kesadaran itu tidak datang dalam satu babak namun susul menyusul sebagaimana kehadiran hal-hal yang membangun kesadaran itu sendiri

seen from United Kingdom
seen from Türkiye
seen from Japan
seen from United States
seen from Italy
seen from United States

seen from Canada
seen from Azerbaijan

seen from Germany

seen from Malaysia
seen from Australia

seen from United States
seen from China
seen from Norway
seen from Norway

seen from United Kingdom

seen from Italy

seen from Brazil
seen from Australia

seen from Italy
kesadaran itu tidak datang dalam satu babak namun susul menyusul sebagaimana kehadiran hal-hal yang membangun kesadaran itu sendiri

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
#26 — Tangguh, Perlu Teguh
Langkah kian jauh, syarat dengan daya tabah yang perlu ditambah. Banyak hal yang ternyata tak semudah itu melaluinya.
Mencoba, jatuh, lalu bangkit layaknya roda yang berputar, terus menerus.
Tanpa ujung, boleh jadi, itulah aturan mainnya.
Suatu saat,
Diri ingin sekali menyerah.
Ingin menyudahi apa-apa yang telah menjadi jalan, ada kalanya tidak bisa lekas meninggalkan begitu saja, akhirnya seperti harus dijalani, tidak ada pilihan yang lebih baik, terjebak.
Apakah itu yang dinamakan sebuah takdir?
Sulit mendefinisikan rasa penuh kecamuk, tertahan. Entah terhambat dengan realitas, kondisi yang nano-nano, beserta pikir dan rasa yang sulit dikendalikan.
Pada simfoninya,
Tidak ada alasan adalah alasan itu tersendiri.
Suatu saat diri menikmati proses dengan sepenuh hati. Ada bait-bait perjalanan yang memaksa untuk menuju yang lebih baik. Lantas segera mencarinya, menemukan, ternyata tidak lebih baik dalam kira.
Kemudian, bertanya-tanya sekali lagi:
Apakah ini takdir bagiku atau sebuah ujian dengan bentuk lainnya?
Mendewasa,
Menjalani sesuai kemampuan sebagai daya juangnya. Menaruh banyak atau tinggi ekspektasi, boleh saja, tetapi jika sulit mencapainya lantas bersiap untuk menanggung tidak enaknya. Tanpa tapi, tanpa alasan.
Untuk berdaya jadi tangguh,
Sedini mungkin perlu kayakan daya teguh, keteguhan hati dan pikir yang kadang sukar penuh kendali. Entah faktor dalam atau luar diri yang meminta untuk segera ditanggapi. Seperti nada yang kadang memberi teka-teki, dorongan ke jalan keluar. Padahal solusi kadang masih berupa mentahan yang bahan bakunya perlu ditumbuhkan terlebih dahulu.
Itulah rumitnya jalan hati-pikir yang perlu bersahabat dengannya. Dengan sering-sering bersama dirimu sendiri, mengenalnya lantas menyelami untuk memahami pola solusi yang semestinya disederhanakan.
Menerjemahkan satu demi satu akan teka-teki selama ini, semakin jauh melangkah, semakin rumit bentuknya, jika tak lekas memahaminya.
Sesekali diri perlu rehat sejenak untuk kembali sadar bahwa:
Apa-apa yang telah berlalu perlu dijadikan bahan baku untuk bekal masa kini, semua-semua yang relevan.
Masa depan yang penuh misteri kita hanya perlu berbaik sangka kepadaNya disertai daya iman yang seiring sejalan.
Memerdekakan hasrat kebaikan dan kebermanfaatan, tanpa perlu alasan yang mempersulit vibrasinya.
Tak lupa, daya materi yang perlu pula diperkuat agar daya baik dan manfaat bisa terus dicitakan. Tanpa halangan.
Salam Tangguh! Selamat bertumbuh bersama semesta!
[c] Muhammad Sarifin | @muhsarifin
Fase-fase Rumah Tangga
Beberapa waktu lalu sempat mengikuti sebuah webinar tentang menjadi istri produktif dan berdaya. Walaupun belum menjadi istri nyatanya mengikuti webinar-webinar seperti ini menyenangkan. Anggap saja belajar sebagai langkah konkrit mempersiapkan.
Ternyata, dalam pernikahan itu terdapat fase-fase rumah tangga (RT) yang banyak tidak diketahui orang lain. Dan fase itu pasti akan dialami siapa saja yang sudah memiliki pasangan
1. Romance: Yang pertama, fase romance atau kita sering bilang lagi anget-angetnya pengantin baru. Yang mana isi nya pasti bahagia semua. Kita juga dengan mudah memaklumi pasangan. Tapi ternyata pada fase ini adalah fase yang dipengaruhi oleh hormon yang mana tidak akan bertahan lama. Proses terjadinya sekitar 6 bulan sampai 2 tahun tergantung pasangan.
