187
Ya Allah, pada nikmat-nikmat yang Engkau berikan padaku, tolong sertakan juga kebijaksanaan didalamnya. Agar aku selalu ingat bahwa usahaku tidak lebih besar dibandingkan pertolongan-Mu.
@ffahraa
seen from Russia
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from United States

seen from Ireland
seen from United States

seen from Germany

seen from Malaysia

seen from Belgium

seen from United Kingdom

seen from Canada
seen from Yemen

seen from United States

seen from United States
seen from Russia

seen from United States
seen from Sweden
seen from United States

seen from United States
seen from Türkiye
187
Ya Allah, pada nikmat-nikmat yang Engkau berikan padaku, tolong sertakan juga kebijaksanaan didalamnya. Agar aku selalu ingat bahwa usahaku tidak lebih besar dibandingkan pertolongan-Mu.
@ffahraa

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Berdiri Di Sampingmu
Mungkin tidak mudah awalnya kamu melangkah, karena banyaaaakkkk sekali keraguan yang berkecamuk di kepala. Banyak cerita pahit yang kamu lewati di masa lalu, hingga rasa rendah diri, juga ketakutan itu menjadi bagian dari dirimu
Aku yang selalu berusaha memahamimu, membantumu mengurai satu persatu. Aku percaya, bahwa Allah-lah yang mampu menghapus memori buruk menjadi harapan; menjadikan cerita-ceritamu lebih cerah
Aku bersyukur bisa menemani dan membantu suamiku sampai menjadi salah satu finalis di sebuah ajang inovasi digital. Dia yang selama ini sering tidak percaya diri, akhirnya mampu mendobrak batas pintunya. You did it!! Terharu rasanyaaaa :'))
Dulu awal menikah, aku seringkali melihat dia suka tidur, berbeda sekali denganku yang terbiasa bergerak. Ia menghadapi setiap masalah selalu dengan diam, tidur, lalu menghindar, bahkan sampai tidak mau makan. Padahal kita tau, masalah itu akan selalu ada dan harus kita hadapi
Namun, perlahan ia mulai tegas dan berani; mampu mengelola diri, melewati benang-benang kusut itu, menjadikan masalah sebagai pelajaran di kehidupannya. Absolutely, i'm proud of you~
Teringat saat sebelum pindah ke Jakarta, aku sudah memberi tahunya, bahwa hidup di kota tidak bisa berleha-leha. "Apa mas siap?", tanyaku. "Iya, siap", jawabnya mantap. "Tidak semua kolega kerja bisa menjadi teman. Jadi jangan terlalu baik, harus bisa membangun boundaries", kataku pada laki-laki baik yang bisa dibilang sering jadi people pleaser ini
Kehidupan di desa (lebih tepatnya kota kecamatan) yang slow living sebelumnya, memang jauh berbeda dari kota besar. Dimana kehidupan yang keras ini tidak mudah bagi yang terbiasa santai. Butuh hantaman berkali-kali untuk bisa menjadi lebih kuat. Seringkali ingin menyerah, tidak punya sesiapa, kecuali Allah yang menjadi satu-satunya sumber kekuatan. Ternyata kamu hebat, masyaAllah
Tidak mudah bagi kami melewati ini. Aku yang setiap harinya mencoba berdamai dengan rutinitas baru—yang lebih slow, begitu pula dengan dia yang ritme hidupnya semakin memacu adrenalin
Ini hanya sedikit pencapaian dunia. Semoga selalu istiqomah memaksimalkan ibadah-ibadah wajib dan sunnah. Semoga tak luput berdoa, sejatinya dunia hanyalah perantara, agar mendalami peran yang sudah diamanahkan pada kita
Semoga Allah senantiasa menjaga dari hal-hal buruk, juga dikelilingi teman yang baik. Semoga pundak ini tetap kuat untuk selalu andil dalam keluarga, juga berbakti pada orang tua. Jika suatu saat lelah, maka ingatlah, bahwa jalan kebaikan akan dinilai pahala
Bangunlah privilege dari diri sendiri, terutama dalam hal prinsip dan pemikiran. Tak perlu diungkit hal-hal yang menyakitkan di masa lalu. Aku yang tak pernah luput mendoakanmu, meski banyak juga ngomelnya heheee. Tanggungjawabmu besar, maka jangan lupa untuk selalu meminta kekuatan pada-Nya. Semoga selalu dalam lindungan-Nya
Bdg-Jkt, 10-12 Desember 2023 | Pena Imaji
pemikiran kecil tentang 'menulis'
jika kita memasak, kita memasak untuk apa? untuk dimakan. masakan yang sudah jadi harus dimakan agar tidak terbuang, harus dimakan sebelum membusuk dan harus dibuang. kalau masakannya gagal, kita bisa membuangnya sejak awal tanpa harus dihabiskan. lalu kita akan memasak lagi, moga-moga berhasil dan bisa dinikmati.
