“Gaib”
—
Tiap ngobrol soal rumah, bapak saya bilang:
“Rumah itu kayak jodoh, Dek. Kamu minta aja sama Allah biar dikasih lingkungan yang baik. Jangan mikir duit dulu. Yang penting kamu kerja“
Yang penting kamu kerja.
Kalimat ini familiar banget dari kecil. Makanya saya nggak pernah nanya “kapan suksesnya?” karena di otak saya selalu terpaku bahwa masa depan itu sangat ghaib. Kemampuan kita untuk memprediksi masa depan hanyalah berdasarkan apa yang kita lihat hari ini dan masa lalu. Makanya seburuk apapun prediksi, tetep aja kita perlu kerja sebisa kita. Berpegang pada hadis (lupa matan-nya, tapi isinya kurang lebih seperti ini):
Bahkan seandainya besok kiamat dan di genggaman kita ada biji tanaman, maka kita harus tetap menanamnya.
Prinsip ini yang pelan-pelan membantu untuk tidak overthink. Dijalani aja sesuai kemampuan. Ntar juga nyampe. Yang penting itu kita menumbuhkan kemampuan dasar:
1. Berpikir jernih di saat genting
2. Berkomunikasi dengan menghormati orang lain.
3. Tetap tenang saat kita punya banyak duit atau nggak punya duit sama sekali.
4. Tidak buru-buru mengambil tindakan dan bersabar menunggu emosi mereda.
Hidup itu nggak rumit sebenernya. Isi kepala kita aja yang memusingkan.

















