"Tidak bisa mengulang waktu."
Itu adalah nasihat yang ingin kuingatkan sejak awal. Bahwa nanti, mungkin kamu akan melihat ke belakang dan merasa bersedih pada keputusan-keputusan yang kamu ambil saat itu. Saat diri masih bodoh, naif, merasa tahu segalanya, dan merasa paling tahu tentang diri sendiri. Masa saat ego sedang menguasai diri.
Saat tiba masa itu. Ingat-ingat kalau kamu pernah membaca tulisan ini. Kita semua, tidak bisa mengulang waktu.
Keputusan yang kita ambil di masa lalu, adalah keputusan terbaik yang kita ketahui saat itu. Menilai keputusan masa lalu dengan cara berpikir saat ini, tentu kurang bijaksana.
Keputusan kita di masa lalu mungkin salah, tapi jangan biarkan kita dua kali salah. Salah mengambil keputusan dan salah karena tidak berhasil menangkap pembelajaran/hikmahnya. Pastikan, kamu berhasil mendapatkan hikmah itu.
Kita dinilai sama Allah SWT adalah dari proses kita menuju diri yang lebih baik. Bukan berdasarkan masa lalu kita, tapi bagaimana kita berproses hari ini. Hari demi hari. Jangan sampai kita berputus asa karena kebodohan masa lalu kita.
Berani mengambil tanggungjawab atas keputusan, jangan lari sekalipun itu akan membuat kehidupan dunia kita tidak nyaman. Lari dari tanggungjawab dunia, justru memberatkan akhirat kita.
Jadilah orang yang jujur dan berintergritas, karena itu adalah mata uang kehidupan yang akan terus berlaku seumur hidup, dimanapun kamu berada.
Pilih-pilih teman, cari teman yang baik. Karena sebesar itu pengaruh pertemanan dalam kehidupan.
Mendalami agama, tidak hanya belajar permukaannya. Perdalam lagi. Makin dewasa, kita akan mengalami pergeseran-pergeseran nilai, benturan nilai, dan banyak sekali hal yang membuat kita bingung. Kita butuh pegangan pada prinsip-prinsip hidup yang kuat.
Uang adalah alat, bukan tujuan. Sekali lagi, uang adalah alat, bukan tujuan.
Cari pasangan hidup dengan hati-hati. Libatkan orang-orang terbaik dalam prosesmu mencari pasangan hidup. Pertimbangan mereka adalah bantuan logika yang kita butuhkan, saat logika kita tidak jalan karena dominasi perasaan.
Selamat bertumbuh. Aku di sini, hanya orang yang kebetulan lahir lebih dulu. Kamu bisa tumbuh lebih baik, kamu bisa memilih jalan yang lebih luas. Jangan berkecil hati sama diri sendiri, sama apa yang lagi di jalani sekarang.
Masa depan dirahasiakan, biar kita banyak-banyak berdoa. Bukankah itu kenikmatannya? Nikmat saat berdoa kepada-Nya.