i’ve seen kimi’s dad more today than i’ve seen my own dad
seen from China

seen from United Kingdom
seen from United Kingdom
seen from United Kingdom
seen from United Kingdom

seen from Australia
seen from United Kingdom
seen from China
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Iraq

seen from Mexico
seen from United Kingdom

seen from Guatemala

seen from Singapore

seen from Canada
seen from China

seen from Malaysia
seen from United Kingdom
i’ve seen kimi’s dad more today than i’ve seen my own dad

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Merawat Ketaqwaan Pasca Bulan Ramadhan
SURAU.CO – Ramadhan telah berlalu. Berbagai kenikmatan dan keutamaan yang Allah hamparkan sepanjang bulan itu kini sudah terhenti. Tinggal bagaimana kaum Muslim menghadapi sebelas bulan berikutnya sambil berharap Ramadhan berikutnya akan tiba. Meski Ramadhan telah usai, ketakwaan tentu harus terus disemai. Bukankah tujuan ibadah shaum sepanjang Ramadhan lalu adalah untuk melahirkan…
Jangan Pernah Menoleh, Cukup Melangkah
SURAU.CO – Ada saat di mana waktu terasa seperti menatap kita balik diam, tapi menghakimi. Ia tidak berbicara, namun menghadirkan gema dari masa lalu yang tak pernah benar-benar pergi. Kita, manusia, seringkali kalah oleh bayang-bayang yang kita ciptakan sendiri. Padahal, bukankah hidup ini seharusnya berjalan ke depan?. Saling Mendoakan “Jangan melihat ke belakang, tak ada yang mengetahui…
berhenti.
aku tahu kata "berhenti" untuk menjeda, namun seiring waktu berjalan kata "berhenti" hanya ada dalam benak saja.
Sering kali kita ingin berhenti dari segala hiruk pikuk bisingnya dunia yang menerpa. berat beban yang ada. namun kita juga menyesal karena sudah jauh lebih mengerti.
berhenti bukan solusi
aku tahu di sebrang sana ada pintu yang terbuka lebar saat aku terhenti; yaitu pintu kemenangan hawa nafsu.
kadang, kita tak mau berhenti bukan karena tidak mau tapi karena:
keadaan memaksa kita untuk terus melaju.
dan kita tak punya cukup banyak sanggahan untuk berhenti. memang yang paling pas bukan berhenti, tapi mencukupi hal yang sudah selesai dalam ikhtiarnya.
LUPA BERTUMBUHAN
Rasanya waktu berjalan begitu cepat ... tidak terasa bulan berganti, tahun berganti tapi diri ini bgtu tertinggal jauh .. jauh sekli .. sampai bingung bgamana cara mengejar waktu itu ,, waktu seakan berlari meninggalkan diri ini .. membiarkan aku dibelakang dengan penuh kebingungan .. bingung melihat orang dengan pencapaiannya yg sudah sangat jauh .. bingung melihat orang sudah menyelesaikan pendidikan masternya .. sementara diri ini masih d posisi itu, tidak tahu mau melangkah kemana, tidak tahu harus berbuat apa.. rasanya bgtu terjebak, dengan perasaan cukup yang datang bgtu cepat .. sampai-sampai lupa .. lupa untuk bertumbuh, lupa untuk berkembang .. pantasan dalam diri ini rasanya pengen ngamuk .. pengen marah .. pengen nangis karena diliputi kebingungan, karena ternyata harusnya aku msih bisa bertumbuh dan berkembang dengan segala kemampuan yg d berikan Tuhan
harus aku mulai dari mana ini ya Tuhan ?

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Merasa Cukup dan Bersyukur
SURAU.CO. Merasa cukup (qanaah) dan bersyukur adalah konsep penting dalam Islam yang berarti menerima pemberian Allah SWT dengan rela, tidak tamak, dan selalu mensyukuri nikmat-Nya, baik dalam keadaan senang maupun sulit. Selanjutnya, Kita dapat mewujudkan konsep ini dengan menerima takdir Allah dengan ikhlas, menyadari bahwa segala nikmat berasal dari-Nya, dan menjauhkan diri dari sifat iri,…
Menakar Angka Cukup
Kita sering terjebak dalam pencarian angka yang tak pernah selesai. Angka gaji, angka tabungan, angka target yang harus dicapai sebelum umur sekian. Kita bilang, “Kalau sudah segini, aku pasti tenang.” Tapi ketika sampai di sana, ketika sudah memilikinya, muncul lagi angka baru yang terasa belum cukup. Pengen lagi dan pengen lagi.
Padahal, mungkin yang perlu kita ukur ulang bukanlah seberapa besar angkanya, tapi seberapa lapang hati kita menerimanya.
“Cukup” itu ternyata bukan jumlah, tapi rasa. Rasa syukur, rasa aman, rasa percaya bahwa rezeki yang Allah bagi sudah sesuai takarannya. Kadang bukan karena kita merasa kurang, tapi karena kita belum berhenti membandingkan.
Dan mungkin, saat kita belajar menakar ulang arti “cukup”, barulah kita benar-benar bisa merasa bahwa inilah yang sebenar-benarnya hidup. Hidup yang tenang tanpa membandingkan dan percaya bahwa setiap orang punya proses dan perjuangannya masing-masing.
--Robi Afrizan
Cukup
Aku pikir perjalanan penerimaan akan selesai dalam 2-3 tahun, tapi ternyata aku salah. Perjalanan penerimaan akan terus berlangsung--berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun lagi; bahkan mungkin sampai aku tak lagi mampu berhitung. Sampai aku tak lagi mampu mengingat. Sampai aku tak lagi mempertanyakan apa-apa yang membingungkan.
Kadang, aku bertanya pada diriku sendiri--kenapa pertanyaan-pertanyaan itu kian ramai, padahal satu demi satu jawabannya kerap kuupayakan. Tapi titik-titik tak terdefinisi itu tidak kunjung berkurang, bahkan kini membentuk sebilah pedang tajam yang mengecam tepat di depan mataku.
Ada yang bilang ini tentang kecukupan--bahwa merasa cukup dengan apapun yang digariskan adalah tameng paling kuat yang bisa melindungi dari apa-apa yang menakutkan.
Merasa cukup dengan ketetapan--baik yang membahagiakan; maupun yang melatih kekuatan.