2. Power Struggle: Fase perjuangan. Dimana tiap pasangan akan mulai menghadapi konflik-konflik dalam rumah tangga nya. Merasa ingin menang, ego yang tinggi, dan gak ada yang mau mengalah. Bukan karena kita salah memilih pasangan atau pasangan kita yang kurang baik, namun di fase ini kita memang dituntut untuk belajar menerima, berproses, dan bertumbuh bersama.
3. Cooperation: Pada fase ini kita harus menyadari bahwa bahagia nya kita adalah tanggung jawab kita sendiri. Jadi penting banget untuk saling mengkomunikasikan apa yang dimau, yang disuka, dan apa yang tidak disukai. Saling bekerjasama untuk saling terbuka tanpa kode-kodean. Karena sesungguhnya mengkomunikasikan semua nya adalah hal baik yang meminimalisir kesalahpahaman.
4. Mutuality: Dimana sudah terjadi hubungan saling ketergantungan karena sudah memahami satu sama lain. Sehingga timbul perasaan aku tidak bisa hidup tanpamu. Hal tersebut adalah buah dari kesabaran sehingga terbentuk saling ketergantungan.
5. Cocreativity: Ini adalah fase terakhir, yaitu fase menunggu kematian, menunggu waktu hingga tiba saatnya setiap pasangan akan berpisah. Saling melengkapi dan menua bersama. Sehingga aktivitas yang dilakukan tinggal aktivitas positif yang dilakukan berdua bersama pasangan. Fase memilihkan jodoh terbaik untuk anak, fase akhir dimana tanggung pjawab sebagai orangtua telah selesai.
Begitulah kira-kira 5 fase yang pasti akan dilalui setiap pasangan. Kalau kita kira menikah itu hanya bahagia nya saja. Ya itu kan karena anjuran bagi masing-masing kita menjadi “Pakaian” terbaik bagi pasangannya. Sehingga cerita-cerita mengarungi lautan yang ganas pasti tidak mereka bagikan. Dari sini sebagai seorang yang bahkan belum ada di tahap satu. Pembelajaran ini benar-benar membuatku terbuka bahwa kesiapan dan ilmu itu penting. Karena pasangan kita tidak bersama sebulan dua bulan. Tapi seumur hidup.
tidak berdaya
kadang manusia dipaksa menerima kenyataan. bahwa apa yang ada dalam lingkaran bernama kehidupan, hanyalah sementara. hanya saja panjang atau pendeknya masa tidak diketahui.
kadang manusia dipaksa menerima kenyataan. bahwa tidak semua rencana berjalan. pun tidak semua harapan gagal. hanya saja caranya tidak diketahui.
kadang manusia dipaksa menerima kenyataan. bahwa tidak semua rasa tersampaikan. juga terbalaskan. hanya saja rasa ukuran atau penyebabnya tidak diketahui.
ya, bagaimanapun manusia hanyalah makhluk tidak berdaya. namun sering kali lupa diri dan menyombongkan diri. kasihan.
The Light
she's not just a hero, but also an inspiration to me
perjalananku beberapa hari lalu ke tempat kelahirannya dipenuhi bayang-bayang pahit dan peliknya perjuangan perempuan zaman itu. perjuangan melawan stigma masyarakat terhadap perempuan, melawan kekejian tentara Jepang, bahkan melawan persepsi diri sendiri terhadap mimpi mimpi mereka.
sampai Rahmah menuangkan mimpinya dalam sebuah perjuangan. mendirikan sekolah Islam untuk anak-anak perempuan adalah cita-cita Rahma. dan ya, ia menjadi yang pertama pada saat itu. usianya masih awal 20-an. sebuah prestasi yang cukup membuat masyarakat minang saat itu terheran-heran. meskipun di antaranya tetap saja ada yang mencemooh. kata mereka, perempuan itu tidak pantas mendapat pendidikan, ia lebih cocok bekerja di dapur saja.
Rahmah seakan menutup telinga dan memilih untuk terus melanjutkan sekolah yang ia dirikan. ia mencari dana bantuan ke ujung Indonesia, sampai pula ke negeri orang.
dan hingga saat ini, hingga saat jasadnya tidak lagi ada di bumi, ia telah melahirkan ribuan muslimah dengan segala kecerdasan dan keterampilannya. ia telah menjadi contoh pendidik yang sangat baik. kalimat di atas adalah salah satu dari banyaknya pesan yang ia tinggalkan untuk penerusnya. bahwa untuk menjadi guru dibutuhkan segudang persiapan dan keterampilan. guru memang semestinya bahagia dengan kegiatan mengajarnya. sebab ia menjalankan tugas suci nan mulia.
—Tangerang, 19 Januari 2022

