Kelas Online #1: Mencari Lingkaran Pertemanan
Karena pandemi, akses bertemu idola kita selama ini menjadi tak terbatas. Siapapun idola kita bisa dijangkau melalui sosial media. Ikuti saja kegiatan online mereka, lalu kita punya alasan untuk chat duluan.ย Nggak hanya di satu lingkaran yang sama, kita juga berkesempatan berinteraksi dengan mereka.
Untungnya lagi, setiap orang dikelilingi orang-orang yang sefrekuensi. Latar belakang idola kita sebagai pemateri dan tema pada kelas yang kita ikuti, ibarat saringan bagi audiensnya. Kelas menulis akan diikuti penulis, kelas karir diminati pegawai, kelas konten akan diikuti youtuber, dsb. Kita nggak hanya mendapat akses ke idola, tapi juga teman-teman dengan tujuan yang sama.
Namun tetap ada pengorbanan seperti biaya yang besar. Menariknya, peserta kelas bisnis seharga lima juta, pasti memiliki budget di atas lima juta pula (hanya untuk belajar). Orang kaya saja sudah banyak, tapi yang selalu mau belajar, harus dicari lebih cermat. Barangkali mereka adalah pasar yang tepat untuk bisnis kita. Berjejaringlah, jadikan konsumen karena mereka punya daya beli, lalu kita akan balik modal.
Itu contoh ekstrem sekaligus nyata dari guru saya. Banyak kok kelas tokcer yang harganya nggak lebih mahal dari pulsa bulanan. Mendapat lingkaran yang mendukung kita bertumbuhlah yang sulit dihargai dengan angka.
Sekarang tinggal mencari lingkaran seperti apa yang ingin kita selami. Selamat menjelajah! Yang pasti, belajar itu nggak ada ruginya :)