diumur saya diawali dengan angka 3 ini, mengakhiri hubungan bukan sesuatu yang mudah.
3 tahun kebelakang kalau difikir lagi semuanya terlalu abai.
aku yang abai dengan sifat sifat yang kurang bisa ditoleransi.
aku yang sungkan untuk menanyakan perencanaan masa depan kita seperti apa.
aku yang berfikir bahwa isi kepala kita sama, dan ternyata tidak.
aku yang mungkin tidak sabar dengan proses.
aku yang menganggap kalau usia hubungan bertahun-tahun sayang sekali kalau berakhir, jadi mengabaikan semua keraguan dan bad sign yang akhirnya berkumpul pada satu moment dan tidak bisa dibendung lagi.
tapi seperti yang ibuku bilang, "seumur hidup itu terlalu lama kak, dia memang sayang kamu. tapi sayang di diusia kamu itu bukan hanya mengabari tiap hari, telpon tiap hari, main game bareng, atau tukar foto saja loh, kalau begitu konsepnya adik sepupu kamu yg SMA pacaran juga begitu"
lalu aku terdiam. ibuku melanjutkan "berapa kali kalian membicarakan tentang pekerjaan? sebarapa tahu dia tentang pekerjaan kamu? apa yang kamu tau tentang kegiatan dia? seberapa sering kalian sharing tentang pandangan rumah tangga? tentang perempuan yg akan menjadi seorang ibu, kamu bekerja, dan dia yang masih berusaha menata hidupnya dengan benar?"
Dia baik, dia memperlakukan aku dengan sangat baik.
tidak kasar dalam perlakuan atau perkataan.
aku tau mencari pasangan itu tidak bisa dan tidak harus sempurna, tapi aku berusaha. aku berusaha menerima dan memilah milih yang mana, yang sekiranya 'kekurangannya bisa kutoleransi dan bisa kuterima dengan baik'.
dan aku memilih berpisah, karena nyatanya aku tidak bisa menerima dan mentolerir kekurangannya yang sudah berusaha kutahan satu tahun ini.
Aku takut risauku, hanya akan menjadi beban untuknya yang sedang berusaha.
Aku takut gelisahku tidak mendapatkan respon yang setara. sehingga aku hanya gelisah sendiri.. :)
aku minta maaf, kita diusia yang tidak bisa main main.
kalaupun memang kita berjodoh, semoga Tuhan mempertemukan kita kembali dalam keadaan sama sama baik.
dan kalaupun bukan, aku akan mendoakan semoga Tuhan mempertemukan kita, masing-masing dari kita dengan sosok yang bisa dengan indahnya menerima diri kita ini. apa adanya
maafkan aku yang tidak bisa sesabar itu.