Sudah begitu jauh, saat dulu kita pernah begitu riuh. Sudah terlalu lama, saat kita pernah merancang cita. Tak begitu berharap yang sangat istimewa. Hanya pernah berangan yang sekiranya baik sepengetahuan.
Waktu membawa kita sampai di hari ini. Segala peristiwa telah terlalui. Tapi aku ingin kembali lagi merasakan sederhananya imajinasi.
Kala itu, tak ada yang menjanjikan kepada kita, kelak hidup akan menjadi mewah. Bapak dan ibu bahkan tidak bermimpi anaknya bisa berkuliah. Tapi kita adalah anak penuh sejuta mimpi, pernah sebegitu berani.
Tak pernah sadar dulu kita hidup dalam kekurangan. Sebab semua terasa sangat berkecukupan. Itu terjadi karena kita hanyalah bocah kecil yang tak mengenal apa itu "membanding-bandingkan".
Hidup pernah terasa sulit. Hidup sempat begitu sakit. Hidup juga memberi bahagia. Hidup pun memberi banyak pesonanya.
Waktu pun menggelinding sesuai takdir. Membawa kita menjadi manusia dewasa. Entah bagaimana, meski sudah melewati puluhan tahun usia, kita tetap akan belajar selamanya.
Memburu keberanian yang pernah ada di masa kecil. Menggali jiwa yang tak pernahembanding-bandingkan. Mengumpulkan segala tekad dan semangat. Kita pernah. Kita pernah menjadi anak kecil itu.