menulis, menurutku tidak sama dengan memasak. tulisan berbeda dengan masakan. kita tidak selalu menulis untuk dibaca. menulis adalah kegiatan yang tidak melulu diikuti kegiatan lainnya. menulis ya menulis saja. tidak mesti dibaca, dikunyah, dan ditelan. kita bisa menulis hanya untuk menulis. dan sebuah tulisan tidak akan bisa membusuk. seburuk apa pun sebuah tulisan yang kita tulis, jika tidak dibaca atau diapa-apakan, dia tidak mesti dibuang. dia tetap utuh sebagaimana asalnya.
maka, menulislah. sejelek apa pun tulisan itu, menulislah. menulislah demi menulis. menulislah, bukan untuk dibaca, melainkan untuk menuangkan ide-ide di kepala kita (yang tentu tidak setiap saat cemerlang) menjadi sebuah tulisan, sebuah karya. sekali pun tidak ada yang membaca bahkan dirimu sendiri, menulislah. sekali pun terasa gagal, menulislah. sekali pun tidak selesai, menulislah. kita harus berani membentuk tulisan yang 'gagal' juga, jangan hanya berpikir untuk membentuk tulisan yang 'berhasil' semata.
sejatinya ini adalah pengingat untuk diriku sendiri.
siapa pun yang membaca ini dan membutuhkannya, ayo menulis. mari kita tulis apa-apa yang memang ingin kita tulis.
senantiyasa, 2025.
#Nasehat diri sendiri dan selalu ingatkan kalimat ini untuk diri.
Rasa lelah ketika berbuat kebaikan itu akan hilang, yang tersisa adalah pahalanya. Dan kenikmatan ketika berbuat maksiat akan hilang juga, yang tersisa hanyalah siksaanya.
Selalulah bersama Allah dimanapun, jangan perdulikan apa yang orang lain katakan. Adahkanlah kedua tangannya kepada-Nya di heningnya malam, katakan :
Yarabb, tiadalah kenikmatan dunia ini kecuali dikala mengingatmu. Tiadalah akhirat itu indah kecuali ampunanmu, dan tiadalah surga itu indah kecuali bisa memandangmu.
**
Maafkan siapapun, serahkan urusan kepada penciptanya. Mereka dan kita akan meninggalkan dunia ini, perbuatlah kebaikan sekecil apapun. Karena tidak diketahui kebaikan mana yang mengantarkan kita ke surga.
إن مشقة الطاعة تذهب ويبقي ثوابها
وإن لذة المعاصي تذهب ويبقى عقابها
كُن مع الله ولا تُبالي
ومُدّ يديك إليه في ظُلُمات اللّيالي
وقُل :
يا رب ما طابت الدنيا إلا بذكرك
ولا الآخرة إلا بعفوك
ولا الجنّة إلاّ برؤيتك
صافح وسامح ودع الخلق للخالق
فنحن وهم راحلون
إفعل الخير مهما استصغرته
فإنك لا تدري أي حسنة تدخلك الجنة
ابن الجوزي
"Seringkali uang yang mudah kurang keberkahannya."
Adalah Adam AS yang diberi tempat mulia. Semua tersedia serba ada. Apapun yang ia mau, tersedia di tempat paling sempurna. Surga namanya.
Namun sayang dengan syarat yang begitu sederhana dari Tuhannya. Ia tak mampu menahan goda dari musuhnya. "Silakan kamu makan apapun di surga ini, kecuali satu (Pohon yang dilarang).
Namun Adam tergoda dengan 'keinstanan' agar abadi di surga. Padahal hanya tipu daya iblis yang berkata "Buah keabadian" agar terpenjara dalam perkataannya. Akibatnya Adam beserta istrinya, diturunkan ke dunia atas perintah-Nya.
Banyak dari kita yang tergoda dengan hal instan. Penyebab korupsi misalnya. Tidak tahan dengan lamanya waktu. Padahal tak jarang harta di tangan sudah terlampau penuh. Masih saja terjerumus nafsu, yang bukan haknya pun dirampas tanpa ragu.
Kebodohanpun nyatanya adalah efek instan. Tak tahan dengan lelahnya belajar, tubuh & otak dimanja sehingga menganggur dan tak tahu kapan bekerja. Namun sialnya pengen Instan jadi pandai tanpa usaha.
Padahal Imam Syafi'i sendiri sudah dengan tegasnya berkata "Jika kamu tidak dapat menahan lelahnya belajar, maka kamu harus sanggup menahan perinhnya kebodohan."
Coba saja tengok makanan yang serba instan. Mie instan, fast food dan semacamnya. Tak ada satupun yang direkomendasikan untuk dikonsumsi berlebihan. Malah dianjurkan untuk dihindari. Tujuannya apa, tak lain karena alasan kesehatan.
Hari ini banyak dari kita yang tak sabar berproses. Inginnya cepat tercapai. Segera berhasil. Cepat pintar memahami sesuatu. Padahal peristiwa Zam-zam sendiri adalah peristiwa proses(7 kali berjalan dari safa ke marwah). Bukan semata-mata hasil.
Terlebih lagi dekatnya pengaruh sosial media. Yang seperti tidak ada lagi hijab antar kehidupan dengan orang lain.
"Hidup ini tak semata-mata bicara tentang hasil. Tentang berapa banyak pencapaian yang bisa kita peroleh di dunia. Melainkan seberapa jauh kita berproses agar apa yang kita upayakan menjadi manfaat bagi semesta."
Wallahu a'lam bishawab

