“Perbaikilah hubunganmu dengan Allah. Maka kau akan tercukupi dari segala sesuatu.”
Syaikh Shalih Ushaimi Hafizhahullaah
TVSTRANGERTHINGS

❣ Chile in a Photography ❣
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

Origami Around

pixel skylines
Xuebing Du

if i look back, i am lost
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
RMH
KIROKAZE
Monterey Bay Aquarium
Three Goblin Art

oozey mess
trying on a metaphor
NASA
occasionally subtle

titsay
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
AnasAbdin

#extradirty
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Panama
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Malaysia

seen from Germany

seen from France
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
@catatanmudri
“Perbaikilah hubunganmu dengan Allah. Maka kau akan tercukupi dari segala sesuatu.”
Syaikh Shalih Ushaimi Hafizhahullaah

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Suatu malam aku pernah duduk cukup lama di parkiran minimarket setelah pulang kerja. Mesin motor sudah mati, langit juga sepi, tapi kepala rasanya masih ribut sendiri. Di sebelahku ada seorang bapak driver ojek online yang tiba-tiba berkata ke temannya,
“Kalau hati udah gak tenang, coba cek lagi dosa sendiri. Kadang masalahnya bukan rezeki kurang, tapi syukur dan taubatnya yang kurang.”
Aku diam, tapi kalimat itu seperti ikut duduk di sampingku sampai malam selesai. Sebab memang ada masa ketika hidup terasa berat bukan karena Allah meninggalkan kita, melainkan karena kita terlalu lama berjalan tanpa benar-benar melibatkan-Nya.
dan dunia
seperti biasa,
tetap menawarkan dirinya
dengan sangat cantik:
angka rekening,
pujian manusia,
serta kesibukan yang membuat seseorang lupa
bahwa ruhnya sedang kehausan
maka puasa itu menyapa
bukan untuk melemahkan tubuh,
tetapi untuk membangunkan sesuatu
yang terlalu lama tertidur di dalam dada
sesuatu yang dulu sering menangis saat sujud,
lalu perlahan mengeras
karena terlalu sering bersentuhan dengan dunia
barangkali itulah mengapa
di padang arafah orang-orang memakai pakaian serupa kematian..
agar manusia ingat,
bahwa yang paling mahal dari hidup
bukanlah umur yang panjang,
melainkan hati yang berhasil pulang sebelum dipanggil pulang
Kalau dipikir-pikir, ada banyak fase hidup yang sebenarnya tidak mungkin kita lewati sendirian.
Pernah sesak. Pernah kehilangan arah. Pernah capek jadi kuat terus. Tapi entah bagaimana,
Allah selalu menyisakan satu alasan
untuk bertahan sampai besok.
Orang-Orang yang Menghafal Doa Keluar Rumah tetapi Lupa Cara Pulang
“… dan tidaklah mereka berjalan di bumi, lalu mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami.”
QS. Al-Hajj: 46
Di kota ini
orang-orang berangkat kerja sambil memutar murattal
namun klakson mereka tetap terdengar
seperti sumpah serapah yang kehilangan wudu.
Seorang lelaki membaca doa safar
di atas motor kredit lima tahun,
lalu menerobos lampu merah
demi tiba lebih cepat
di hidup yang bahkan tidak benar-benar ia sukai.
Betapa aneh kepala manusia.
Mereka hafal tata cara haji,
namun lupa bagaimana meminta maaf
kepada ibunya sendiri.
Mereka tahu persis
berapa putaran thawaf mengelilingi Ka’bah,
tetapi tak pernah sadar
bahwa hidupnya sendiri
sedang thawaf mengelilingi gengsi.
Di minimarket dekat musala itu
seorang kasir perempuan menyelipkan istigfar
di sela bunyi barcode dan mesin EDC,
sementara matanya sembap
oleh cicilan dan ayah yang masuk ICU.
Dan dunia tetap berjalan seperti biasa.
Pomo-promo tumbuh lebih cepat daripada pohon,
orang-orang berebut diskon
seakan umur bisa ditukar poin belanja,
sementara kematian lewat pelan-pelan
menjadi tukang parkir, pengantar galon,
atau lelaki tua yang batuknya tak kunjung tuntas.
Lalu azan magrib terdengar.
Sebagian buru-buru mematikan musik.
Sebagian lagi tetap menatap layar ponsel
seolah hidayah bisa ditunda.
Namun di sudut musala kecil itu,
ada seorang bocah yang sujud terlalu lama
dengan baju sekolah penuh debu jalanan.
Dan mendadak seluruh kota terasa begitu kecil.
Sebab mungkin benar,
yang paling sulit dari kehidupan bukan
mencari Allah,
melainkan berhenti sebentar
agar hati kita sempat mendengar-Nya.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
MUNAJAT ORANG-ORANG YANG KEHILANGAN KIBLAT
. . . dan tidaklah mereka berjalan di bumi, lalu mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami.
Ia ingin sekali percaya
bahwa hidup tak seluruhnya dibangun
dari semen, target, dan alarm ponsel.
Sebab setiap pagi
ia melihat manusia keluar rumah
seperti ayat yang dipaksa tamat
sebelum sempat dipahami.
Di dalam Commuter Line,
kepala-kepala saling bersandar
dengan mata setengah padam.
Ada yang baru selesai tahajud
namun gagal menahan marah di kantor.
Ada yang tak pernah menyentuh sajadah
tetapi diam-diam memberi makan kucing liar
sepulang kerja.
Betapa ganjil jalan menuju Sang Khaliq:
