MasyaAllah...Setelah 35 tahun bekerja keras di bidang konstruksi dan menjalani hidup yang diwarnai kemiskinan, ayah yang sangat luar biasa ini dengan bangga menyaksikan kedelapan putrinya menjadi dokter.❤👏

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Sweden
seen from Sweden
seen from Sweden
seen from Canada
seen from United States

seen from United States
seen from Italy

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Netherlands

seen from United States
seen from United States

seen from Georgia
MasyaAllah...Setelah 35 tahun bekerja keras di bidang konstruksi dan menjalani hidup yang diwarnai kemiskinan, ayah yang sangat luar biasa ini dengan bangga menyaksikan kedelapan putrinya menjadi dokter.❤👏

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Kewajiban seorang laki-laki muslim adalah bekerja dari hasil usahanya sendiri sehingga terhindar dari perbuatan meminta-minta. Islam memerintahkan seorang laki-laki untuk bekerja dan melarang dari perbuatan meminta-minta
Hadis pertama
Ibunda Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan keadaan ayahnya setelah beliau diangkat menjadi khalifah, menggantikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Ketika Abu Bakar as-Shiddiq diangkat menjadi khalifah, ia berkata, “Kaumku telah mengetahui bahwa pekerjaanku mencari nafkah tidak akan melemahkan urusanku terhadap keluargaku, sementara aku juga disibukkan dengan urusan kaum muslimin. Maka keluarga Abu Bakar akan makan dari harta yang aku usahakan ini, sedangkan dia juga bersungguh bekerja untuk urusan kaum muslimin.“ (HR. Bukhari no. 2070)
Hadis kedua
Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa beliau berkata,
“Dulu sahabat-sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah para pekerja untuk diri mereka sendiri sehingga mereka memiliki bau (dari keringat mereka). Kemudian dikatakan kepada mereka, “Seandainya kalian mandi terlebih dahulu.“ (HR Bukhari no. 2071)
Hadis ketiga
Dari Al-Miqdam, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidak ada seseorang memakan suatu makanan yang lebih baik dari makanan hasil kerja keras tangannya sendiri. Dan sesungguhnya Nabi Dawud ‘alaihis salam makan dari hasil kerja keras tangannya.” (HR. Bukhari no. 2072)
Hadis keempat
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Lebih baik seseorang bekerja dengan mengumpulkan seikat kayu bakar di punggungnya dibanding dengan seseorang yang meminta-minta (mengemis) lantas ada yang memberi atau tidak memberi sesuatu kepadanya.” (HR. Bukhari no. 2074)
Source; muslimorid
____________
Siapa pun ingin doa dan permohonannya dikabulkan oleh Allah. Apalagi Dia Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan doa telah menjanjikannya dalam firman-Nya, yang artinya: “Dan jika hamba-hamba-Ku bertanya tentang Aku, maka (jawablah) bahwa sesungguhnya Aku Maha Dekat, Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka memenuhi (segala perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 186).
Namun kita sendiri yang menghalangi terkabulnya doa kita, dengan dosa dan maksiat yang kita lakukan, sebagaimana ucapan seorang ulama terdahulu, Yahya bin Mu’adz Ar-Razi: “Janganlah sekali-kali kamu merasa tidak dikabulkan (permohonanmu) ketika kamu berdoa (kepada Allah), karena sungguh kamu (sendiri) yang telah menutup pintu-pintu pengabulan (doamu) dengan dosa-dosamu.” (HR. Baihaqi dalam Syu’abul Iman No. 1154 dan dinukil Ibnu Rajab dalam Jaami’ul ‘Uluumi wal Hikam, hal. 108)
Renungkanlah firman Allah tadi. Bukankah Dia menjanjikan pengabulan doa hamba-Nya yang selalu memenuhi perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya dan beriman kepada-Nya? Bagaimana mungkin Dia akan memenuhi permohonan dan doa orang-orang yang selalu menentang-Nya dengan perbuatan maksiat dan mengonsumsi harta haram? (Lihat kitab Jaami’ul ‘Uluumi wal Hikam, hal. 107)