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Ketakutan dalam ambisi
Ketika aku takut akan keselamatan diriku, karena muncul peluang-peluang penyakit di dalam hati—yang mana itu paling tersembunyi dan tak diketahui manusia—aku selalu meminta hal yang sama, yaitu
Aku lebih ridho tidak menjadi siapa-siapa, tidak menjadi orang yang dikenal manusia, bahkan dipandang gagal dalam pencapaian dunia, daripada aku terlihat sukses dan berjaya, tapi kenyataannya hatiku rusak dan jiwaku berada dalam kehinaan hanya karena niat dan caraku salah di dalam meraihnya. Aku tidak pernah rela mendapat limpahan pujian, kekaguman dan penghormatan terlebih saat aku mendapatkannya dengan cara menumbangkan kejujuran, integritas dan rasa takutku kepada Allah.
Aku mungkin bisa terlihat luar biasa di mata manusia, tapi apalah gunanya jika ternyata yang terjadi Allah hendak membinasakan aku dengan segala pencapaian tersebut?
Terkadang seseorang bisa sampai pada fase kehidupan di mana ia menyadari bahwa pahitnya celaan lebih menyelamatkan imannya, ketimbang manisnya pujian. Karena ia tau hati yang terluka karena celaan membuatnya sering mengadu dan merengek kepada Rabbnya. Sedangkan manisnya pujian membuatnya lupa bahwa ia hanyalah seorang ciptaan nan lemah dan kecil di hadapan Allah yang Maha Besar.
Menjadi bukan siapa-siapa di mata manusia tetapi bisa meraih cinta Allah jauh lebih selamat. Bukankah salah satu ciri hamba yang dicintai-Nya adalah الخَفِيُّ? Maka jagalah hatimu dari keinginan untuk meraih ketenaran dan popularitas!
Dari Sa'ad bin Abi Waqqash, Rasulullah ﷺ bersabda,
إنّ الله تعالى يحبُّ العبدَ التّقيَّ، الغنيَّ، الخفيَّ
Sesungguhnya Allah mencintai seorang hamba yang bertaqwa, yang kaya hati, yang tidak dikenal manusia.
(Hadist shahih riwayat Muslim dan Ahmad)
Lalu, jika terkenal itu tercela, gimana dengan para ahli 'ilmu dan orang-orang shalih yang terkenal dan populer?
Bedakan antara orang yang nyari panggung dengan orang yang diberi panggung. Maksudnya? Bedakan lah orang yang Allah beri sorotan dunia karena tauhidnya, karena tawadhu'nya, karena kefaqihannya, dengan orang yang rela berbuat apa saja demi menjadi orang yang terkenal, viral dan populer.
Orang berilmu yang terkenal, sejatinya mereka nggak butuh dengan ketenaran dan popularitas itu. Sedangkan orang yang bodoh dan kotor hatinya jelas mereka merasa butuh dengan kedua hal tersebut.
Orang yang jujur imannya nggak pernah bercita-cita ingin dikenal, dianggap dan diakui. Sedangkan orang munafik selalu berupaya agar dipuji, disanjung dan dihormati.
Begitu pula tentang jabatan yang diberikan kepada orang-orang shalih. Sejatinya mereka tidak pernah menjadikan jabatan sebagai target mereka dan mereka paling anti merekomendasikan diri mereka sendiri.
Beda halnya dengan orang yang kotor hatinya, ia akan memakai topeng demi jabatan bahkan tak segan menghalalkan berbagai cara demi meraih kesuksesan.
Dan orang yang benar-benar jujur keimanannya tidak akan pernah takut jika ketenaran, pujian, jabatan dan popularitas dihilangkan dari dirinya. Mereka lebih takut jika keimanan dan ketaqwaan mereka dicabut oleh Allah!
—SNA, Ruang Untukku #14
Selasa, 20-07-2021 | 18.30
Venetie van Java, tepat pada hari Idul Adha 10 Dzulhijjah 1442 Hijriyah.
