bisa juga berinteraksi dengan pikiran melalui pertanyaan, kenapa bisa terjadi yang demikian?
Salah satu contoh hasil pengamatan saya dalam salah satu perjalanan menggunakan angkutan umum adalah sebagai berikut
Banyak sekali kaum muda yang begitu berada di angkutan umum, semuanya terfokus terhadap gadget yang dimilikinya, tapi banyak orang-orang tua yang duduk menikmati perjalanan, ada juga beberapa yang berpergian dengan anggota keluarga lengkap, dengan anak yang masih kecil yang secara susah payah harus ditenangkan, dari hal ini saya menyadari bahwa setiap orang memiliki stasiun tujuan yang sama, tetapi setiap individu tersebut tentu memiliki latar belakang yang berbeda. Terkadang di dalam kehidupan, kita tidak bisa memilih, tiba-tiba semuanya dipertemukan dalam satu titik. Di dunia ini, ada banyak jenis manusia, tapi untuk berinteraksi satu sama lain, mutlak diperlukan empati dan rasa hormat, karena kita tidak pernah tahu apa yang dialami seseorang apabila kita menutup mata, telinga dan hati kita terhadap sekitar kita.
Itu adalah salah satu contoh, teman-teman bisa mencoba untuk hal lainnya, dengan melihat lebih luas, saya merasa bisa semakin menerima orang lain ataupun keadaan dengan apa adanya, karena memang dalam hidup ini, banyak hal yang tidak bisa kita kendalikan, tetapi dibalik semuanya itu, pasti tersimpan suatu hal yang baik. Mungkin disaat kita kesal ataupun emosi, kita bisa mencoba berhenti sejenak dan melihat serta mengamati dan berinteraksi dengan diri kita sendiri, mungkin saat itu kita bisa menemukan ketenangan itu melalui penerimaan, baik terhadap diri ataupun lingkungan sekitar kita.