Benarlah sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau menceritakan seorang laki-laki yang melakukan perjalanan panjang, rambutnya acak-acakan, tubuhnya penuh debu, ketika lelaki itu berdoa dengan mengangkat kedua tangannya ke langit dan menyebut nama Allah: “Wahai Rabb, Wahai Rabb …,” lalu beliau bersabda: “(Sedangkan) laki-laki tersebut mengkonsumsi makanan dan minuman yang tidak halal, pakainnya pun tidak halal dan selalu diberi (makanan) yang tidak halal, maka bagaimana mungkin permohonannya akan dikabulkan (oleh Allah)?” (HR. Muslim No. 1015)
Source; Pengusahamuslimcom
Kaum Muslimin di Indonesia kini banyak yang beralih menuntut Ilmu Agama ke Para Assatidz Salafi,karena mengajarkan ajaran Islam yang sebenarnya.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Tak apa jika kita berbeda.
Tidak semua hal harus sama dengan orang lain.
Semua sudah ada porsinya masing-masing. Sehingga kita hanya butuh syukur, bukan minder. Bersyukur dengan apa apa yg sudah kita punya.
✨menurut kalian jika seorang laki laki berbuat salah dgn orang yg di cintai nya dan sudh meminta maaf ,apakah tidk ada kata maaf sama sekali ( pintu maaf sudh di tutup )
✨ suatu kesalahan fatal bisa di maafkan oleh orang yang kita cintai ?
✨apabila satu/dua kesalahan seorang laki laki yg dperbuat bisa menguburkan semua kebaikan yang dperbuat selama ini ?
✨apa respon teman2 ( laki ) jika di katain martua tentang suatu perkataan yg merendahan harga diri seorang laki laki ,dan apa timbal balik nya ,dan apa yg akan anda ( laki laki ) lakukan jika suatu saat nanti perkataan yg merendahkan itu menjdi kesuksesan bagi anda ?
💚💛 SEBAIK-BAIK MANUSIA 💛💚
Kita memohon kepada Allah agar menjadikan kita semua termasuk sebaik-baik manusia… Allahumma Aamiin.
Lihatlah beberapa sifat dan amaliyah mereka yang memiliki label "sebaik-baik manusia" sebagaimana disebutkan dalam Sunnah Nabi ﷺ :
📍Rasulullah ﷺ bersabda:
« خيرُكم من تَعلَّمَ القــرآنَ و علَّمَه » .
“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
📍Beliau ﷺ bersabda:
« خِيَارُكُم أحَاسِنُكم أخْلاقَاً » .
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya.”
📍Beliau ﷺ bersabda:
« خيـرُكم أحسنُكم قضَاءً » .
أي : عند رد القرض ( الدين ) .
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik dalam membayar utang.”
Yaitu ketika mengembalikan pinjaman (utang).
📍Beliau ﷺ bersabda:
« خيـرُكم من يُرجَىٰ خيرُهُ و يُؤمٓنُ شَرُّهُ » .
“Sebaik-baik kalian adalah yang diharapkan kebaikannya dan orang lain aman dari keburukannya.”
📍Beliau ﷺ bersabda:
« خيـرُكم خيـرُكم لأهلِه » .
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya.”
📍Beliau ﷺ bersabda:
« خيـرُكم مَنْ أطعمَ الطَّعامَ و ردَّ السَّلامَ » .
“Sebaik-baik kalian adalah yang memberi makan (orang lain) dan menjawab salam.”
📍Beliau ﷺ bersabda:
« خِيَارُكم ألينُكم مناكبَ في الصَّلاةِ » .
أي : يفسح لمن يدخل الصف في الصلاة .
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling lembut bahunya dalam shalat.”
Yaitu yang memberi kelonggaran bagi orang yang masuk ke dalam shaf.
📍Beliau ﷺ bersabda:
« خيـرُ النَّاسِ مَن طالَ عمرُه و حَسُنَ عملُه » .
“Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amalnya.”
📍Dan beliau ﷺ bersabda:
« خيـرُ النَّاسِ أنفعُهُم للنَّاسِ» .
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”
📍Beliau ﷺ bersabda:
« خيـرُ الأصحابِ عند الله خيرُهُم لصاحبه ، و خير الجيران عند الله خيرُهُم لجارِه » .
“Sahabat yang terbaik di sisi Allah adalah yang paling baik kepada sahabatnya, dan tetangga terbaik di sisi Allah adalah yang paling baik kepada tetangganya.”
📍Beliau ﷺ bersabda:
« خيـرُ النَّاسِ ذُو القلبِ المَخْمُوم ، و اللِّسان الصَّادق » . قالوا : صدوقُ اللسانِ نعرفُه ، فما مخمومُ القلبِ ؟ قال : « هو النقيُّ التقيُّ ، لا إثمَ عليه ، و لا بغيَ ، و لا غلَّ ، و لا حسدَ » .
“Sebaik-baik manusia adalah yang hatinya _makhmum_ dan lisannya jujur.”
Mereka bertanya: “Kami tahu orang yang lisannya jujur, lalu apa itu hati yang makhmum?”
Beliau bersabda: “Yaitu hati yang bersih, bertakwa, tidak menyimpan dosa, tidak menyimpan permusuhan, tidak ada kebencian, dan tidak ada hasad.”
Begitulah yang disampaikan nabi kita shallallahu 'alaihi wasallam
Akhukum fillah ⚘️