Belajar dari Salah Satu Kaidah Fiqh
Pernah nggak sih kalian ada di masa-masa merindukan kebiasaan lama yang kini rasanya semakin memudar?
Memang benar, baik menulis maupun keterampilan lain jika tidak senantiasa diasah akan menjadi tumpul. Kurasa sudah sekian lama aku tidak menulis sebuah cerpen atau artikel tentang hikmah kehidupan atau juga opini di media. Setelah sekian lama aku ‘ditubruk’ dengan keadaan yang mengharuskanku menghabiskan banyak waktu dan energi di sana, porsi khusus dan target menulisku kembali tak bersisa.
But, yeah.. Nggak apa-apa sebenarnya. Tinggal kembali coba mulai dan konsistenkan ulang aja. Sebuah kaidah Fiqh yang selalu bikin aku kembali tersenyum dan semangat tetap lanjutkan meski mungkin tak seoptimal dan sebagus dulu adalah : “Apa-apa yang tidak bisa diperoleh seluruhnya, jangan tinggalkan seluruhnya (yang mampu dikerjakan).”
Ya itu benar. Nggak papa nggak meraih semua target yang diharapkan. Pokoknya tetap lanjutin aja meski bisanya dikit-dikit.
Barusan aku balik ulang liat-liat sosmed yang kujadikan sarana buat berbagi, hmm banyak yang udah lamaa banget nggak ada update ya wkwk. Yang update mulu malah cuma IG dan tiktok haha.
Dulu aku udah memulai podcast beberapa episode (di anchor dan kuupload juga ke youtube), mulai merutinkan ikut projek nulis buku antologi sebulan sekali, rutin mengirim tulisan ke media atau surat kabar, mulai bikin blog, dan lainnya. Tapi banyak dari hal-hal itu yang berhenti. Padahal ini semua adalah juga kebaikan dan bisa jadi sumber kemanfaatan yang kalau bisa tetap aku lanjutkan. Bismillah.. Semoga semua ini bisa jadi amal jariyah yang tetap mengalir kebaikannya sampai suatu saat nanti Allah memanggilku kembali.
((Mendadak merenung ini :” .. jadi inget tentang pentingnya selalu mengingat kematian))
Yok semangat kita untuk tetap menghasilkan konten-konten yang bervisi dan berisi kebaikan di sosmed atau sarana apapun itu.. miris juga kalau sadar buanyak bingit di luar sana ‘pabrik-pabrik’ penghasil konten kurang faedah yang justru merusak moral dan aqidah teman-teman muslim dan Indonesia.. Keharusan kita untuk mengimbangi bahkan mendominasi media apapun itu dengan kebaikan-kebaikan menjadi makin besar.
Yaa gitulah ya intinya. Yok semangat kita!
Baarakallahu fiikum ;’)
Katanya, kamu terlambat.
Terlambat bertumbuh.
Terlambat dalam pendidikan.
Terlambat menikah.
Terlambat bekerja.
Terlambat atas segala pencapaian.
Hehe kata siapa?
Emang siapa yang tahu terlambat atau enggaknya? Hwhe.
Padahal nyatanya, segala sesuatu tidak ada yang terlalu cepat apalagi terlambat.
Semua selalu tepat pada waktunya.
Sesuai dengan ketetapan terbaik-Nya.
Bukannya kita punya daya juang masing-masing ya?
Kita punya arena berbeda, kenapa tidak kita saling menumbuhkan bersama mensupport untuk tumbuh bukan malah bikin rapuh.
.
Eh gimana ya?
kita ga pernah tahu gimana dan sejauh apa usaha orang lain bertahan dengan setiap proses dihidupnya.
Bagaimana mereka berjuang,
Bagaimana mereka berusaha.
Bagaimana mereka bertahan meski mungkin sesekali terasa berat.
Kita tidak tahu bagaimana jika yang katanya terlambat itu, Allah tahan supaya makin kuat makin siap. Atau mungkin bisa saja diperlambat tiba-tiba nanti dipercepat.
Kan kita gatau~
Intinya sih, Nikmati setiap proses dalam hidup.