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
sok kuat sih. salah ya?
gatau. terlalu subjektif sih ini.
beda individu, beda persepsi.
bukannya mau sok tahu.
"tidak salahnya, selama merasa sanggup".
tapi perlu diingat,
"sanggup" bukan berarti "kuat".
ini hanya penilaian dari diri sendiri.
untuk dirinya sendiri.
sadar, kita makhluk sosial.
butuh penegur, dan pengigat.
maka kita saling komentar,
dan saling membangun persepsi.
jadi "jangan sok kuat", tanda peduli.
yang kadang terlihat sebagai dengki.
sadar.
kita makhluk penuh kekurangan.
komentar hanya sebagian dari kehidupan.
jadi, anggap saja itu bumbu pelengkap.
yang menjadikan hidupmu semakin terasa sedap.
Meleset sebelum melesat
Berapa banyak hal yang kau rencanakan ternyata meleset?
Sudah kau rencanakan dengan baik, sudah evaluasi. Tapi tetap saja tidak sesuai dengan yang direncanakan. Entah tidak mencapai target, atau selesai lebih lama.
Apa yang kau rasakan saat melihat targetmu meleset? Sedih, kecewa, menilai diri ini gagal, marah? Sama. Aku juga sering begitu.
Kita selalu berharap bahwa usaha linier dengan hasil. Sayangnya kehidupan tidak begitu.
Banyak hal yang sudah kita perjuangkan. Kita pupuk baik-baik benih-benihnya bertahun-tahun. Namun hingga sekarang belum berbuah. Lalu mau apa?
Saat saat target meleset inilah, kesabaran kita diuji. Kesungguhan kita diuji untuk menyelesaikan pekerjaan dengan bertanggungjawab. Tidak mudah berputus asa dan memutar arah hanya karena terlihat selesai lebih lama.
Masing-masing kita tahu sampai dimana batas kesanggupan kita mengusahakan sesuatu. Tetap usahakan selagi masih bisa diusahakan.
Nanti bila selesai, kita akan mengingat momen ini. Betapa hati kita begitu luas menerima semua perasaan kalah itu. Tidak menolak diri sendiri, dan tetap melanjutkan perjalanan sesuai langkah kita. Selangkah demi selangkah.
Pada target yang meleset itu, kita tetap belajar. Kita bukan orang yang mudah menyerah sekalipun dihadapkan dengan kegagalan, atau pun keterlambatan. Kita tetap melaju sampai akhir batas kesanggupan.
Nanti, ada saatnya kita akan melesat. Barangkali dalam beberapa hal kaki kita harus melambat lebih dulu. Sebelum akhirnya melesat.
Surabaya, 24 September 2020
12:07
Katanya, kamu terlambat.
Terlambat bertumbuh.
Terlambat dalam pendidikan.
Terlambat menikah.
Terlambat bekerja.
Terlambat atas segala pencapaian.
Hehe kata siapa?
Emang siapa yang tahu terlambat atau enggaknya? Hwhe.
Padahal nyatanya, segala sesuatu tidak ada yang terlalu cepat apalagi terlambat.
Semua selalu tepat pada waktunya.
Sesuai dengan ketetapan terbaik-Nya.
Bukannya kita punya daya juang masing-masing ya?
Kita punya arena berbeda, kenapa tidak kita saling menumbuhkan bersama mensupport untuk tumbuh bukan malah bikin rapuh.
.
Eh gimana ya?
kita ga pernah tahu gimana dan sejauh apa usaha orang lain bertahan dengan setiap proses dihidupnya.
Bagaimana mereka berjuang,
Bagaimana mereka berusaha.
Bagaimana mereka bertahan meski mungkin sesekali terasa berat.
Kita tidak tahu bagaimana jika yang katanya terlambat itu, Allah tahan supaya makin kuat makin siap. Atau mungkin bisa saja diperlambat tiba-tiba nanti dipercepat.
Kan kita gatau~
Intinya sih, Nikmati setiap proses dalam hidup.