kadang ia tumbuh
dari luka yang tak selesai-selesai.
Seorang lelaki tua
menjual tasbih di halaman masjid istiqlal
dengan batuk yang bunyinya
seperti lemari kayu dibuka.
Tak ada yang tahu
bahwa dahulu ia bandar judi
yang hafal bunyi pecahan botol
lebih baik daripada iqamah.
Kini jemarinya
yang dulu sibuk menghitung kartu
pelan-pelan belajar menghitung istighfar.
Dan hidup,
entah sejak kapan,
selalu pandai mempermainkan manusia
dengan cara paling sunyi.
Ia pernah melihat
anak muda bertato ayat kursi di lengannya
menangis saat azan magrib,
sementara seorang hafiz
sibuk memaki pelayan parkir
karena motornya tergores.
Maka ia mulai mengerti
barangkali hidayah bukan cahaya besar
yang turun menggelegar dari langit,
ia lebih mirip aroma tanah
sesudah hujan pertama;
datang pelan-pelan
ke kepala yang lelah menjadi duniawi.
Dan manusia,
sesaleh atau seburuk apa pun hidupnya,
diam-diam hanyalah musafir
yang sedang mencari arah pulang
di tengah bumi
yang terlalu ramai disebut sementara.
Ibu saya menyapu rumah
seperti sedang merapikan nasib:
perlahan,
telaten,
meski debu selalu kembali lagi
Dan hidup memang sering begitu,
capeknya berulang,
sayangnya juga
Jika ingin hatimu tidak mudah patah, kurangi menggantungkan bahagia pada manusia yang fana.
Karena sebaik-baiknya sandaran, tetap Allah semata.
:)
Hati seringkali tidak meminta banyak. Yang membuat rumit justru ego dan standar yang terus dibentuk oleh apa yang dilihat setiap hari. Padahal banyak ketenangan hilang bukan karena kurangnya nikmat, tapi karena terlalu banyak membandingkan.
Terkadang yang membuat seseorang terlihat lebih pendiam bukan karena hidupnya baik-baik saja, tapi karena ia sedang sibuk berperang dengan dirinya sendiri.
:’)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Tidak semua proses harus diketahui orang lain. Karena hidup bukan panggung pembuktian terus-menerus. Ada orang yang diam, tapi diam-diam menjaga shalatnya, memperbaiki lisannya, menahan dirinya dari maksiat setelah mendengar satu nasihat sederhana. Dan itu cukup berarti meski tidak ada yang tahu.
Ya Allah, jika satu kebaikanku Engkau terima, jadikan itu sebab Engkau ampuni yang lainnya.
Dan jika aku belum pantas untuk Kau muliakan, setidaknya jangan Engkau biarkan aku jauh dari-Mu.
Karena pada akhirnya,
yang aku cari bukan dunia yang sempurna,
tapi Engkau…
yang selalu menerima,
meski aku datang dalam keadaan yang tidak sempurna.
Kamu ingin gak menyakiti siapa pun, itu niat yang indah. Tapi jangan sampai dalam prosesnya, kamu justru menyakiti dirimu sendiri terus-menerus. Kamu juga berhak untuk diperlakukan dengan lembut, termasuk oleh dirimu sendiri.
Ya Rabb, tolong buat semuanya lebih mudah untuk masa depan dunia dan akhiratku.
:)
Sebab tak semua yang kita sebut “luka” itu benar-benar menyakiti, terkadang ia hanya cara Allah menggeser hati kita dari yang semula bergantung… menjadi kembali.
Ada perasaan yang tak selesai dengan kata-kata, ada rindu yang tak bisa dipeluk dengan pertemuan, dan ada harap yang harus kita simpan rapi, bukan karena hilang, tapi karena sedang dijaga.
Di situ, kita belajar diam yang berbeda. Bukan diam karena tak punya suara, tapi diam karena sedang percaya… bahwa Allah sedang mengatur sesuatu yang belum kita pahami. Mungkin kita tidak selalu kuat, kadang mengeluh, kadang lelah, kadang bertanya “kenapa harus begini?”
Dan dari semua yang tak biasa ini, Allah sedang mengajarkan satu hal yang jarang kita sadari, bahwa mencintai tak selalu tentang memiliki, dan kehilangan tak selalu berarti ditinggalkan.
Bisa jadi, yang sedang kita jalani hari ini… adalah cara Allah membersihkan hati, agar saat bahagia itu datang nanti, ia tak lagi berisik, tak lagi berlebihan, tapi cukup… dan menenangkan.
Maka jika terasa berat, istirahatlah sejenak, usap air mata itu, lalu lanjutkan lagi…
Karena yang sedang kita kamu ini, bukan tanpa makna, ia sedang membawamu pulang, dengan cara yang hanya Allah yang tahu bagaimana indah akhirnya nanti.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Terima kasih untuk semua yang Allah hadirkan, yang peduli… yang mengingatkan… yang tidak lelah melihat kita berproses.
Dari satu kebaikan mereka, aku jadi ingat semuanya.
Dan dari situ… aku justru melihat, betapa Allah begitu baik.
Bagaimana mungkin, dengan diri yang penuh kurang ini, masih diberi lingkungan yang menjaga?
Bagaimana mungkin, seorang pendosa seperti ini, masih diberi rasa ingin kembali?
Maka rasanya tidak ada yang lebih pantas, selain banyak bersyukur… banyak istighfar… dan terus belajar menjaga hati, meski harus pelan, meski harus jatuh berkali-kali.
Dulu aku sibuk mencari siapa yang akan bertahan. Sekarang, aku lebih sibuk memastikan bahwa diriku tetap berjalan dengan baik. Bukan karena tidak butuh siapa-siapa, tapi karena tidak semua hal harus bergantung pada orang lain.